
Tetapi pada saat ia ingin mencari kembali di luar rumah. Pintu utama yang terletak di ruang tamu itu terbuka dengan sangat kecil yang hanya cukup untuk satu orang saja ke dalamnya.
Membuat Alex dan Guan Yu penasaran siapa yang pulang malam-malam seperti ini. Tetapi semakin ia membuka pintu itu lebar. Aura dari seorang anak kecil begitu terasa sekali untuk Alex dan Guan Yu.
"Akhirnya Rieza, kamu pulang juga. Kemana saja diri kamu tadi? Dan kamu juga Felysha bukan memberi kabar kepada Guan Yu?" tanya Guan Yu kepada Felysha dengan tatapan yang tajam.
Yang hanya ditanggapi oleh sebuah senyuman jahat oleh Felysha. Dan Felysha mengangkat Rieza dalam pelukannya membawa dirinya ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Kenapa kamu menggendong aku sampai ke dalam kamar, Felysha. Padahal Rieza dapat ke atas sendiri," ujar Rieza yang menolak untuk digendong oleh Felysha tersebut.
"Kenapa Tuan Rieza menolak niat baik saya. Padahal Felysha hanya ingin selalu berada di sisi Tuan Rieza dan melindungi kamu," lirih Felysha yang netranya mulai berkaca-kaca akibat ucapan dari Rieza itu.
"Eh aku tidak bermaksud seperti itu kok, Felysha. Hanya saja aku sedikit malu apabila tidur dengan seorang perempuan dalam satu kamar," jawab Rieza asal agar Felysha tidak terlalu bersedih, karena ucapan yang barusan saja diucapkan oleh Rieza itu.
"Berarti Tuan Rieza tidak masalah dong, kalau aku ikut tidur dengan diri Tuan kan?" tanya Felysha memastikan kembali apa keputusan dari Tuan Rieza.
"Iya tidak masalah kok, Ka Felysha. Aku malah senang ada yang menemani aku saat tertidur pulas," jawab Rieza dengan mengulas sebuah senyuman yang sangat manis.
Setelah perbincangan singkat antara Rieza dan Felysha. Mereka berdua melanjutkan untuk menaiki tangga dan segera menuju ke dalam kamar untuk langsung beristirahat.
Pada saat sudah memasuki kamar itu, Rieza langsung menuju ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum naik ke atas tempat tidurnya. Karena sangat tidak nyaman apabila naik ke atas kasur sebelum bersih-bersih terlebih dahulu.
Setelah selesai bersih-bersih, Rieza akhirnya naik ke atas kasur dan tidur berbarengan dengan Felysha. Di dalam mimpi dia bertemu kembali dengan Hydra.
"Kenapa Rieza bisa masuk ke ruang hampa ini lagi? Padahal kan aku sekarang ingin tidur," gumam Rieza berpikir sejenak karena dirinya bukan tertidur malah masuk ke dalam dunia hampa milik Hydra kembali.
__ADS_1
"Hai, Tuan Rieza! Maafkan saya ya, karena telah menarik Tuan Rieza masuk ke dalam dunia hampa milik Hydra. Sebenarnya ada yang ingin aku berikan kepadamu, Tuan Rieza," ujar Hydra seraya memberikan kekuatan yang sangat besar ke dalam diri Rieza itu.
Pada saat dirinya menerima semua kekuatan yang telah diberikan oleh Hydra tersebut. Dari dalam tubuh mulai bereaksi, tubuhnya aslinya mulai panas tinggi, keringat sebesar jagung pun ikut keluar memenuhi seluruh tubuh dari Rieza ini.
Sehingga membuat Felysha yang sedang memeluk diri Rieza pun, merasakan hawa panas yang sangat tinggi dari tubuh Rieza ini. Dia yang kaget, segera saja dirinya menuju ke arah dapur dari rumah ini.
Dirinya mengambil sebuah baskom yang telah dia isi dengan air dingin, guna mengompres Tuan Rieza itu. Dan dia segera berlari ke arah kamarnya kembali. Untuk segera merawat Tuan Rieza itu.
"Kenapa tiba-tiba tubuh Tuan Rieza menjadi sepanas ini. Padahal sebelumnya dirinya masih baik-baik saja, bahkan sebelum naik ke atas kasur pun malah masih sempat untuk bersih-bersih terlebih dahulu," pikir Felysha melalang buana karena dia sudah tidak tahu harus merawat Tuan Rieza nya harus seperti apa.
