
*Hp mu berdering* kamu menjawab telfon dari mama mu
Ya halo ma "jawabmu
lia kamu beneran minggat ya? kamu ga inget mama bilang apa? astagfirullah liaaaaa "Ucap mama mu panjang lebar
Ma tarik nafas ma lia ga minggat ini cuma keluar cari udara seger. Siapa juga yang berani minggat kalo bakal dibotakin "Ucapmu
Riyan menahan tawanya didepanmu dengan sedikit tarikan bibir tipis.
yaudah pulang sekarang papa udah mau ngejawab soal yang kemaren "Ujar Mama mu
Yaudah lia balik "jawabmu
*telepon mati*
Gue balik duluan ya "Ucapmu memandang ke arah riyan kemudian berdiri
Lo gabisa disini lebih lama? "ucap riyan masih memandang sunrice dan menahan tanganmu
Lah udah gede masih minta ditemenin udah lupa ya kalo kita ini musuh bebuyutan.
gimana ya gue juga kan mau denger jawaban bokap gue. tapi mukanya sedih banget kayak orang mau kehilangan bumi bisa ga sih mukanya biasa aja.
Ha? tapi gue... "Riyan ikut berdiri kemudian langsung memelukmu tanpa bicara sedikitpun
eh apa apaan nih, dia pikir meluk gue gratis? apa gue nyuruh nambahin mahar gue aja ya kalo gue nikah nanti, kan yang meluk pertama dia. kalo calon suami gue tau gue pernah dipeluk cowok lain gimana kalo mahar gue berkurang juga gimana hah?
jomblo jomblo gini gue juga mikirin jodoh gue apalagi yang meluk gue tunangan orang.
Yan.... "Ucapmu dengan lembut mencoba mengerti situasi
__ADS_1
2 menit aja lia "jawab riyan
O..okee "ucapmu masih bingung dengan situasi dan mematung
2 menit berlalu riyan melepaskan pelukannya, dia seperti telah mendapatkan sebuah energi berkali kali lipat
Eh ini gue meluk makhluk hidup ga sih? "Ucap riyan melepaskan pelukannya
Lo pikir lu meluk apaan? pohon? "Jawabmu kesal
Iyanih kek meluk ranting pohon "Lanjut riyan
Enak aja lo, gue ga sekurus itu "Ucapmu dengan mulut maju beberapa senti.
Bokap lo beruntung yah "Ucap riyan
Kenapa? "Tanyamu
Punya anak cantik "Jawab riyan dengan tatapan ke arah lain
Bilang ke orangtua lo, punya anak cantik jangan cuma satu kasian yang lain ga kebagian wkwk "Ucap riyan kemudian berjalan memutar arah ke rumahmu
Kayak lo kebagian aja iyuh "Jawabmu kemudian melangkah melewati riyan dengan cepat
BRUKKKKKKK!!
Liaaaa "Ucap riyan kaget kemudia berlari ke arahmu
duhhh kenapa pake ada drama jatoh segala sih kan malu yaallah
Eh pergelangan kaki lo berdarah "Ucap riyan
__ADS_1
pantesan sakit haha "Ucapmu menahan malu
Bisa jalan? "Tanya riyan
Bisalah, gue kan cewe kuat "Jawabmu
Yaudah berdiri gih "Ujar riyan kemudian berdiri duluan dan melangkah
Yaaaaaaannnnnnnn.... "Teriakmu
*Riyan menoleh*
Gendong hehe "Ucapmu dengan wajah memohon bantuan karna ternyata kakimu keseleo
Udah gue tebak sih, cewe kuat bakal ada dipunggung gue "Ucap riyan dengan senyum tipisnya
*Riyan menggendongmu dipunggungnya berjalan perlahan mengantarmu pulang*
dalam suasana hening
*akhirnya kalian sampai dirumahmu*
Lia dari mana aja sih? trus ini kenapa kakinya"Tanya mama mu
Ini tadi ga sengaja jatoh makanya ditolongin riyan "Ucapmu sambil turun dari punggung riyan
Eh riyan, kamu ini ternyata anak pak prayoga ya? tante baru liat foto kamu tadi yang dikirim papa kamu ke papa lia "Ucap mama mu dengan senyum manisnya
Eh kok? "Ucap riyan penasaran
Loh kalian belom pada tau kalo kami itu sahabat lama dan karna kalian berdua punya niat buat ke jakarta jadi kami semua sepakat kalian dijodohin setelah lulus SMA. minggu depan kan kalian udah Ujian jadi setelah lulus bakal di cepetin biar kalian bisa ke jakarta bareng "Ucap mama mu dengan bahagia
__ADS_1
apa? kita belom bicarain ini yah ma kenapa jadi seenaknya gini "Ucapmu kaget kemudian masuk tanpa banyak bicara dengan kaki sedikit pincang
BERSAMBUNG