
pagi ini gilang mengantarkan diana ke bandara, sepanjang perjalanan tangan mereka tidak pernah terlepas.
dan tiba lah waktunya mereka untuk berpisah, diana tersenyum menatap gilang dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
" kamu jaga kesehatan ya, jangan kebanyakan nongkrong.. " kata diana sambil melepaskan pelukan mereka
" iya sayang kamu juga jaga diri baik - baik disana kalau ada apa - apa langsung kabarin aku.. " kata gilang sambil memainkan rambut diana
" tentu.. aku pergi ya.. " pamit diana lalu mengecup pipi gilang sekilas
saat diana akan berbalik gilang menahan tangannya sehingga kini diana melihat kearah gilang lagi.
" kenapa.. ? " tanya diana heran
" bisa nggak kamu tinggal lebih lama lagi, jujur aku masih kangen sama kamu.. " harap gilang
" sayang ingat tinggal dua bulan lagi kamu harus sabar ya.. atau kamu ikut aku ke bali.. " tawar diana
" maunya aku sih gitu tapi pekerjaan aku gimana.. ? "
" ya sudah kalau gitu kita LDRan lagi cuma dua bulan ko nggak lama.. "
" ya udah deh mau gimana lagi.. pokoknya setelah kita menikah nanti aku mau kurung kamu di kamar, biar kamu nggak perlu kemana - mana.. " kata gilang sambil tersenyum
" iya terserah kamu aja.. " jawab diana
" ya udah ah aku harus pergi sekarang nanti kalau aku sudah sampai aku kabarin lagi.. "
setelah berpamitan kepada gilang diana pun segera berjalan dan mulai menjauh.
$$$$$$$$
hari berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa tanggal pernikahan diana pun sudah semakin dekat bahkan tinggal menghitung jam.
__ADS_1
semua persiapan sudah selesai semua, dan keluarga diana dan juga gilang sudah berada di bali dari kemarin.
bahkan sebagian teman dan kerabat dekat pun sudah mulai berdatangan.
dan sudah satu minggu ini diana dan gilang di larang bertemu bahkan melakukan video call saja tidak boleh.
sebenarnya gilang sangat kesal akan hal itu tapi mau bagai mana lagi dia tidak bisa melanggarnya.
diana terdiam melihat bayangan nya sendiri di cermin tidak lama terdengar pintu hotel terbuka dan terlihat mamahnya masuk kedalam.
" sayang kamu cantik sekali, mamah sampai nggak kenal sama kamu... " kata mamah diana sambil memeluk diana dengan sangat erat.
" mamah bisa saja.. mah diana gugup banget.. " kata diana sambil memegang kedua tangan mamahnya
" itu wajar sayang, oya mamah kesini cuma mau kasih tahu kamu aja gilang dan keluarganya sudah berada di tempat akad kamu segera siap - siap ya.. nanti setelah acara akad selesai kamu baru keluar.. " kata mamah memberi tahu.
" iya mah.. " tidak lama mamah pun kembali ke luar sedangkan diana di dalam kamar di temani siska adik gilang, tidak ada obrolan di antara mereka berdua karena diana sangat gugup sekali.
tidak terasa air mata diana turun juga, kini dia sudah resmi berstatus nyonya gilang. siska langsung bangun dari duduk nya dan segera memeluk tubuh diana yang kini telah resmi menjadi kakak iparnya.
" selamat ya kak.. " kata siska
" terima kasih dek.. " kata diana sambil terus tersenyum
tidak lama pintu kembali terbuka dan terlihat kakak iparnya bersama doni masuk kedalam kamar, mereka bergantian memeluk diana dan mengucapkan selamat.
setelah itu barulah mereka membawa diana ke tempat akad di langsungkan.
diana berjalan di tengah - tengah doni dan juga kakak iparnya sedangkan siska berada tepat di belakang mereka.
mata semua tamu undangnan tertuju kepada diana, dia terlihat sangat cantik dan juga mempesona.
diana pun duduk di samping gilang setelah memasangkan cincin di jari masing - masing untuk pertama kalinya diana mencium tangan gilang dan gilang langsung mengecup kening diana.
__ADS_1
kini mereka sudah sah menjadi suami istri dan mereka berharap hanya mautlah yang bisa memisahkan mereka nantinya.
setelah acara akad selesai mereka langsung mangadakan resepsi pernikahan sudah banyak tamu undangan yang hadir termasuk haikal dan keluarganya.
setelah para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada mereka kini giliran mereka berkeliling menemui para tamu yang kebanyakan rekan bisnis mereka.
diana melihat lia mamahnya haikal dia pun segera menghampirinya sedangkan gilang sendiri sedang menyapa tamu yang lain.
" tante.. " panggil diana
" hai sayang.. selamat ya akhirnya kamu menikah juga, padahal tante berharap kamu akan menikah sama haikal tapi nyatanya dia malah menikah sama wanita itu.. " kata mamah lia sambil melirik haikal yang kini sedang bersama istrinya.
" ya mungkin kami belum jodoh tante, doain aja yang terbaik buat kita semua.. " kata diana sambil tersenyum
" iya kamu benar sayang tapi tetap saja sampai sekarang tante itu nggak suka sama dia.. dia sangat berbeda sama kamu.. " keluh mamah lia
belum sempat diana mengatakan sesuatu gilang keburu memanggilnya.
" sayang kemari sebentar aku kenalin sama kelurga pak jaya " ajak gilang
diana pun berpamitan kepada lia dan mengikuti suaminya itu.
haikal mendekat kearah mamahnya sambil menggendong anak laki - laki, siapa lagi kalau bukan anak nya dan mia.
waktu itu setelah haikal mengetahui tentang kehamilan mia dia pun segera menikahinya tanpa restu kedua orang tuanya.
awalnya haikal fikir setelah mereka menikah dan kedua orang tuanya mengetahui keadaan mia mereka akan merrstui hubungan mereka tapi dugaan haikal salah, nyatanya sampai sekarang mamah nya itu masih saja belum mau merestui mereka berdua.
" coba dulu kamu menikah dengan diana pasti sekarang hidup kalian sudah bahagia.. " kata mamah lia sambil menatap sinis menantunya.
dia tidak perduli menantunya ini akan sakit hati atau tidak yang penting dia sudah mengatakan isi hatinya.
haikal hanya bisa diam saja menerima semua perkataan mamah nya itu, dia sadar kalau diana jauh lebih baik dari mia, dan gilang sangat beruntung mendapatkannya.
__ADS_1