
“Terima kasih ka. Tapi aku memang belum mengerti apapun tentang kekuatan aku ini karena ini sangat aneh sekali,” ungkapnya dengan menggeleng kepalanya.
“Aku juga baru akan mempelajari kekuatan yang telah aku dapatkan dari sebuah mimpi ini,” ungkapnya semangat karena itu telah membayangkan akan berlatih dengan kakek yang telah ia anggap sebagai keluargaku sendiri.
“Jadi aku sangat berterima kasih dengan kakek karena telah mengizinkan aku berlatih bersamanya,” ujarnya seraya mengingat kembali ucapan sang kakek pada saat di rumah makan tersebut.
“Tenang saja Rieza, aku pun akan membantu kamu dalam melatih kultivasi kamu agar segera dirimu bisa segera membangun pondasi,” menyemangati Rieza agar ia yakin dengan dirinya sendiri bahwa dirinya itu sebenarnya sanggup untuk membangkitkan kekuatan tersembunyi itu.
“Terima kasih kak, karena kakak juga sudah ingin membantu diriku ini, aku sekarang jadi semakin yakin bahwa diriku ini bisa membangkitkan kekuatan tersembunyi ini,” ucapnya dengan bersemangat.
“Woy... Kalian berdua ngapain saja si di atas sana? Kok dari tadi saya tungguin di bawah, tidak turun-turun dari kamar itu,” teriak sang kakek kepada Rieza dan Alex yang sedang berada di lantai dua tersebut.
“Eh itu suara kakek ya. Ayo Ka kita turun ke bawah, kasihan Guan Yu dari tadi telah menunggu kita di bawah,” ajak Rieza kepada Alex seraya menarik tangan kanannya agar dia mengikutinya untuk turun.
Sebelum mereka berjalan menuju pintu dari ruangan tersebut, pintu tersebut malah tertutup dengan sendirinya. Sehingga mereka tidak dapat keluar dari kamar sang ayah.
“Ka, bagaimana ini? Kok bisa pintu kamar ini tertutup sendiri, nanti kita dicarikan oleh kakek karena tidak keluar-keluar dari kamar ini,” jawab Rieza panik karena tidak pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya.
“Rieza, kau tenang lah sedikit biarkan aku berpikir sejenak,” ujar Alex seraya memegang dagunya berpikir untuk mendapatkan jalan keluarnya.
Pada saat Alex sedang memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari kamar ini.
Ternyata ada yang tidak beres dengan lemari yang tadi Alex buka. Dari dalam lemari tersebut seperti ada yang ingin meluncur keluar.
Mereka sudah siap dengan keadaan yang tidak terduga, yang akan segera mendatangi mereka berdua di dalam kamar ini.
__ADS_1
Tidak lama setelah mereka bersiap dengan segala kemungkinan yang ada.
“Syuh... Syuh... Syuh...”
Beberapa anak panah melesat dengan derasnya menghujani mereka berdua yang terletak di tengah-tengah lantai kamar tersebut.
“Plak... Plak... Plak...” Suara kaki mereka pada saat menghindari semua anak panah, yang sedang mendatangi mereka.
“Hosh... Hosh... Hosh...” Deru nafas mereka berpacu lebih cepat setelah menghindari semua anak panah yang menyerang.
“Huft... Kenapa anak panah ini bisa-bisanya keluar, dengan sendirinya dan langsung menyerang kita berdua bersamaan seperti ini,” pikir Rieza tentang semua kemungkinan yang terjadi sekarang.
“Hai, anak kecil, itu anak panah bisa menyerang kalian berdua karena segel di dalam kamar ini telah aktif,” jawab naga yang terdapat di dirinya ini.
“Hah...? Segel? Maksudnya apa? Apa yang kamu maksud itu adalah, di dalam kamar ini terdapat pelindung untuk melindungi harta karun di dalam kamar ini?” tanya Rieza dengan wajah yang heran.
“Terus bagaimana aku bisa keluar dari sini, kalau terdapat segel di dalam kamar ini,” pikir Rieza agar ia bisa secepatnya keluar dari dalam kamar ini.
