Ksatria Terakhir : Perjalanan Menuju Gunung

Ksatria Terakhir : Perjalanan Menuju Gunung
Chapter 15 Tempat Rahasia


__ADS_3

Kembali lagi pada kondisi Rieza berada


"Terima kasih guru, atas semua jurus-jurus yang telah Guru berikan kepada diriku ini. Eh iya guru, cara aku kembali ke atas bagaimana ya?" tanya Rieza kebingungan untuk mencari jalan untuk kembali ke dalam kamar Rolland tersebut. 


"Kau pejamkan mata kamu sekarang. Guru akan membantu kamu untuk kembali ke dalam kamar milik Rolland itu," perintah Liu Bei kepada Rieza karena ia sudah puas setelah memberikan semua kekuatannya kepada anak manis ini. 


Tetapi pada saat ia masih memejamkan matanya, dirinya sedang berpikir pula, kenapa sang guru bisa mengenal Rolland.


"Apakah Rolland sekuat itu? Sehingga Guru Liu Bei membicarakannya di depan diriku ini, apa yang dimaksud dengan guru itu, kekuatan dasar diriku ini memiliki kesamaan dengan ayahnya Alex yang tidak lain adalah Rolland Xander," pikir Rieza dengan kata-kata yang telah diucapkan oleh Liu Bei itu.


"Rieza, aku tanyakan kembali kepada kamu? Apa kamu yakin ingin kembali ke dalam kamar milik Rolland Xander itu? Atau kau ingin menetap di sini bersama diriku, Rieza?" tanya Liu Bei untuk kembali meyakinkan kepada Rieza untuk segera memilih pilihan yang ditanyakan


"Aku yakin Guru Liu Bei, untuk kembali ke dalam kamar ayahnya Alexander, yaitu Rolland Xander, guru," jawab Rieza penuh keyakinan untuk segera bertemu dengan Guan Yu dan Alexander. 


Meskipun dia baru saja bertemu dengan kedua pria matang itu. Tetapi dirinya telah nyaman tinggal bersama dengan kedua pria ini di dalam rumah milik Alexander. 


Tidak lama kemudian tubuhnya menjadi enteng seperti kapas yang dengan mudahnya dihempaskan hanya dengan lambaian tangan saja. 


Tanpa menunda lagi, Liu Bei mengembalikan Rieza ke dalam kamar Rolland ini. Sedangkan di dalam kamar tersebut, sekarang terdapat Guan Yu juga yang sedang menunggu kehadiran Rieza, yang sekarang menjadi cucu kesayangan dari Guan Yu itu.


Pada saat mereka bertiga sedang bercengkrama, tiba-tiba kepulan asap datang memenuhi seluruh isi dari kamar ini.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba datang asap tebal dalam kamar ini? Kenapa bisa seperti ini, Alex?" tanya Guan Yu kepada Alex yang juga sedang kebingungan atas kejadian yang aneh ini. 


Tetapi berbeda lagi dengan Felysha, yang hanya senyum-senyum sendiri melihat asap tebal yang memenuhi dalam kamar dari Rolland Xander ini. 


"Tidak usah khawatir Tuan Alex dan Tuan Guan Yu. Tuan Rieza sedang kembali ke dalam kamar ini setelah kultivasi tertutupnya tadi. Dia sudah selesai dalam berlatih kultivasinya," jelas Felysha, yang ditanggapi oleh Guan Yu dan Alexander dengan mulut terbuka karena mereka berdua masih tidak percaya. 


Dengan penjelasan yang diberikan oleh Felysha ini. Tetapi ucapan yang telah dikeluarkan oleh Felysha, ternyata menjadi nyata. Karena pada saat asap tebal yang mulai memudar perlahan memunculkan siluet seseorang anak kecil. 


Yang membuat kedua pria matang itu tercengang melihat bayangan yang terbentuk dari pantulan cahaya dari lampu dalam kamar ini.


"Hallo, Ka Alex, Kakek Guan Yu dan Ka Felysha. Aku kembali lagi. Apakah kalian bertiga tidak kangen kepada diriku ini," ucap Rieza terlalu percaya diri, kalau bahwa dirinya pasti dikangenin oleh mereka bertiga. 


