
Karena diriku ini tidak mempunyai petunjuk apapun tentang keberadaan clan Naga ataupun clan yang lainnya juga," lanjut Rieza yang masih bingung dengan semua jawaban dari Felysha ini.
"Jadi maksud tuan adalah Tuan Rieza ingin mencari tahu keadaan kelima clan legenda itu?" tanya Felysha dengan wajah yang sangat kebingungan terhadap pernyataan dari Tuan Rieza ini.
"Hem sebenarnya bukan hanya itu saja tujuan aku ke Gunung Lost Drago, tetapi mencarikan obat untuk kakek Guan Yu juga. Aku sangat menyayangi dia dan hanya kakek lah yang mau mengajak aku tinggal bersamanya," ujarnya seraya melihat ke atas langit biru pada malam hari ini.
"Aku juga ingin meminta bantuan kamu agar bisa menjadi teman latihan diriku," minta Rieza langsung kepada Felysha yang dari tadi hanya memandang langit saja.
"Hem, baiklah. Aku akan menemani kamu latihan, Tuan Rieza," ujarnya Felysha dengan tetap menundukkan badannya memberi hormat kepada Rieza yang sedang memandang lurus ke depan.
"Ayolah, Felysha. Kamu itu kakak aku dan aku itu bukanlah Tuan kamu tapi kita ini adalah saudara. Itu adalah takdir yang mempertemukan kita sebagai keluarga bukan sebagai budak dan majikannya," Rieza menjelaskan status atas dirinya dengan Felysha.
"Tetapi kalau kamu nyaman dengan status yang seperti itu. Aku akan memenuhinya apapun keinginan kamu, Felysha," lanjutkan Rieza menjelaskan apapun keinginan dan kemauan dari Felysha ini, tidak masalah untuk dirinya.
"Terima kasih, Tuan Rieza. Atas kebijakan yang kamu berikan untuk aku ini," jelas Felysha dengan memberikan senyum terbaik dari dirinya itu.
"Ayo, tuan. Kita pulang sekarang, jangan sampai membuat kakek Guan Yu dan dan Ka Alex, Tuan, jadi khawatir terhadap keselamatan diri kamu Rieza.
"Ok deh. Ayo, kita pulang kakak, sebelum semakin larut," ajak Rieza itu karena melihat langit yang semakin gelap seiring waktu berjalan.
Akhirnya mereka berdua pulang beriringan, seperti kakak beradik. Tetapi ternyata di depan jalan menuju rumah anak segerombolan perampok yang menghadang mereka agar dapat mencapai rumah mereka.
"Hei, perempuan manis. Ayo, kita ikut. Kita akan membuat kamu senang, sayang," ejek gerombolan perampok itu yang sedang menggoda Felysha itu.
__ADS_1
Felysha yang mendengar ejekan dari gerombolan perampok itu hanya dijawab dengan sebuah senyuman sinis dan sorot mata yang tajam.
Tetapi hal tersebut malah membuat segerombolan perampok itu makin senang melihat reaksi dari Felysha itu. Karena provokasi mereka ternyata berhasil membuat Felysha marah dan bagi mereka wajah marahnya itu membuat dirinya semakin cantik.
Rieza yang melihat kejadian tersebut langsung maju ke depan diri Felysha itu dan berusaha untuk melindunginya dari segerombolan perampok yang tak berguna itu.
"Hei, anak kecil. Lebih baik kamu pergi dari sini. Karena kami tidak ingin melukai kamu di sini," anjur salah satu dari gerombolan perampok tersebut.
Rieza yang dipanggil sebutan anak kecil itu hanya tertawa saja. Yang mengakibatkan para perampok ini marah.
Karena awalnya dia hanya meledek anak kecil ini dan berusaha menakuti Rieza itu, tetapi bagi mereka ternyata Rieza adalah anak kecil yang kurang ajar sekali. Dia tidak mendengarkan sama sekali anjuran dari salah anggota perampok itu.
Itu sama saja bagi mereka adalah sebuah penghinaan, yang merupakan segerombolan perampok yang ditakuti di daerah ini. Apa kata masyarakat sini, kalau mereka diremehkan oleh anak kecil ini.