“Hanya mengandalkan kekuatan kamu tidak akan bisa keluar dari sini, Rieza. Lebih baik kamu percayakan masalah ini kepada aku saja,” anjur naga berkepala tiga untuk membiarkan dia saja yang mengurus masalah segel tingkat bumi ini.
“Hah? Apa tidak berlebihan kalau kau yang turun tangan untuk membuka segel ini Hydra?” tanya Rieza kepada sang naga yang sudah semakin tidak sabar ingin menunjukkan kekuatannya.
“Hah? Hydra? Siapa yang kau panggil dengan sebutan Hydra?” tanya naga berkepala tiga senang mendapatkan sebuah panggilan khusus dari pemiliknya.
“Iya, Hydra yang aku maksud adalah dirimu naga berkepala tiga. Hydra adalah nama kamu sekarang, wahai naga berkepala tiga,” timpal Rieza yang sangat senang dengan nama tersebut.
__ADS_1
“Apa kamu senang, naga kepala tiga? Dengan nama yang aku berikan kepada kamu,” lanjut Rieza yang sedang berbicara dengan sang naga di dalam dirinya.
“Hei, Rieza. Kamu sudah mendapatkan bagaimana kita bisa keluar dari sini? Karena dari tadi aku melihat kamu senyum-senyum sendiri, seperti sudah mendapatkan jalan keluar dari masalah kita,” ungkap Alex yang melihat tingkah dari Rieza yang terlihat lebih senang sekarang dari pada sebelumnya.
“Iya memang sudah kakak, tetapi mungkin kakak sedikit menjauh dari diriku dahulu,” Rieza memperingati Alex agar menjauhi dirinya.
Setelah berbicara seperti itu tiba-tiba dari dalam tubuh Rieza memancarkan aura yang sangat mengerikan sehingga perlahan-lahan segel yang terdapat di dalam kamar tersebut.
Mulai mengalami retakan-retakan disetiap sisinya dan mulai kekuatan dari kekuatan segel ini sudah menurun drastis.
Disaat yang bersamaan dengan bangkitnya aura Rieza
“Aura mengerikan apa ini? Apa Rieza telah mengaktifkan kekuatan dari naga yang terdapat di dalam dirinya? Karena sumber aura mengerikan ini di kamar yang berisi Rieza dan Alex berada,” pikir Guan Yu, ia sedikit takut kalau kekuatan Rieza diluar kendali dirinya.
“Aku harus segera ke atas, untuk antisipasi apabila Rieza kehilangan kendali atas dirinya sendiri,” gumam Guan Yu, khawatir atas kondisi Rieza yang sedang mengamuk seperti ini.
Guan Yu dengan cepat menapaki anak tangga yang cukup tinggi, karena ia sangat mengkhawatirkan kondisi dari Rieza, yang sekarang sedang lepas kendali dan ingin mencegah keadaan yang diluar kontrol dari diri Rieza sendiri.
Posisi Guan Yu sekarang adalah berada tepat di depan pintu kamar lantai dua, dimana mereka berdua sedang berada di dalamnya.
Kembali lagi ke dalam kamar
Alex yang takut terjadi hal yang tidak diinginkan oleh Rieza, dia berusaha mendekatinya tetapi tiba-tiba aura kegelapan Rieza membesar.
“Kak, stop! Jangan mendekati aku sekarang, Ka! Karena aku sedang dikendalikan oleh kekuatan Hydra. Jadi aku pun masih belum bisa mengendalikan kekuatan ini. Jadi kakak, jangan melewati perisai yang telah aku bentuk untuk kakak,” ancam Rieza karena takut kekuatannya menyakiti Alex apabila ia mulai mendekat.
__ADS_1
“Tetapi apa kamu yakin? Bahwa meminjam kekuatan dari Hydra bisa membuka segel yang telah dibuat oleh ayahku ini, Rieza?” tanya Alex meyakinkan dirinya sendiri.
“Aku yakin, Ka. Dengan kekuatan dari Hydra ini dapat menghancurkan segel yang telah dibuat oleh paman ini,” jawab Rieza dengan mata yang berbinar penuh harapan itu.