KRGRLAPAN'S EYES

KRGRLAPAN'S EYES
PERJALANAN DAN RINTANGAN


__ADS_3

Setelah itu mereka keluar dari hutan menuju desa.


Eyes menerangkan kepada kepala desa melalui perantara yaitu Erui untuk menjelaskan semuanya.


Itu agak mengejutkan semua orang di desa karena wujud serigala raksasa adalah seorang anak kecil.


Semua pemburu desa pun meminta maaf padanya karena sering mencuri buruannya.


"Diriku selaku kepala desa mewakili semua penduduk untuk meminta maaf pada Alisa",


"Tak apa lain kali jangan diulangi lagi, di sana juga masih ada beberapa hewan yang membutuhkan buruan untuk mereka makan jadi lihatlah situasi sebelum berburu",


"Baiklah terimakasih",


Masalah terselesaikan dan mereka berlima Eyes, Elia, Erui, Stella, dan termasuk Alisa melanjutkan perjalanan.


Seketika itu kepala desa dan Gul datang ke Eyes untuk mengantar hadiah karena telah menyelesaikan misi ini.


"Tuan pahlawan terimalah hadiah dari desa kami yaitu beberapa makanan dan air untuk perjalanan kalian",


"Dan juga ini dari hadiah misi Guild",


Ucap terimakasih pada kepala desa dan Gul.


Eyes pun hanya menganggukan kepalanya yang bertanda menerima hadiah tersebut.


Karena hari mulai sore kepala desa menawarkan untuk tinggal di desa untuk sementara.


"Tuan pahlawan bagaimana jika anda tinggal di desa kami sementara saja hingga pagi tiba",


"Tidak usah kami bisa beristirahat di tengah jalan lagi pula kita juga membawa tenda",


Ucap Elia menggantikan Eyes.


"Baiklah kalau begitu terimakasih banyak karena telah membantu kami",


Setelah selesai mereka berjalan menuju kendaraan mereka tanpa mereka ketahui.


Saat ingin ke kuil naga emas mereka selalu terhambat karena adanya banyak monster yang menghadang dan semakin lama semakin kuat.


Karena kecepatan Alisan dia akan menjadi umpan untuk mengalihkan pandangan para monster dan Eyes segera mengebut melewati mereka semua.


Para monster tidak dapat mengejar karena badan mereka yang besar tidak memungkinkan mereka mengejar Alisa.


Pada akhirnya sampai tepat di depan kuil naga emas.


Tantangan pertama pun di mulai dari melewati jalan batu yang melayang dan dibawah nya terdapat jurang yang tinggi juga gelap.


Eyes pun membimbing mereka agar tidak ada jebakan pada batu itu.


"Berhati hatilah kemungkinan batu itu bisa jatuh ke bawah sana",


"Baiklah",


Tetapi Alisa berubah dengan wujud serigalanya dan dengan mudah melewati tantang tersebut.


Itu membuat Eyes sangat terkejut dan sedikit panik karena di takutkan akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Hoi Alisa hati hati dengan sikapmu ",


"Xixixixi maafkan aku, tiba tiba kaki ku refleck",


"Membuat kami panik saja",


Meraka pun berhasil melewatinya.

__ADS_1


Sekarang mereka memasuki zona puzzle,Ada beberapa puzzle yang harus di selesaikan.


Seperti yang diketahui Eyes adalah anak pintar,dengan menggunakan kecerdikannya ia mampu melewati empat puzzle dari lima.


"Fuih berarti kurang satu lagi",


Ucap Eyes dengan legah.


Puzzle terakhir sudah diselesaikan dengan benar tetapi tidak terjadi apa apa pada puzzle ke lima yang seharusnya jika diselesaikan masing masing puzzle akan bersinar.


Mereka pun bingung sampai beberapa waktu.


"Huaaaaa, hoi apa sudah selesai aku mengantuk sekali ini!",


"Tunggu sebentar Elia tahan matamu",


"Ok ok akan kutunggu sambil tidur",


"Hoi itu sama saja"


Elia dan Eyes sedikit berdebat


Kemudian tanpa sengaja Elia menemukan jalan rahasia saat ia bersender di dinding, dan ternyata itu adalah jalan sebenarnya untuk menuju tantangan selanjutnya.


"Ahh beneran jalanya",


Eyes merasa tidak ada hasil dari memecahkan puzzle tersebut.