Ini adalah sebuah penghinaan dan anak kecil itu harus membayar mahal hal ini, ya setidaknya membuat anak kecil ini tidak bisa berjalan, agar wajah mereka terselamatkan dari kotoran yang telah dilemparkan oleh anak kecil ini.
Akhirnya salah satu anggota dari segerombolan perampok ini. Maju ke hadapan anak kecil ini dan akhirnya dia melayangkan sebuah tinjuan yang langsung mengarah ke pipi sebelah kanan anak kecil itu. Tetapi tangan dari salah anggota itu langsung ditangkap dengan mudah oleh Rieza ini.
Tidak usah membutuhkan waktu yang lama, Rieza langsung saja mematahkan tangan dari salah satu anggota perampok yang menyerang dirinya. Dan mengakibatkan seluruh anggota murka terhadap tindakan anak kecil ini.
Satu persatu mulai menyerang Rieza secara bergantian, lagi-lagi Rieza dapat menghindarinya dengan sangat mudah. Seolah-olah badannya seperti angin yang sedang berhembus lembut.
Dengan gerakan yang lemah gemulai, dia menghindari semua tinjuan dan tendangan dari segerombolan perampok kecil ini.
__ADS_1
Rieza yang melihat adegan itu hanya menanggapinya dengan seutas senyum tipis dan segera membawa pergi Felysha secepat yang ia bisa. Namun ternyata dugaan dia salah, salah satu anggota dari perampok ini sudah ada di hadapan dirinya.
"Kau mau apalagi? Kalian bahkan untuk menyentuh aku pun tidak bisa, apalagi mengalahkan diriku ini?" tanya Rieza dengan tatapan yang sangat tajam dan menusuk bagi yang melihatnya. Dalam sorot matanya tersebut tersebar aura yang sangat mengerikan.
Yang dapat menekan gerakan dari salah satu anggota yang ada di depannya itu.
"Kekuatan macam apa ini, kenapa aku tadi tidak dapat merasakannya?" gumam perampok yang langsung berhadapan di depan Rieza ini.
"Siapa sebenarnya anak kecil ini? Kenapa dia bisa mengeluarkan aura kegelapan yang sangat tajam seperti ini? Aku pun tidak memiliki aura segelap dirinya itu," lanjut anggota perampok itu bergumam dengan dirinya sendiri.
"Hei, aku tidak mendengar ucapan kamu? Kamu sebenarnya lagi memikirkan apa sehingga dirimu melamun seperti itu?" teriak Rieza yang akhirnya menyadarkan dirinya dari lamunan tentang pikiran bahwa anak sekecil ini dapat mempunyai aura yang sebegitu hebat.
"Hem…! Jangan-jangan kamu sedang memikirkan tentang kekuatan aku berasal ya?" ujar Rieza asal berbicara, tiba-tiba raut wajahnya langsung berubah drastis karena ucapannya barusan.
"Hem…! Sepertinya dugaan aku benar, Ka Felysha. Kita pergi dari sini yuk. Aku sudah ngantuk nih," ujar Rieza kepada sosok perempuan cantik dan manis di sampingnya tersebut.
Lalu mereka berdua berjalan mendekati salah satu anggota perampok itu yang tepat berada di depannya. Dia tetap tidak mau membiarkan mereka pergi dengan mudahnya. Akhirnya membuat Rieza kesal saja.
"Ka Felysha, tolong mundur sedikit dari aku. Rieza akan membereskan pecundang yang ada di depan aku ini," perintah Rieza kepada Felysha. Sehingga ia langsung memundurkan dirinya beberapa langkah ke belakang.
Setelah merasa jarak antara dirinya dengan Ka Felysha ini sudah cukup jauh. Lalu Rieza mengangkat tangannya sedikit lalu mengibaskan ke arah salah satu anggota perampok itu.
Tidak lama kemudian angin langsung muncul dengan kencangnya, sehingga membuat yang menghalangi jalan mereka berdua terbang tersapu oleh angin ciptaannya.
__ADS_1