"Rieza, kamu dari mana saja? Kakek sangat takut terjadi yang tidak diinginkan kepada dirimu, sayang," ujar Guan Yu yang tidak bisa menutupi rasa khawatir terhadap keadaan Rieza tersebut.


Karena dia tidak ingin terlihat bahwa dirinya ikut menyembunyikan keadaan asli dari Rieza ini. Kalau sampai Guan Yu tahu bahwa Alex mengetahui keberadaan dari Rieza ini. 


Dia tidak akan diizinkan oleh Guan Yu untuk mengikuti kemanapun Rieza pergi. Dan mungkin saja, Guan Yu akan membawa pergi Rieza jauh dari dirinya itu.


"Kamu kenapa, Alex? Kok kamu malah yang jadi tegang seperti itu? Apa yang kamu sembunyikan dari diriku, Alexander?" cecar Guan Yu kepada Alexander. Karena ia merasa bahwa Alexander menyimpan sebuah rahasia dari dirinya.


"Ah tidak mungkin, guru. Mana berani aku menyembunyikan sesuatu dari dirimu itu, guru? Yang ada aku juga sangat khawatir terhadap keadaan dan keselamatan dari Rieza juga," jawab Alex sedikit panik karena ia memang mengetahui posisi asli dari Rieza itu.

__ADS_1


"Ayolah, tuan-tuan semuanya. Jangan bertengkar seperti itu. Yang penting sekarang adalah Tuan Rieza telah kembali dengan selamat dan utuh seperti semula," jelas Felysha yang tidak tahan terhadap pertengkaran antara Alexander dan Guan Yu. 


Pada saat mendengar ucapan dari Felysha itu. Alexander dan Guan Yu membuang nafas panjang dengan kasar, karena apa yang diucapkan oleh Felysha, ada benarnya juga. 


Yang terpenting disini adalah keselamatan dari Rieza. Karena mereka berdua sangat berharap banyak kepada Rieza ini, untuk menolong mereka berdua dari masalah yang menimpa diri mereka. 


Itu sebabnya Guan Yu sangat cemas pada saat Rieza menghilang. Bukan karena Rieza dapat menyembuhkan dirinya, tetapi ia juga sudah sayang kepada Rieza, yang tanpa memandang siapa yang meminta tolong. 


Rieza dengan mudahnya menolong Guan Yu, yang waktu itu sedang kelaparan di pinggir jalan di Kota Peak Green itu.


Padahal pada waktu itu, Guan Yu tidak hanya meminta tolong kepada Rieza saja, tetapi kepada semua pengguna jalan di sekitar rumah makan itu. Yang ternyata pemilik dari rumah makan tersebut adalah muridnya, yang tidak lain adalah Alexander Torreto. 


Dia merupakan murid pertama dari Guan Yu. Dan ia kehilangan kabar dari diri Alex akibat peperangan besar yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 


Pada saat peperangan besar itu. Guan Yu yang menghadang pasukan dari clan kegelapan dan menyuruh Rieza, untuk melarikan diri karena kekuatannya masih tidak sanggup untuk melawan kekuatan besar seperti itu.


Jadi Guan Yu menjadikan dirinya sebagai pelindung untuk para pendekar di bawah kekuatannya dapat melarikan diri. Dan bisa berlindung di belakangnya.


Maksudnya biar ada yang melanjutkan perjuangannya dalam melawan kekuatan hitam yang mulai menguasai dunia pendekar. Hampir setiap pendekar yang kuat akan dijadikan incaran dari kekuatan kegelapan untuk segera dimusnahkan. 


Oleh karena itu ada beberapa pendekar yang selamat dari incaran dari kekuatan kegelapan dengan kondisi cacat kultivasi alias tidak dapat berkultivasi kembali dengan benar. 

__ADS_1


Kalau pun dipaksa. Sumber energi yang dimiliki oleh pendekar itu, akan hancur oleh kultivasinya sendiri. Dan banyak pula yang mendengar legenda dari Gunung Lost Drago itu sebagai penawar dari racun kekuatan kegelapan. 


Tetapi tidak ada satu orang pun pendekar yang dapat masuk ke dalam Gunung Lost Drago. Karena mereka bukan pendekar, karena mereka bukanlah pendekar pilihan dari Gunung Lost Drago itu.


__ADS_2