KRGRLAPAN'S EYES

KRGRLAPAN'S EYES
LIBURAN DI PENGINAPAN


__ADS_3

Hari pun telah pagi Eyes sesekali mengecek item buku miliknya yang pernah dia minta dari seorang yang mengaku malaikat.


Eyes selalu merasa penasaran pada buku itu pada skill yang di rahasiakan.


Stella pun memanggil semuanya untuk makan pagi.


Karena tidak ingin yang lain menunggu dirinya Eyes menunda untuk meneliti buku itu sampai dia tahu beberapa info tentang buku itu.


" Sepertinya akan sulit mencari infomasi tentang buku ini, karena ini bukanlah tempat asal buku ini berada sekarang ! ",


Makan pagi berjalan seperti biasanya hanya ada canda gurau yang mereka ceritakan dan hal biasa lainya.


Setelah selesai makan Eyes mencoba membuka peta bahan pecahan pedang yaitu sebuah Kristal.


Saat melihat ternyata kristal itu memiliki elemen yang dimana kedua masing - masing dari mereka saling berlawanan.


Kristal pertama yaitu kristal api yang terdapat di tengah gunung merapi dekat dengan gurun pasir.


Kristal ke dua memiliki elemen air yang berlawanan dengan api terdapat di dasar air laut.


Kristal ke tiga adalah elemen angin yang dimana kristal ini hanya terdapat di hutan kematian.


Kristal ke empat yaitu kristal tanah terdapat di hutan Elf yang keberadaanya masih belum tepat di peta, karena di hutan Elf terdapat pelindung sihir ilusi yang dimana saat memasuki hutan akan sulit untuk keluar lagi.


" Sepertinya untuk kristal ke dua aku harus meminta bantuan putri Roura ",


" Untuk yang kristal lain akan kupikirkan cara untuk mengatasi ini ",


Eyes selesai mengecek peta itu saat dia ingin menyimpannya tiba tiba kertas terjatuh dari peta itu.


" Kertas apa ini ?, sepertinya terjatuh saat diriku mengambil peta ini ",


Ucap Eyes sambil mengamati kertas itu.


Saat di lihat ternyata itu adalah empat pecahan jiwa pedang.


Jiwa pertama adalah jiwa kekuatan yang dimana pemilik dapat menguatkan pertahanan dan serangnya tetapi mengurangi kecepatannya saat mengaktifkan nya, jiwa ini terdapat pada mata sebelah kanan.


Jiwa ke dua mengandalkan kecepatan dengan mengubah pertahanan menjadi kecepatan, jiwa ini terdapat pada mata sebelah kiri pengguna.


Jiwa ke tiga menggunakan sebagian darah milik pengguna untuk meningkatkan semua jenis skill dari kecepatan, serangan, pertahanan dan yang lainya juga, saat pengaktifan mode ini sebuah tanduk akan tumbuh dengan cepat di kedua sisi kepala pengguna.


Jiwa ke empat menyembuhkan pengguna ke keadaan yang semula, jiwa ini memunculkan sayap pada pengguna sebagai penanda bahwa jiwa ini aktif.

__ADS_1


" Oh jadi ini empat jiwa pedang itu, dan dari penjelasan kertas ini adalah penyebab mengapa jiwa kegelapan dan cahaya menjadi penetralnya ",


Setelah membaca beberapa dari penjelasan pecahan pedang tersebut Eyes berkeliling dan sekalian mencari bahan bahan makanan untuk mereka makan besok bersama Clara sedangkan Stella dan yang lainya menjaga penginapan.


" Hey Eyes memang kau sering belanja sendirian ? ",


Tanya Clara sambil mengamati beberapa toko penjual.


" Tidak biasanya Stella yang berbelanja karena aku merasa kasihan padanya sesekali aku membantunya walaupun sempat di larang oleh nya ",


" Ohh jadi seperti itu ",


Kemudian mereka mampir ke toko sayur untuk membeli beberapa bahan untuk masakan.


" Hoi kawan apakah kau sedang menggantikan Nona Stella berbelanja ? ",


" Dan apakah yang di sebelah mu itu adalah pacar barumu ",


Ucapan pedagang itu membuat Clara sedikit malu.


" Ehh bisakah kau memberikan bahan yang ada di catatan ini ? ",


Eyespun mengalihkan pembicaraan tersebut.


" Ok kawan tunggu sebentar ",


" Ah ini dia nak pesanan belanjamu ",


" Terimakasih ",


" Sama sama kawan ",


Setelah itu merekapun berkeliling sambil menikmati suasana di sana dan sesekali bermain juga untuk mengubah keadaan yang canggung tadi.


Karena terlalu senang mereka akhirnya telat untuk kembali ke penginapan.


Dengan cepat mereka berdua kembali ke penginapan dan benar saja Stella memarahi mereka karena telat pulang.


Stella pun memaklumi Eyes karena dia baru pertama kali belanja di daerah sini.


Clara pun juga merasa bersalah pada Stella dan untuk menebusnya Clara ingin membantu Stella untuk memasak makan siang mereka.


Suasana pun kembali seperti semula dan keributan tadi sudah tidak di ungkit oleh Stella lagi.

__ADS_1


Eyes menuju ke kamar Erui dan Elia untuk bertanya tentang kekuatan pedang milik Eyes.


" Ah ternyata kau Eyes ada apa datang ke kamar ku ? ",


Kata Elia.


" Aku hanya ingin bertanya beberapa hal saja ",


" benar tanya kan saja pada kakak dan aku ",


Kemudian Eyes bertanya tentang masa lalu mereka tetapi tetap saja Erui dan Elia tidak mengingatnya seperti otak mereka sedang di segel.


Eyes pun menceritakan semua tentang peta itu.


Karena sudah mendapatkan beberapa informasi dari pedang itu mereka ingin bergegas untuk berangkat, tetapi dengan keadaan yang sedang berlibur Eyes menjadwalkan untuk besok berangkat agar tidak terlalu membebankan Stella yang telah mengurus semua di penginapan.


Erui dan Elia pun setuju, setelah itu Stella dan Clara memanggil mereka untuk makan siang.


Makan siang pun selesai Alisa mengajak Eyes untuk bermain di luar sambil jalan jalan.


Eyes sedikit mengetahui tempat tempat yang seru untuk di kunjungi karena Baru saja Clara pernah mengajaknya saat berbelanja tadi.


Saat berjalan jalan Alisa tak sengaja melihat papan pengumuman bahwa festival kerajaan akan di mulai beberapa hari ke depan.


Mereka berdua pun tak sabar untuk menunggunya.


" Sudah lama tak mengikuti festival, mungkin aku harus ikut kali ini ",


Ucap Eyes dalam hatinya.


" Alisa apakah kau ingin ke festival ini ? ",


" Aku mau ",


" Baiklah nanti kita beri tahu semua untuk pergi ke festival ini ",


Setelah itu Eyes dan Alisa melanjutkan jalan jalan mereka ke beberapa tempat.


Alisa sangat menikmati semua itu membuat Eyes senang karena dapat menghibur Alisa.


Hari pun mulai larut Eyes dan Alisa segera pulang agar Stella tidak khawatir pada mereka.


Saat pulang Alisa menceritakan tentang festival itu pada mereka semua.

__ADS_1


Meraka pun menantikan festival itu.


Karena Jadwal festival itu masih jauh Eyes masih sempat untuk melakukan perjalanan menuju laut yang ada di peta pecahan pedang yang di berikan oleh sang peti beberapa hari lalu.


__ADS_2