
"Tuan, apa kamu sudah siap untuk menghancurkan segel ini?" tanya Hydra kepada tuannya. Yang sekarang tubuhnya sedang dipinjam olehnya.
"Tentu saja lah, Hydra. Ayo, kita lakukan sekarang," ajak Rieza agar segera Hydra menggunakan kekuatan penuhnya untuk menghancurkan segel yang telah dibuat oleh paman Rolland itu.
"Hai, segel tingkat bumi cepat tunjukkan wajah aslimu atau aku..." ujar Hydra menggantung ucapannya sebelum ia benar-benar bertindak.
Tidak lama kemudian kekuatan segel itu menghilang dan digantikan oleh kepulan asap putih yang mengelilingi tubuh Rieza ini.
"Kepulan asap apa itu? Kenapa hanya mengelilingi tubuh Rieza saja? Kenapa tidak semua ruangan ini yang dikelilingi oleh asap putih tersebut," tanya Alex kepada dirinya sendiri penuh dengan keheranan.
"Hah...? Rieza telah bergabung dengan Hydra? Bagaimana mungkin ini terjadi secepat ini?" pikir Guan Yu yang ikut bingung dengan kejadian ini.
Tidak seperti biasanya, seekor Hydra dapat dengan mudahnya mengakui manusia biasa sebagai temannya. Atau lebih tepatnya sebagai partner tempurnya.
"Berarti Rieza memang anak yang terpilih, sesuai dengan ramalan yang terjadi ratusan tahun, yang lalu sebelum clan naga punah dari muka bumi ini," ucap Guan Yu berbicara sendiri.
Tiba-tiba kepulan asap putih tersebut berubah menjadi seorang perempuan cantik dengan pakaian warna dominan pink, coral pakaian yang ia pakai agak sedikit menonjol barang berharga miliknya tersebut.
Dia mempunyai wajah yang manis dan kulit yang putih. Telinga yang sedikit runcing dan mempunyai hidung yang mancung.
"Hormat saya kepada Dark Dragon, maafkan hamba tuan. Saya tidak bermaksud untuk menyulitkan tuan di dalam kamar ini, tetapi ini adalah perintah dari tuanku sebelumnya," ujar perempuan manis itu.
"Agar aku menjaga tempat ini untuknya dan aku harus menunggu hingga datang seorang anak kecil yang mampu memanggil kekuatan Dark Dragon di dalam dirinya. Pada saat aku sudah bertemu dengannya, diriku ini disuruh mengabdi kepadanya," lanjut perempuan manis itu kepada Hydra yang tidak lain adalah Rieza.
__ADS_1
"Itulah yang diucapkan oleh Tuan Rolland sebelum kematiannya pada saat ia bertarung dengan kekuatan kegelapan," ucapnya seraya menahan tetesan bening yang akan mengalir dari mata indahnya.
"Apa yang terjadi dengan paman Rolland, wahai perempuan manis. Coba jelaskan lebih detail lagi soal kematian paman Rolland," bujuk Rieza kepada perempuan yang berada dihadapannya sekarang.
Ya dia adalah Rieza, dia telah mengendalikan tubuhnya kembali setelah ia mendengar nama Rolland disebut oleh perempuan manis tersebut.
"Mohon maaf tuan-tuan semuanya. Aku lupa memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya adalah Felysha, aku berasal dari clan elf timur di Gunung Lost Drago," ujar Felysha memperkenalkan dirinya sendiri.
"Aku telah diselamatkan oleh Tuan Rolland pada saat pertempuran besar di Gunung Lost Drago waktu itu. Pada waktu itu pertarungan sengit sedang berlangsung antara Tuan Rolland dengan seorang penyihir muda yang cantik jelita," jelas Felysha kepada kedua tuannya ini
"Dia berbicara dengan aku. Hai, kamu yang berpakaian serba pink berlindung lah di belakang diriku, aku akan melindungi dirimu," ujar Felysha yang sedang mengingat kembali kejadian waktu peperangan tersebut.
Kembali ke beberapa ratus tahun yang lalu
"Hai, wanita sombong. Jangan kamu mempunyai kekuatan yang sangat hebat, kau jadi seenaknya menghancurkan tempat orang lain dan memperbudaknya," ujar Rolland muda memperingati penyihir muda tersebut.
