Ksatria Terakhir : Perjalanan Menuju Gunung

Ksatria Terakhir : Perjalanan Menuju Gunung
Chapter 10 Kekuatan


__ADS_3

Setelah Rolland berbicara seperti itu, lalu ia mendatangi penyihir muda tersebut. Dia menerjang dengan tangan kanan yang maju dengan kekuatan penuhnya sehingga tangan kanannya mempunyai aura kemerahan.


Ternyata serangan dari Rolland telah terbaca oleh penyihir muda tersebut. Sehingga pada saat Rolland telah mendekat, ia bersiap untuk melakukan serangan balik untuk segera melumpuhkan Rolland.


"Haha... Hanya dengan serangan yang seperti ini saja, kau ingin melumpuhkan aku. Jangan bermimpi di siang bolong seperti ini, wahai anak manusia," ejek wanita muda tersebut.


"Haha... Kau jangan sombong seperti itu, karena di atas langit, masih ada langit. Ingat itu, wahai penyihir muda yang sombong," mengingatkan kepada para penyihir yang berada di sana semua.


Karena dia merasa diremehkan oleh para penyihir itu akhirnya amarahnya tidak tertahankan kembali. Emosinya dia meledak mengakibatkan kekuatan penuh bangkit dari tidur panjangnya.


Dari belakang tubuh Rolland keluar aura naga yang sangat mengerikan dan akhirnya naga yang menjadi sumber kekuatan dari dia pun ikut keluar ke arena pertempuran.


Dimana para penyihir berkumpul untuk mengalahkan Rolland yang seorang diri.


"Ternyata manusia ini mempunyai kekuatan legenda juga," ujar salah satu penyihir yang berbadan tegap dan tinggi yang menjulang.


"Iya, benar. Kita harus segera merebut kekuatan legendanya, dia. Agar kita dapat menguasai dunia ini," timpal salah satu penyihir perempuan yang sedikit berambut putih panjang dan memiliki hidung mancung yang bengkok.


"Sudah... Sudah... Biarkan aku yang mengurus masalah kekuatan ini. Karena dia adalah lawan aku," sambung penyihir muda yang memang dari tadi sudah berhadapan dengan Rolland.


"Tidak sopan rasanya apabila kamu mati, sebelum aku memperkenalkan diri kepada lawan, yang pasti akan mati hari ini. Perkenalkan nama aku adalah Alena Whiteblood," ledek penyihir seraya memperkenalkan dirinya kepada Rolland yang dalam kondisi emosi puncak.


"Haha... Kalian memang begitu sombong sekali. Hydra. Ayo, cepat serang mereka," perintah Rolland kepada naga berkepala tiga yang ia beri nama Hydra.


Mendapat perintah langsung dari tuannya, Hydra dengan kekuatan penuh, ia menerjang penyihir wanita muda yang sedang berhadapan langsung dengan Rolland tersebut.


Sebelum Hydra sampai menyerang dirinya, penyihir muda menggunakan jurus "Dark Shield" guna melindungi dirinya dari serangan Hydra.

__ADS_1


"Haha... Hanya segini doang kekuatan kamu penyihir jelek," ejek Hydra yang melihat perisai emas yang melindungi diri penyihir tersebut.


Kepala bagian tengah dari Hydra mengeluarkan semburan api tiga rasa kepada penyihir wanita muda tersebut.


Dengan sangat percaya diri, ia menerima segala serangan dari api tiga rasa yang dimiliki oleh sang naga berkepala tiga ini.


Tetapi ternyata perkiraan dia meleset, karena ia tidak mampu memadamkan api tiga rasa ini. Sehingga teman-temannya yang lain pun ikut menolongnya untuk memadamkan api ini.


Pada akhirnya hujan tiba-tiba turun dari langit, membuat api yang membakar penyihir wanita muda ini padam.


"Kalian semua pergilah, naga ini bukan lawan yang mudah kalian kalahkan. Lebih baik kalian pulang saja kembali ke dalam Sekte Penyihir Alord. Di sana kamu, Anne akan segera sembuh dari luka bakar api tiga rasa ini," ucap kakek tua yang berjenggot panjang dan putih itu.


"Hai, Kakek Tua. Kenapa kau menolong para penyihir jahat itu? Apakah kamu adalah guru dari wanita muda yang baru saja terbakar oleh api dari naga kepala tiga diriku ini?" tanya Rolland kepada kakek tua pengganggu ini.


