
Kamu menatap punggung bagas yang meninggalkan area rumahmu.
Dia tau rumah gue "Ucapmu sambil mengerutkan dahi
Kamu menutup jendela kemudian kembali merebahkan dirimu diatas tempat tidur. Melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 22:00 Belum sempat menutup mata kamu kembali mendengar suara dari arah jendela kamarmu.
Kamu beranjak dari tempat tudurmu dan membuka jendela.
Lo "ucapmu terkejut melihat bahwa itu adalah Riyan
Turun sini "Ucap Riyan
Ngapain "Tanyamu
udah cepetan "Ucap Riyan
Kamu menutup jendelamu kemudian turun dari kamarmu menuju halaman melewati pintu utama.
Lo ngapain jam segini "Ucapmu
Ikut gue yuk "Ucap Riyan
Kemana "Tanyamu
Udah ikut aja "Ucap Riyan kemudia meraih tanganmu.
Eh tapi ini gue cuma pake Piyama "Ucapmu sambil mengikuti langkah Riyan yang menarik tanganmu
__ADS_1
Riyan Menghentikan langkahnya kemudian berbalik ke arahmu dan melepas jaket yang dia pakai kemudian memakaikan jaketnya padamu agar kamu tetap merasa hangat.
Kalian masuk ke mobil Riyan kemudian dia melajukan mobilnya ke tempat tujuannya.
Riyan membawamu ke sebuah Perbukitan yang memiliki cafe kamu bisa melihat seluruh kota dari atas sana selain itu disana juga tenang dan hanya sedikit orang yang mengetahui adanya tempat itu.
Wah ini indah "Ucapmu merasa kagum dengan apa yang kamu saksikan saat ini
Emmmm "ucap riyan tanpa banyak kalimat dia menikmati suasana
Dari mana lo tau tempat ini? wah "ucapmu masih merasa takjub
Lo suka? "Tanya Riyan
Iyalah lo kan bisa liat sendiri tempat ini luar biasa "Ucapmu menatap lampu yang menyinari kota dibawah sana
Kalo gue? "Ucap Riyan
Biasanya gue cuma bawa orang yang gue suka ke tempat ini "Ucap Riyan menatap lampu kota dibawah sana
Tapi biasanya orang yang gue suka cenderung ninggalin gue. Entah itu Ibu, Teman, bahkan pacar hehe "Ucapnya sambil tersenyum tipis
Kamu terdiam dan menoleh ke arah Riyan melihat senyum tipis diwajahnya hatimu terasa perih. Kamu tidak tau mengapa, tapi untuk saat ini yang terpikirkan adalah kamu mungkin merasa kasihan. Itu saja
Kemudian kamu memalingkan wajahmu kembali melihat lampu kota yang berada dibawah. Jantungmu berdegup kencang seolah tidak tahu harus berbuat apa.
Kamu terkejut mendengar kalimat Riyan barusan. Tapi kalian sungguh menikmati suasana dan pemandangan yang ada sekarang.
__ADS_1
Ayo pulang "Ucap Riyan kemudian memberikan tangannya padamu. Seakan meminta tanganmu.
Kamu hanya mengangguk dan meletakkan tanganmu ditelapak tangan Riyan yang sudah menunggu. Kemudian kalian pulang.
Yang gue omongin tadi gausah dipikir yah haha gue kebawa suasana aja "Ucap Riyan
Emmm "Jawabmu sambil melihat ke arah luar jendela
udah gue duga ga mungkin cowok resek kayak lo punya rasa suka. mustahil "Ucapmu dalam hati
Sesampainya didepan rumahmu kamu turun dari mobil Riyan dan melangkah menuju pintu. Kemudian Riyan menarik tanganmu sontak saja kamu berbalik dan mendekap Tubuh Riyan kemudian Riyan mendekatkan bibirnya ke telingamu.
Balikin jaket gue "Ucap Riyan sambil tertawa kecil
Wah lo kan bisa teriak ga perlu narik gue "Ucapmu mendorong Riyan spontan
ngebuat pikiran gue jadi liar aja "gumam mu mengerutkan dahi kemudian membuka jaket
Kalo gue sakit ntar yang nyakitin lo siapa? "Ucap Riyan dengan senyum jailnya
Udah pulang sana "Ucapmu sambil melemparkan Riyan jaket
Lia" Ucap Riyan kemudian mendekat
Selamat tidur ya "Ucap Riyan mengecup keningmu kemudian berbalik lalu pulang dengan senyum diwajahnya
Woe gasopan tau "Teriakmu sambil memegang dahimu
__ADS_1
Tanpa sadar wajahmu juga dipenuhi senyum sekilas dan membuatnya merah karna malu.
BERSAMBUNG