
Setelah petir mulai semakin banyak yang menyambar ke area dimana para penyihir berkumpul.
Tetua dari para penyihir tersebut menginstruksikan kepada semua penyihir muda untuk mundur dalam peperangan besar ini.
Karena kalau pun ingin dilanjutkan. Mereka tidak memiliki kekuatan yang dapat menandingi kekuatan gabungan antara clan manusia dengan clan naga legenda dari Puncak Gunung Lost Drago ini.
Membuat para penyihir menyudahi berbagai serangan mereka dan mereka bersiap untuk melarikan diri. Tetapi hal itu bukanlah mudah untuk mereka. Karena tanpa disadari oleh para penyihir ini.
Kekuatan yang menaungi pada diri Rolland Xander, keluar dari dalam tubuhnya dan menampakkan wujud asli yang sebenarnya adalah seekor naga berkepala tiga.
Dia adalah clan naga yang paling kuat diantara keempat ras lainnya, tetapi bukan berarti mereka tidaklah kuat.
Mereka mempunyai arena bertempurnya masing-masing. Antara semua clan naga legenda itu.
Naga yang menaungi pada diri Rolland adalah clan naga dari Weilian. Ia adalah naga terkuat yang berada dalam Gunung Lost Drago ini. Meskipun dia memiliki tiga kepala, tetapi yang paling dominan diantara tiga kepala tersebut adalah element air.
Karena element air dapat mengatasi semua jenis serangan yang ada. Weilian pun disebut-sebut sebagai pemimpin dari keempat bagian clan naga yang terkuat. Sehingga dari semua clan naga, Weilian lah yang paling ditakuti oleh para naga lainnya.
"Itulah kejadian yang aku ingat pada saat pertempuran di Gunung Lost Drago. Yang dimana Felysha disuruh bersembunyi di dalam gua," ujar Felysha menjelaskan kejadian pada dalam beberapa ratus tahun yang lalu.
"Jadi seperti itulah kejadian pada saat ayah aku mendapatkan kekuatan dari clan naga legendaris tersebut," tanya Alex kepada Felysha, yang masih menunggu tanggapan dari Rieza maupun Alexander.
"Benar tuan"
__ADS_1
"Apakah kamu yang bernama Rieza?" tanya Alex, seraya menunjuk ke arah dimana Rieza sedang berdiri di samping Alexander.
"Memangnya ada apa? Kamu mencari diriku, Felysha?" berbalik bertanya kepada Felysha yang sedang meyakinkan dirinya bahwa dia adalah anak yang terpilih sesuai dengan ucapan Tuan Rolland sebelum dia mati dalam pertempuran dengan para penyihir.
"Aku hanya ingin memberikan benda ini kepada dirimu, Tuan Rieza," ungkap Felysha seraya menyerahkan sebuah pedang panjang yang tidak terlalu lebar itu.
"Hah…? I-ini… I-ini… Kan pedang yang ada di dalam mimpi diriku ini," kaget Rieza bahwa ternyata pedang yang terdapat dalam mimpinya ada pada Felysha dari clan elf timur tersebut.
Pada saat pedang yang telah diserahkan oleh Felysha itu. Sudah berada di tangan Rieza. Pedang tersebut memancarkan aura yang menyilaukan mata kepada semuanya.
"Aura ini? Sama seperti pada saat pedang ini dipegang oleh Tuan Rolland untuk menghadapi para penyihir dari dunia kegelapan," gumam Felysha berpikir bahwa Rieza adalah anak yang telah diramalkan sesuai dengan ucapan Tuan Rolland itu.
"Ada apa Ka Felysha? Ada yang aneh ya, pada saat aku memegang pedang ini?" tanyanya heran karena melihat wajah Felysha tidak berkedip sama sekali dari pedang ini. Seolah-olah dia terhipnotis pada Pedang Katana yang ia berikan ini.
"Tadi tuh aku bertanya. Felysha ada yang salah ya, apabila pedang ini aku yang pegang?" jelas Rieza kepada Felysha. Yang sekarang menyimak pertanyaan dari Tuannya itu.