Karena menurutnya, Rolland dapat dengan mudahnya menang dalam pertarungan ini. Tetapi ternyata ada seorang kakek tua yang entah datang dari mananya dan mengganggu pertempuran dirinya dengan para penyihir yang ingin menguasai kehidupan di Bumi ini.


"Baiklah," ucap Rolland setuju dan mulai mengendorkan kewaspadaan terhadap para penyihir tersebut sehingga pada saat ia berjalan berputar dan mulai memunggungi para penyihir tersebut.


Ada sebuah kilatan cahaya yang memanjang dari atas langit menuju ke arah Bumi dan mulai tertuju kepada Rolland.


Rolland yang telat untuk menghindari serangan dadakan itu hanya bisa melompat dari arus listrik yang menuju ke bawah dengan cepatnya. 


Untuk menghindari cedera yang cukup serius dari efek terkena arus listrik dari serangan belakang dari sang penyihir muda itu.


Setelah kejadian ia diserang mendadak oleh penyihir muda tersebut. Energi dari semua element yang berada di Bumi berkumpul di dalam kepalan tangannya dan dia bersiap untuk menerjang ke arah penyihir muda tersebut.


Dalam hitungan detik, Rolland sudah berada di samping sebelah kanan dari penyihir muda tersebut. Ia meninjukan kepalan tangannya yang telah dia persiapkan dari tadi untuk membalaskan serangan pengecut dari penyihir muda itu.

__ADS_1


Tinjuan yang diberikan oleh Rolland kepada sang penyihir muda itu mengakibatkan ledakan yang cukup hebat, membuat seluruh tubuh dari penyihir tersebut tercerai-berai kemana-mana.


Penyihir yang lain melihat kejadian seperti itu. Membuat emosi mereka tersulut karena salah satu murid genius dari sang kakek mati mengenaskan seperti itu. 


Akhirnya mereka semua mulai menyerang bersama-sama untuk mengalahkan si Rolland ini.


Karena kekuatan Rolland yang telah meningkat tajam, membuat ia menjadi sasaran semua penyihir setelah dia membunuh teman dari penyihir wanita muda.


Dan menjadi target penyergapan dari semua penyihir yang ingin membalaskan dendam temannya. Dan mereka bersiap untuk menyerang Rolland secara bersama-sama dengan menggabungkan seluruh kekuatan mereka.


Mereka mulai mengangkat tongkat mereka ke langit, menghimpun semua kekuatan terbaik dari mereka dijadikan satu untuk menyerang Rolland bersama-sama.


Gelombang kekuatan berkumpul menjadi satu membentuk sebuah bulatan hitam yang sangat kuat dan siap untuk dilemparkan kepada Rolland yang berada didepan mereka.


Akhirnya bola gelombang kekuatan mereka yang telah terkumpul berada di salah satu tongkat penyihir yang paling tua dan kuat.


Rolland yang melihat bola gelombang kekuatan akan menyerang dirinya, ia mulai bersiap untuk membuat pelindung dari kekuatan naga berkepala tiga.


"Wahai, Naga Hydra. Tolong pinjamkan kekuatan kau untuk diriku membuat pelindung dari serangan mereka," teriak Rolland memohon kepada naga perang yang terkuat dari empat ras naga legendaris.


Yang tidak lain adalah naga berkepala tiga dan Rolland memberi nama naga tersebut dengan nama Hydra.


Tidak lama kemudian kepulan asap menghinggapi seluruh tubuh Rolland hingga tertutupi oleh asap putih tersebut. Tidak lama kemudian di langit terjadi fenomena alam yang sangat aneh.


Langit seperti terbakar, karena sekarang dominan warna langit adalah merah keemasan dan ada seperti pusaran yang menyerupai lubang yang terbentuk dari kumpulan awan yang berada langit ini.


Tidak lupa juga kilatan-kilatan petir menyambar ke tanah, membuat para penyihir ini. Berusaha menghindari semua kilatan-kilatan yang terus saja menyambar secara acak ke setiap tempat yang berada penyihirnya.

__ADS_1


Dengan adanya petir ini kekuatan para penyihir mulai berantakan dan tidak teratur. Karena dari setiap penyihir akan menghadapi kilatan petir yang bergerak secara acak dan memiliki daya penghancur yang dahsyat.


__ADS_2