
Pagi pun tiba,Eyes terlambat untuk berangkat ke sekolah karena kegiatan bermain video gamenya di malam hari.
"Gawat aku terlambat,semoga saja mereka tak menggangguku lagi."
Eyes berharap dapat masuk dengan tidak bertemu orang yang sering membulynya,tetapi justru temanya Gul dan Fan ada di depan gerbang untuk menunggu Eyes.
"Gawat mengapa mereka ada di depan gerbang padahal sebentar lagi akan bel masuk!"
Tak lama kemudian ada truk pengangkut barang yang mengangkut buku buku untuk perpustakaan yang belum penuh terisi buku,Eyes menggunakan kesempatan ini untuk bersembunyi di sebelah kanan truk pengangkut dan temanya berada di sebelah kiri truk pengangkut itu.
Walaupun Eyes berhasil bebas dari mereka tetap saja akan bertemu di kelas,tetapi Eyes tidak kehilangan akal di berinisiatif menuju keruang guru yang bertujuan untuk membantu membawakan buku milik gurunya agar saat menuju di kelas bisa bersamaan dan dapat menghindari Gul dan Fan.
Setelah beberapa jam kelas pertama dan ke tiga telah selesai, sekarang waktu untuk jam istirahat.
Gul dan Fan melihat Eyes terburu buru keluar dan langsung menghadang Eyes dengan berniat mengancamnya.
"Tumben sekali kau datang dengan guru,dan kenapa kau terburu buru keluar?"
Eyes hanya bisa beralasan agar di tetap di posisi amannya.
"aku begadang sampai kemalaman dan aku di minta tolong oleh guru untuk membawa bukunya, aku terburu buru karena aku sudah lapar"
"jangan berbohong padaku akan ku pukul kau !!!!"
Tepat saat Eyes hampir di pukul tiba tiba cahaya terang menyala dari bawah lantai membuat teman sekelasnya berpindah dunia di tengah kota dan membuat mereka syok.
"eh dimana ini?"
"dimana kita?"
"apa yang terjadi"
Semua orang bertanya tanya dan kebingungan.
Setelah itu terdapat pengumuman suara aneh di sekeliling mereka.
"Selamat datang di dunia yang berbeda dari dunia kalian hahahahah"
"Siapa kau?"
Satu kelas bertanya tentang identitasnya.
"Aku?, ah sebut saja aku malaikat"
"Apa tujuan mu mengirim kami disini?,dan bagaimana cara kami kembali?"
Dengan hati yang marah salah satu dari mereka bertanya cara untuk kembali ke dunia asal mereka.
"ahhhh, itu gampang sekali kalian cukup mengalahkan raja iblis"
"Gampang bapakkau,kami manusia biasa mana bisa melawannya?"
Hati mereka mulai mengalami kegelisahan saat mendengar mereka harus mengalahkan raja iblis.
__ADS_1
Dan sang malaikat itupun menjelaskannya terlebih dahulu tentang cara mengalahkan raja iblis itu.
"soal itu tenang saja aku memiliki progam yang hampir mirip dengan game RPG,jadi kalian akan memiliki skill seperti di game tersebut dan jika mengalahkan monster juga akan mendapatkan drop Item."
"Kalian dapat melihat status dan kekuatan kalian saat kalian memikirkan suatu bentuk Bar status, dan itu akan muncul seketika untuk uang akan otomatis tersimpan di penyimpanan dan tas bertambah kapasitas seiring naiknya level kalian."
"Jadi tak perlu khawatir, bagaimana menurut kalian apa ini kurang memuaskan atau ada yang kurang?"
Itu sudah membuat teman sekelas Eyes tenang dan merasa sedikit senang karena dapat bermain seperti aslinya, tetapi mereka tak sadar jika mati takkan bisa hidup kembali.
Setelah itu salah Eyes mengajukan untuk dapat meminta salah satu Item yang mereka inginkan. Eyes mengajukan itu karena Dia belum sempat mencoba item yang baru ia dapat kan dari game nya di dunia asalnya dan membuatnya sedikit kesal.
"Aku akan mengajukan satu usulan"
Dengan cepat malaikat itu menjawab.
"Apa itu?, apa itu? mweheheheh"
"Boleh kah kita mendapatkan satu item sesuai yang kita inginkan?"
"tentu saja boleh tetapi ada batasannya, setuju?"
Eyes menganggukkan kepalanya.