"Oh itu toh pertanyaannya. Tidak ada yang salah kok, tetapi kekuatan dan aura ini. Sama persis seperti pada diri Tuan Rolland," ujar Felysha menjelaskan apa yang ia lihat dan rasakan sekarang.
"Hah? Bagaimana mungkin? Aku dan Rolland bisa mempunyai aura yang sama?" gumam Rieza yang hampir mendekati berbisik.
"Itu karena kalian berdua mempunyai spirit naga legendaris di dalam, tetapi milikmu adalah yang paling terkuat dalam sepanjang sejarah, Rieza," ujar Hydra yang dapat mendengarkan gumam dari Rieza itu.
"Jadi seperti itu ya, Hydra? Spirit naga aku adalah spirit naga yang paling kuat dalam sejarah dari clan manusia ini?" tanya Rieza memastikan pendengarannya tidak salah mendapatkan informasi.
__ADS_1
"Hehe… Patut aku coba nantinya. Setelah aku keluar dari kamar jebakan ini. Diriku ini akan mencoba kekuatan dari Pedang Katana ini," teriaknya dari dalam kamar sehingga penghuni yang berada dalam kamar maupun yang di luar pun dapat mendengar teriak dari Rieza ini.
"Hei… Kamu sudah gila ya, Rieza. Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu," protes Alex yang sedikit tidak suka atas sikap kekanak-kanakan Rieza yang tiba-tiba saja itu.
"Aku tidak gila kok, Ka Alex. Tetapi aku hanya ingin melampiaskan rasa senang diriku ini dengan cara yang berbeda, Ka! Karena ini adalah pedang yang aku lihat di dalam mimpi aku ini," ujarnya bangga karena pusaka yang berada di dalam mimpinya, sekarang berada dalam genggaman tangannya.
"Memang seberapa dahsyatnya pedang ini, kalau kamu yang mengendalikannya?" tanya Alex yang penasaran akan kekuatan asli dari pusaka legendaris yang dimiliki oleh sang ayah ini.
"Kekuatan dari pedang ini, sangatlah besar, Tuan. Bahkan mungkin bisa menghancurkan rumah ini, hanya dengan gerakan sayatan kecil saja," ujar Felysha menjelaskan seberapa kuat energi yang dimiliki oleh pedang legendaris warisan dari Rolland Xander ini.
"Bagaimana Felysha? Jadi sebesar itu kah kekuatan dari pedang legendaris ini? Dan apakah pedang ini mempunyai jurus pamungkasnya, Felysha?" tanya Alex dengan mata yang berbinar-binar setelah mendapatkan penjelasan tentang kekuatan asli dari pedang legendaris ini.
"Dengan aku memiliki pedang ini. Diriku dapat membantu orang lain yang dalam kesusahan," ucapnya bangga karena dirinya merasa sekarang sedikit berguna setelah mendapatkan beberapa keajaiban ini yang tidak tahu asal muasalnya.
"Felysha. Ayo, temani saya latihan!" ajak Rieza kepada Felysha untuk membimbing dia dalam latihan.
"Tunggu sebentar ya, Tuan. Aku buka segel yang ada di dalam kamar ini. Setelah itu baru kita bisa keluar dari sini, Tuan Rieza," jawab Felysha dengan tersenyum menanggapi permintaan Rieza itu.
Setelah menjawab permintaan Rieza itu. Felysha membaca mantra untuk menghilangkan segel yang terdapat di dalam kamar tersebut.
Setelah selesai Felysha membaca mantra, tiba-tiba kepulan asap datang menyelimuti seluruh area dalam kamar ini. Setelah menunggu beberapa saat, kepulan asap yang tebal tadi lama kelamaan mulai memudar dan menghilang seutuhnya.
Aura di dalam kamar tidur milik Rolland mulai berkurang dan menghilang, tetapi terjadi pergerakan dari rumah milik Alexander ini. Letak lantai dua ini mulai bergeser.
__ADS_1
Dan menunjukkan keanehan seperti awal, Rieza dan Alex datang ke sini. Keramik yang terdapat dalam kamar tersebut mulai tersusun dan terdapat sebuah goresan pola gambar yang unik terukir di atas keramik lantai kamar ini.