"Cih, apanya yang tidak sebanding dengan kau penyihir jahat," ledek Rolland kepada penyihir tersebut seraya bersiap-siap mengambil pedang dari sarungnya.
"Sret... Sret... Sret..." Cahaya kilat mengarah langsung ke tubuh Rolland. Dengan lincahnya Rolland menghindari semua sihir yang dilancarkan oleh wanita muda tersebut kepadanya.
"Haha... Hanya segini doang kemampuan kamu, penyihir jelek. Tidak ada satupun jurus yang mampu mengenai diriku sama sekali dari tadi," ejek Rolland dengan memeletkan lidahnya ke hadapan penyihir muda itu.
"Sialan, manusia ini, cukup lincah juga dia. Dapat menghindari semua serangan dari diri aku ini," gumam penyihir, kesal karena dari semua serangannya dapat dihindari dengan mudahnya.
__ADS_1
"Tidak seperti pada manusia umumnya, Rolland berbeda, dia dengan mudah menghindari semua serangan yang aku lancarkan tadi, pasti dia seorang kultivator yang berbakat," pikir penyihir itu dengan segala kemungkinan yang ada.
Rolland yang melihat ketidak fokusan dalam bertarung muncul pada wanita ini, dia menyerang dengan segenap kekuatannya, karena apabila wanita ini benar-benar fokus pada lawannya.
Rolland tidak akan mempunyai kesempatan lagi untuk menyerangnya. Itu dikarenakan perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh tetapi disini, Rolland masih diuntungkan oleh pedang yang ia bawa selama ini.
Karena pedang tersebut adalah salah satu dari lima pusaka legendaris yang jatuh ke bumi, hadiah dari langit karena dahulunya bumi sangat tentram dan damai.
Pada akhirnya yang terjadi adalah perebutan pusaka-pusaka legendaris oleh manusia-manusia serakah akan kekuatan dan kedudukan sehingga menimbulkan banyaknya pertumpahan darah dimana.
Sehingga akhirnya Tuhan berkata lain. Akhirnya datang juga hari dimana kekuatan kegelapan dan cahaya akan saling bertarung memperebutkan kekuasaannya di muka bumi ini.
Inilah yang sedang dihadapi oleh Rolland dan perempuan muda yang manis tersebut.
Yang berada di belakang tubuh tegapnya Rolland. Ia memang disuruh sembunyi oleh Rolland karena dia tidak mau, clan elf timur dari Gunung Lost Drago benar-benar dimusnahkan oleh penyihir jahat ini.
"Kau masuklah ke dalam gua yang berada tepat di hadapan kamu sekarang. Biarkan aku menghadapi penyihir jahat ini sendirian saja di sini," pintar Rolland agar perempuan manis itu segera bersembunyi di dalam gua tersebut.
"Ta-tapi... Tu-tuan tidak akan bisa mengalahkan dia hanya dengan kekuatan tuan yang sekarang, dia berada ditingkat langit sedangkan tuan ditingkat bumi menengah, jadi akan sangat sulit untuk mengatasi kekuatan tingkat langit seperti dia," ujarnya khawatir akan keselamatan Rolland yang bertempur untuk dirinya itu.
"Yang perlu kamu perhatikan sekarang adalah keselamatan dari generasi clan elf timur dari Gunung Lost Drago ini, karena hanya kamu lah yang cocok dengan anak kecil dalam ramalan tersebut, wahai perempuan manis," ujar Rolland yang sedang berusaha membuat dirinya dipercaya oleh elf perempuan ini.
"Aku Rolland, salam kenal," ujar Rolland.
__ADS_1
"Aku Felysha, salam kenal juga," ujar Felysha dengan senyum indah yang tidak pernah hilang dari wajah manisnya tersebut.
"Baiklah Felysha, aku titipkan pedang ini bersama kamu ya, tolong bawa pedang ini kembali ke dalam kamar aku di sebuah rumah dengan nuansa klasik eropa di barat kota Stoneroll," ujar Rieza seraya melemparkan pedangnya kepada Felysha yang akan menjaga rumah tersebut.