Ku Mau Dia

Ku Mau Dia
KMD 16


__ADS_3

setelah resmi berpacaran hubungan gilang dan diana semakin dekat dia pun selalu berusaha membuat diana mencintainya.


walau pun akan sulit tapi dia akan bersabar untuk itu.


seminggu sudah mereka menjalin hubungan dan mereka berniat untuk segera meresmikannya di depan keluarga mereka.


baik gilang maupun diana sama - sama meminta keluarga mereka untuk datang ke bali, mereka memutuskan acara lamaran, akad dan juga resepsi akan di laksanakan di sini.


setelah acara lamaran selesai kini mereka sedang membicarakan soal pernikahan yang akan di selenggarakan 3 bulan lagi dari sekarang.


mereka sangat antusias membahas semunya.


" yang seminggu lagi aku balik ke jakarta kamu yakin nggak mau ikut.. ? " tanya gilang ketika mereka sedang berdua di halaman belakang


diana tersenyum sambil mengelus pipi gilang.


" kamu kan tahu aku disini lagi banyak kerjaan tadi aja aku telat pulang ke rumah.. " kata diana


" kalau nanti kita sudah menikah apa kita tinggal disini atau di jakarta.. ? " tanya gilang


diana merangkul tangan gilang dan menyandarkan kepalanya di pundak kekasihnya itu.


" setelah menikah kamu bisa bawa aku kemana pun kamu mau.. " kata diana sambil memejamkan matanya sungguh dia merasa tenang ketika menghirup bau tubuh gilang


" lalu pekerjaan kamu.. ? " tanya gilang


" kalau kamu masih mengijinkan aku kerja ya aku tetap kerja tapi kalau kamu meminta aku untuk di rumah saja tentu aku juga nggak keberatan.. " kata diana yakin


" yang.. " panggil gilang

__ADS_1


" hmmmm " diana pun melihat ke arah gilang


" bisa nggak kita nikahnya di percepat saja, aku nggak bisa jauh dari kamu.. " harap gilang dan langsung mendapat sebuah cubitan dari diana


" aaaww sakit dong yang kok aku malah di cubit sih.. ?? " tanya gilang heran


" ya lagian kamu tuh masa dulu aja memendam perasaan dari jaman SMA sampai sekarang kamu bisa, ini waktu 3 bulan malah pengen di percepat.. " ledek diana


" ya kan dulu beda, "


" sama aja kali.. " jawab diana sambil bangun


diana pun berdiri dan berjalan tapi baru juga satu langkah gilang langsung menarik tangannya diana sehingga dia terjatuh di pangkuan gilang.


gilang mengeratkan pelukannya di pinggang diana.


" lang lepasin nanti ada yang lihat.. " pinta diana sambil terus berusaha melepaskan diri dari gilang


awalnya diana hanya diam saja tanpa mau membalas tapi lama kelamaan dia pun mulai terbawa arus dan menikmati setiap sentuhan yang gilang berikan untuknya.


diana pun mulai melingkarkan tangannya di leher gilang dan mulai membalas ******* prianya.


cukup lama mereka saling *******, setelah puas gilang pun menghentikan aksinya.


" terima kasih kamu mau menerima ku.. aku janji akan selalu buat kamu tersenyum dan mencintai aku lebih dari apa pun.. " kata gilang


diana pun mengagukan kepala nya dan tersenyum, senyuman yang sangat manis yang tidak akan pernah dia lupakan.


" hmmmm " terdengar suara deheman dari arah dalam, diana melihat siapa yang sudah menggagu kesenangannya.

__ADS_1


" belum sah nggak boleh mesra - mesraan dulu.. " sindir doni kakak diana


" diih kak doni sirik aja, makanya cepetan cari pacar biar bisa merasakan apa yang kita rasakan sekarang.. " jawab diana


" kakak nggak suka pacaram mau langsung di halalin aja.. " kata doni sambil menarik tangan diana


" diih kenapa narik aku sih kak..? " tanya diana tidak terima


" itu keluarga gilang mau pulang, kalau kakak enggak narik kamu nanti bisa kebablasan.. " kata doni sambil melirik gilang yang masih duduk diam di tempatnya.


gilang pun tersenyum mendengar ocehan calon kakak iparnya itu, tidak lama dia pun bangun dan menyusul mereka berdua.


$$$$$$$$


tidak terasa hari ini hari terakhir gilang di bali, pekerjaan nya juga sudah selesai dua hari yang lalu.


diana mengantarkan gilang ke bandara,


" kamu hati - hati ya di sini, jaga diri baik - baik dan juga jaga hati kamu.. " pesan gilang sambil memeluk tubuh diana


" iya kamu juga hati - hati disana ya, jangan lupa sering - sering kabarin aku.. " jawab diana


" andai kamu bisa ikut pasti aku akan sangat senang.. " harap gilang dan langsung mendapat sebuah tatapan dari diana


" iya aku tahu, kamu lagi banyak kerjaan.. " tambah gilang lagi


diana pun memeluk erat tubuh gilang, dia akan sangat merindukan wangi ini.


setelah puas berpelukan mereka pun akhirnya harus berpisah juga, diana terus saja melihat punggung gilang yang sudah mulai menjauh dan menghilang.

__ADS_1


entah kenapa dia merasa ada yang kosong, diana pun memutuskan untuk segera kembali ke kantor karena pekerjaannya sudah menumpuk.


dia harus mulai terbiasa hidup tanpa kehadiran gilang.


__ADS_2