
Sudah melewati beberapa jam perjalanan menuju tempat kristal air itu berada di tempat peta tidak di tunjukan nama letak kristal itu berada hanya tempat lokasinya saja yang terdapat pada peta itu.
Karena perjalanan terlalu melelahkan untuk mereka Eyes berfikir untuk langsung memberikan hadiah itu sekarang juga.
" Kalian ini hadiahnya akan kuberikan sekarang jadi satu satu akan ku panggil agar tidak berebutan ",
" Merepotkan sekali kenapa tidak langsung pilih sendiri saja ",
Kata Erui sambil menunjukan muka kesalnya.
" Namanya juga hadiah bodoh ",
" Alisa ini hadiah untuk mu sebuah senjata cakar untuk tangan ",
" Terimakasih Eyes ",
Senjata cakar memiliki beberapa keistimewaan, dapat mempercepat pergerakan dan ringan saat digunakan juga bisa menyesuaikan bentuk tangan saat melalukan perubahan.
" Kemudian untuk Erui ini dua buah anting untukmu karena sepertinya kau menyukai warna biru dan kebetulan di sana juga banyak yang mirip dengan buatan ku jadi ini kuberikan padamu ",
" Terimakasih, tapi saat kau mengatakan sesuatu tadi aku merasa agak sedikit jengkel ",
" Eeeeee tidak usah dipikirkan mungkin aku hanya salah bicara Erui ",
Anting punya Erui memiliki kekuatan pertahanan dan memperkuat penggunaan senjatanya untuk sihir area dan sihir target.
" Hoi Elia mukamu tetap saja dingin padaku, apa kau tidak menginginkan hadiah dariku ? ",
" Terserah padamu Eyes ",
" Baiklah baiklah jangan marah ini hadiah buatmu aku hanya bercanda hehehe ",
" Apa ini ?, sebuah sarung tangan besi ",
" Iya benar ",
Sarung tangan besi memiliki keistimewaan yaitu untuk membuat pemakai menambah kekuatanya dan memperingan senjata saat digunakan.
" Dan untuk Stella aku tidak punya ",
__ADS_1
" HEY Eyes jangan bercanda padaku kau baru saja menyembunyikan hadiah ku ",
" Ok ok aku hanya sedikit bercanda padamu, ini hadiah mu sebuah cicin ",
" emm terimakasih Eyes ",
Cicin yang dimiliki Stella dapat membuat sebuah perisai diri saat pengguna di serang secara langsung ataupun secara tiba tiba dapat memperluas jangkauan perisai dengan kemauan pengguna,
Semua telah mendapatkan hadiah mereka sendiri sendiri dan dari yang dilihat Eyes mereka semua senang walaupun Elia masih berwajah dingin tapi Eyes mengetahui bahwa Elia juga senang mendapatkanya.
Eyes memutuskan untuk beristirahat sejenak agar Erui dan yang lainya tidak terlalu kelelahan saat menghadapi sesuatu.
Saat istirahat Eyes merasakan getaran dari tanah, dengan menggunakan skill yang dia dapatkan dari caci tanah raksasa dulu Eyes merasakan getaran itu memiliki area luas dan memiliki empat titik getaran kemungkinan adalah getaran dari seekor hewan buas yang mendekat.
Karena tidak ingin mengganggu yang lain saat beristirahat Eyes memutuskan untuk memeriksanya sendiri dengan memanfaatkan fungsi buku miliknya yang berasal dari dunia aslinya.
" Tehnik kamuflase, pasif kecepatan gerak aktif ",
Eyes mengaktifkan skill yang dimiliki buku itu.
Ketika sampai di tempat terjadinya getaran ternyata benar itu di sebabkan oleh binatang buas tetapi binatang ini seperti sebuah gabungan seekor singa dan kalajengking.
Kemudiaan Eyes mulai mendekati binatang itu dengan pelan pelan karena bagaimanapun juga singa memiliki Indra dalam merasakan bahaya setelah sampai dengan cepat Eyes menarik ekor singa itu yang memiliki wujud ekor kalajengking melemparnya menjauh dari area itu.
" Harus mengakhirinya sekarang ",
" Keluarlah pedang ",
" Mata merah aktif ",
Dengan buku yang dimiliki Eyes dia tidak terlalu memerlukan mata birunya yang dalam kecepatan untuk melawan singa setengah kelajengking itu untuk memusnakanya.