Di saat yang bersamaan
Di dalam mimpi Rieza dapat merasakan banyak sekali jurus-jurus yang masuk ke dalam ingatan. Sehingga dia secara perlahan mulai memejamkan matanya, dirinya sedang memperhatikan satu per satu jurus-jurus tersebut.
Selanjutnya dia masih tetap bergerak sesuai dengan gambar yang sedang dirinya pelajari sekarang. Hingga akhirnya Rieza selesai mempelajari semua teknik yang telah diberikan oleh Hydra ini.
Kembali lagi ke keadaan Felysha
Setelah arwah Rieza selesai mempelajari semua jurus-jurus dari Hydra tersebut. Tubuhnya mulai kembali dengan normal, tetapi dengan seiring waktu berjalan.
Di keningnya muncul sebuah tanda segel yang retak, hingga membuat tubuh dari Rieza ini memanas kembali. Membuat Felysha semakin takut akan kejadian yang tidak diinginkan.
Tetapi ternyata prediksi dia salah. Tubuh Rieza yang awalnya kecil, perlahan-lahan berubah menjadi tubuh orang dewasa pada umumnya. Dan bentuk dari wajah Rieza pun semakin tampan dengan kaki yang jenjang. Badan yang telah terbentuk disertai oleh tangan yang kekar pula.
"Hah? Bagaimana ini bisa terjadi? Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh Tuan Rieza dalam mimpinya ini. Kenapa sekarang tubuhnya menjadi seperti orang dewasa seperti ini?" gumam Felysha yang masih heran dengan kejadian yang terjadi di depan matanya ini.
__ADS_1
"Tapi dilihat-lihat wajah Tuan Rieza, sekarang semakin tampan ya. Eh, kenapa aku bisa menyukai Tuan Rieza ini?" batin Felysha mulai berbisik. Ia sudah lama tidak melihat laki-laki yang seperti Tuan Rieza ini.
Yang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan karisma seorang pemimpin. Dia seperti melihat kembali Tuan Rolland dalam tubuh Rieza ini. Sehingga kenangan akan Tuan Rolland terlintas kembali dalam pikiran Felysha ini.
Di saat mata Felysha mulai berkaca-kaca. Rieza mulai bangun dari tidurnya, dia yang bangun kaget akibat latihan yang dialami dalam mimpinya ini, membuat keringatnya semakin banyak yang mengalir dalam tubuhnya ini.
Dengan tergesa-gesa Rieza langsung membuka kaos yang dirinya pakai ini. Pada saat kaos itu ingin ia pegang, malah yang terpegang olehnya adalah hanya potongan dari kaos tersebut. Membuat Rieza tercengang dengan perubahan dalam tubuhnya ini.
"Kenapa tubuh aku kembali seperti dahulu lagi? Apakah latihan yang di dalam mimpi itu dapat menghancurkan segel dari seorang nenek jahat waktu itu ya?" gumam Rieza yang masih tetap berpikir tentang kemungkinan itu.
"Ehem… Ehem…"
Suara dari Felysha ini membuyarkan lamunan dari Rieza yang masih berpikir tentang segel dan jurus itu secara bersamaan.
"Eh iya aku lupa. Kalau aku sekarang sedang tidur bersama kamu Felysha," jawab Rieza bingung dengan keadaan yang canggung ini.
Setelah berbicara sepatah kata seperti itu, Rieza langsung saja keluar dari kamar tersebut. Guna membiarkan Felysha saja yang tidur di dalam kamar, sedangkan dirinya akan tidur di ruang tamu saja.
Tetapi pada Rieza ingin melangkah turun menuruni anak tangga ini. Tangannya ditahan oleh Felysha ini. Karena dia tidak ingin ditinggalkan oleh Tuan Rieza tersebut.
Rieza yang telah ditahan oleh Felysha, akhirnya memandang wajah dia yang tiba-tiba menjadi sendu.
"Kamu kenapa Felysha? Aku hanya ingin tidur di ruang tamu saja, dan kamu tetap tidur di dalam kamar itu," ungkap Rieza seraya menunjuk kamar yang baru saja dirinya keluar.
"Aku… Aku… Tidak terbiasa tidur sendirian Tuan Rieza. Aku ini sebenarnya penakut," bujuk Felysha agar Rieza tidak meninggalkan dirinya sendirian di dalam kamar tersebut.
__ADS_1