Kebanyakan dari mereka memilih pedang dan tongkat sihir dan beberapa pemanah tetapi Eyes justru di tertawakan karena dia salah satunya yang memilih item buku dan mereka tidak mengetahui kegunaan buku yang dimiliki Eyes.
Eyes menyimpan buku untuk menelitinya pada tempat penginapan.
"Baik,tidak ada yang di tanyakan lagi aku akan pergi sampai jumpa"
Dengan terpaksa Eyes menerima tawaran itu karena statusnya yang kecil dan sulit untuk berpetualang sendiri.
Setelah itu Eyes berpencar dari kerumunan mereka dan ingin mencari penginapannya sendiri.
"Sepertinya aku harus mencari penginapan yang murah dekat sini,tapi dimana ya?"
Seketika itu ada gadis yang tak sengaja menabraknya yang bernama Clara.
bragggg!!!
"ah maafkan aku, aku agak sedikit ceroboh."
kata clara sambil panik
"Tak apa itu tidak di sengaja"
"Aduh senjataku jatuh semua sepertinya harus ku poles"
Dengan suka rela Eyes pun membantunya.
"Akan ku bantu membereskannya"
Ternyata Dia adalah seorang pandai besi yang handal walau kepribadiannya ceroboh tetapi soal pekerjaan dia tak pernah salah.
__ADS_1
"Apakah kau seorang pandai besi?"
Dengan sedikit panik Clara menjawab pertanyaan dari Eyes.
"I..iiiyaa,aku adalah seorang pandai besi,jika kau perlu untuk membuat senjata kau bisa datang padaku di dekat penginapan yang bernama Flower."
"Nah kebetulan sekali aku juga sedang mencari penginapan bagaimana kalau aku bantu membawa barangmu sekalian?"
"Jika kau tidak keberatan untuk membantu kuperbolehkan"
Clara dan Eyes pun sampai di penginapan dan menyewa kamar untuk dirinya setelah selesai membantu Clara membawa barang miliknya.
"Ahhhh, akhirnya dapat istirahat juga"
"Aku akan mengecek item buku ini terlebih dahulu apakah ada yang berubah."
"Ternyata masih sama saja syukurlah,tapi salah satu skill ini masih bertanda tanya saja itu membuatku agak geram."
"sudahlah biarkan saja nanti juga akan ketahuan,dan juga besok party Gul akan menuju ke dungeon sebaiknya aku mengisi tenagaku dulu."
"apa mungkin aku akan disuruh membawa barang mereka saja ya?."
Tanpa di sadari ia pun tertidur.
Pagi pun tiba dan party milik Gul telah siap untuk melakukan perjalanan sambil berbincang bincang.
"sepertinya Gul dapat di andalkan ya"
"kau benar dia adalah temanku dan dapat di andalkan "
(PERCAKAPAN KELOMPOK)
Fan pun melirik Eyes yang tertinggal karena membawa barang bawaan mereka dan memarahinya.
"Cepatlah Eyes jika tidak kau akan tertinggal dan akan jadi santapan hewan hahahaha"
Eyes hanya bisa pasrah melakukan apa yang mereka perintahkan.
satu persatu level di setiap ruangan telah di tahlukan oleh party milik Gul dan Fan,semakin dalam mereka memasuki semakin tinggi level ruangan tersebut.
"Wahahahah,ini terlalu mudah buat Gul si pahlawan!!"
Dengan sombong nya Gul mengatakan nya.
"kau benar Gul aku Fan akan selalu membantu mu, wahahahah!!.
Karena kesombongan Gul yang selalu menang dalam pertempuran dia mengusulkan hal yang dapat membahayakan nya mereka yaitu langsung menuju lebih dalam.
Tiba tiba di tengah jalan mereka di hadang monster dengan level seratus sedangkan level mereka di bawah empat puluh.
"gawat kita di hadang monster level tinggi mundur semua!!!"
Gul berteriak sambil ketakutan
__ADS_1
Tetapi monster itu menangkap Gul dan saat Eyes ingin membantu justru dia malah menyerang nya untuk mengalihkan perhatian monster itu agar menangkap Eyes.
Saat itu juga party Gul telah meninggalkan Dungeon itu dan hanya tersisah Eyes seorang Eyes pun menggunakan skill kamuflasenya untuk bersembunyi tetapi karena indra monster itu tinggi ia dapat mengetahui letak Eyes berada dan menyerangnya mengakibatkan dirinya terjatuh di lantai dasar dungeon itu.