" Akan ku habisi kau sekarang juga !!! ",
Tiba singa setengah kalajengking itu langsung mengeluarkan skill andalan miliknya yaitu raungan kemarahan yang membuat Eyes sedikit mewaspadai itu.
"Grrrraaaaaaa ",
" Sial aku terpental sedikit jauh karena raungan itu, apakah yang lainya tergganggu dengan suara tadi ? aku berharap semoga mereka tidak mendengarnya ",
__ADS_1
Ketika Eyes sedikit lengah singa itu langsung menyerangnya dengan skill cakar miliknya, untung saja Eyes secara refleks menangkisnya dengan pedang miliknya.
" Sial aku tidak boleh lengah sedikitpun dan sepertinya singa ini tahu tentang pertarungan ",
Eyes hanya memiliki dua jiwa pedang, pedang yang belum sempurna dan skill perwujudan, skill itu juga hanya dapat memanggil sedikit benda saja.
Sekali lagi Eyes menggunakan kecerdikannya untuk mengalahkan singa setengah kalajengking itu.
Dengan menggunakan skill perwujudan dan membuat patung yang mirip dengannya lalu saat sudah ingin muncul dengan cepat Eyes harus menggunakan skill kamuflasenya untuk mengelabui binatang itu karena Indra dari binatang singa ini sangat kuat Eyes harus berhati hati dan melakukanya dengan sangat senyap lalu menyerangnya dari belakang.
Saat coldown kamuflase miliknya telah aktif Eyes memulai rencananya dari yang pertama yaitu membuat patung yang mirip dengannya untuk mengelabuhi singa itu.
Kemudian rencana kedua membuat diri Eyes menghilang dan membuat singa itu menganggap Eyes hanya sedang berdiri di tempat, secara perlahan dan hati hati Eyes memutari singa itu.
" Harus hati hati jika tidak rencanku akan sia sia ",
Dengan sangat perlahan Eyes mulai mendekati singa itu, dan dengan cepat Eyes langsung memotong ekor singa itu karena akan sangat berbahaya jika singa itu menggunakannya yang dimana setiap hewan kalajengking pasti ada racunnya.
" Rggaaaaa ",
Singa itu langsung meronta kesakitan dengan cepat Eyes menghabisi singa itu dengan satu tusukan dan mendapatkan skill khusus dari singa itu yaitu skill raungan kemarahan yang baru saja di gunakan singa itu saat Eyes ingin langsung menghabisinya.
" Ini lumayan juga untuk mengganggu pergerakan lawan dan berguna saat ada seseorang yang mengintai aku bisa menggunakan skill ini untuk membuatnya bergerak dan merasakan getarannya dengan skill getaran ",
" Sepertinya aku harus kembali dan mengecek keadaan mereka ",
Setelah selesai Eyes kembali ke tempat mereka istirahat dan ternyata semua orang sedang tertidur pulas Eyes tak tega membiarkan mereka tertidur di luar tepat di bawah sebuah pohon dan berencana membuat tenda untuk menutupi sekitar mereka agar tidak terkena sinar matahari dari samping.
" Baik sudah beres, hmmm sepertinya aku harus memasak jadi saat mereka bangun langsung bisa makan dan tidak merepotkan Stella juga yang sedang tertidur pulas ",
Sambil menunggu masakan Eyes matang dia sedikit sedikit melatih teknik pedang nya agar tidak terlalu kaku saat mengayunkannya mau bagaimana lagi ini adalah dunia pertama Eyes untuk memegang senjata berbahaya seperti pedang yang dia pegang.
" Sepertinya aku harus memperkuat teknik pedang miliku ",
" Bagaimanapun aku harus melindungi mereka semua walau aku harus mempertaruhkan nyawaku sendiri karena hanya mereka saja yang mau menerimaku ",
Masakan Eyes pun sudah mulai matang dan itu hampir di lupakannya untung saja Eyes dengan cepat memindahkannya agar tidak terlalu parah.
" huh hampir saja hancur masakanku jika masakanku gagal itu akan lama saat menunggunya dan lagi dapat memboros pasokan makanan ",
__ADS_1
w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w w