"Lihat aku saja yang tidur dapat menyelesaikannya dengan mudah",


Ucap Elia dengan sedikit sombong.


"Tidak tidak tidak itu hanya keberuntungan ",


"Benar kata Eyes kami disini berfikir kakak hanya tidur, tapi kenapa justru kakak yang duluan menemukanya",


"Sudahlah yang penting kita dapat melanjutkan tantangannya benarkan Eyes",


"Baiklah baiklah ayo jalan",


Melanjutkan perjalanan mereka untuk kedalam haruslah meningkatkan kewaspadaan.


Akhirnya mereka sampai ke tempat terakhir dari tantangan ini.


Terdapat sebuah gerbang masuk yang bertuliskan lewati ilusi.


"Sepertinya di dalam sana akan ada ujian ilusi jadi kita harus berhati hati",


Eyes pun memeringatkan mereka berempat.


Saat membuka gerbang itu tiba tiba mereka di serang oleh seekor martis raksasa yang sengat cepat, untung mereka dapat menghindarinya langsung.


Saat itu juga Alisa dan martis itu beradu kecepatan saat menghindari serangan satu sama lain, namun Alisa justru terbunuh dengan terpotong oleh pisau tangan milik martis itu.


Karena kejadian itu membuat semua orang syok dan marah.


"DASAR KAU SERANGGA JELEK AKAN KU BUNUH KAU SEKARANG JUGA",


Elia dan Erui menyerang bersamaan berhasil memotong kedua tangan tangan martis tersebut dan langsung membunuhnya.


Tetapi mereka berdua pun ikut terbunuh karena ada lagi dua martis yang datang.


Stella syok berat dan hanya bisa diam di tempat.


Eyes menahan pun menahan serangan yang akan menuju ke Stella dan berusaha menyadarkannya.

__ADS_1


"Stella hoi Stella sadarlah",


Terlambat untuk mengatakan itu salah satu martis itu langsung melancarkan serangan menuju Stella.


Kemudian Eyes syok berat karena kehilangan mereka semua.


Seperti merasa di tempat kosong dan terdengar suara dengungan saja.


"Apa yang terjadi?, apa yang harus kulakukan?, kenapa bisa jadi seperti ini?, dan kenapa aku harus ke kesini?",


Tiba tiba pedang dan mata Eyes berkontraksi.


"ARGGGGG",


Aura mengerikan keluar dari dalam tubuh Eyes sampai ke menutupi pulau.


Dan monster yang mendekatinya akan terbunuh oleh aura Eyes jika jarak mereka berada lima meter darinya.


Kedua martis itu terbunuh tetapi ada juga monster baru yang muncul tapi juga ikut terbunuh terus menerus.


Sementara di semua wilayah juga merasakan aura milik Eyes hingga sampai ke Gul dan Fan.


"Gul aura mengerikan apa ini?",


"Entahlah aku juga merasa sangat takut dengan aura ini",


Eyes terus memiliki emosi yang tinggi.


"Hahahahahahaha, aku seharusnya tidak datang kemari",


Eyes mengatannya sambil tertawa menyesal.


"Aku sudah kehilangan semuanya apa yang harus ku lakukan sekarang?",


Berkata dalam ke kosongan hatinya.


"Eyes bangunlah hoi hoi bangun",


Tiba tiba terdengar suara salah satu dari mereka dan Eyes menganggap sebagai ilusinya.


Suara itupun terulang lagi.


"Hoi bangunlah bodoh",


"hehe,itu seperti suara Elia di tetap saja dingin padaku",


Saat itu juga Eyes menyadari akan sesuatu yang aneh.


"Bukankah aku sudah membuka gerbang gerbang ilusi itu",


"Benar ini hanyalah ilusi, aku akan menenangkan diriku dulu",


Aura Eyes pun kembali normal dan tidak begitu ganas lagi.


Kemudian ia pun terbangun dari pingsannya.


Dengan spontan Eyes memeluk mereka semuanya.


"Hei apa ini maksudnya?",


Ucap Erui dengan kebingungan.


"Syukurlulah, syukurlah kalian baik baik saja",


Merekapun menjelaskan Aura yang keluar dari tubuh Eyes saat ia pingsan.

__ADS_1


Karena ingin merahasiakan kejadian yang ia alami Eyes tidak mengataknnya.


__ADS_2