
sebulan sudah berlalu sejak kepergian gilang waktu itu, hubungan mereka juga baik - baik saja.
setiap hari mereka selalu menyempatkan diri untuk berkomunikasi walau hanya lewat telepon ataupun email.
hari ini diana harus pergi ke kantor pusat yang ada di jakarta untuk menghadiri rapat tahunan.
biasanya yang akan datang itu pak damar tapi berhubung beliau sedang sakit jadi mau tidak mau diana yang harus memggantikannya.
dia akan di jakarta selama beberapa hari, dan gilang pun sengaja tidak dia beritahu.
dia ingin membuat kejutan untuk kekasihnya itu, tepat pukul sebelas siang diana sudah sampai di jakarta.
dia pun langsung masuk kedalam mobil jemputan yang sudah di sediakan kantor, sepanjang perjalanan diana hanya sibuk dengan laptopnya sampai tidak terasa dia sudah berada di depan rumahnya.
ya diana memang sengaja langsung pulang kerumah karena meetingnya besok pagi, sebenarnya dia dapat fasilitas hotel dari kantor tapi diana lebih memilih pulang kerumah mamahnya.
sesaat diana melihat rumah mamahnya yang tidak banyak berubah, dia pun mulai berjalan keatah pintu dan mulai mengetuknya.
tok.. tok.. tok..
tidak lama pintu terbuka dan terlihat wanita paruh baya sedang menatapnya.
" assalamualaikum mah.. " salam diana lalu mencium tangan mamahnya itu
" waalaikumsalam, ini beneran kamu di.. ? tanya mamah masih tidak percaya
" iya ini diana mah anak mamah.. " kata diana sambil memeluk mamahnya.
" ayo kita masuk sayang.. mamah sampai kaget, kamu ko bisa ada disini.. " kata mamah yang masih belum bisa percaya sepenuhnya
" iya diana harus ngurus kerjaan disini beberapa hari kedepan, harusnya sih diana tinggal di hotel tapi diana putuskan buat pulang kesini.. " kata diana lalu duduk di meja makan
mamah berjalan kearah kulkas dan segera mengambil minum untuk putrinya itu.
" kamu kok nggak bilang semalam kalau mau pulang hari ini, mamahkan bisa jemput.. " kata mamah sambil menyodorkan segelas sirup kesukaan diana
diana langsung meminumnya tanpa sisa
" ya kan diana mau kasih kejutan buat mamah.. "
" kamu bisa saja terus gilang tahu kamu kesini.. ? "
diana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" loh kenapa.. ? " tanya mamah heran
" diana mau kasih kejutan buat gilang mah.. " kata diana sambil berdiri dan merapikan bawaannya
" mah di mau ke kamar dulu ya.. mau istirahat cape banget.. " ijin diana
" iya sayang istirahat saja mamah juga mau masak makanan kesukaan kamu.. "
diana pun langsung berjalan menuju kamarnya, kamar yang sudah lama dia tinggalkan.
diana pun berjalan ke arah tempat tidur dan mulai merebahkan tubuhnya tanpa terasa dia pun mulai terlelap.
__ADS_1
$$$$$$$
hari ini diana di sibukan dengan banyaknya pekerjaan, dan tepat jam 12 lewat rapat pun baru saja selesai.
diana berencana untuk makan di warung bu siti, sudah lama sekali dia tidak makan disana.
sambil berjalan ke arah loby diana mengirim pesan kepada gilang.
✉
me
yang kamu dimana.. ?
tidak lama gilang pun membalasnya
✉
gilang
lagi makan di warung kamu sendiri lagi dimana dan ngapain.. ?
✉
me
lagi jalan mau cari makan, soalnya baru beres meeting dari pagi.
yang kamu makan dimana.. ?
✉
gilang
✉
me
😕 tempat biasa kamu banyak jadi aku nggak bisa nebaknya..
✉
gilang
😁😁 di warung bu siti depan kantor kamu dulu
diana pun melihat gilang memang ada disana dia pun tidak membalas chat terakhir dari gilang dan memutuskan berjalan mendekat.
" hai guys.. " sapa diana kepada teman - temannya
mereka semua melihat diana tidak percaya, ini kali pertama mereka melihat diana lagi setelah setahun lebih menghilang.
gilang berdiri menghampiri diana dan menepuk pipinya.
" ini beneran kamu yang atau aku cuma kebawa perasaan aja.. ? " tanya gilang
__ADS_1
diana pun tersenyum sambil mencubit tangan kekasihnya itu.
" aaawww sakit yang kok aku malah di cubit sih " protes gilang
" itu tandanya kamu nggak lagi mimpi.. udah ah aku mau pesen makanan dulu.. udah kelaperan dari tadi.. " diana pun segera memesan makanan dan duduk di samping gilang.
dia melihat semua teman - temannya tapi rasanya ada yang kurang tapi apa, diana baru sadar kalau tidak ada haikal disana tapi dia enggan untuk menanyakannya.
" kamu sudah makan.. ? " tanya diana pada gilang saat pesanannya datang
" udah baru saja selesai.. kamu makan aja yang banyak.. " kata gilang sambil mengelus rambut diana
" kayanya ada yang kita lewatin nih.. " sindir yuda sambil melirik gilang dan diana secara bergantian
" apaan... ? " tanya gilang pura - pura tidak mengerti memang semenjak mereka menjalin hubungan teman - teman mereka tidak ada yang tahu
" udah deh nggak usah sok polos gitu gue lihat sikap loe sama diana beda.. atau jangan - jangan kalian... " kata agil menggantung perkataannya
gilang dan diana pun saling melirik dan melemparkan senyuman penuh arti.
" iya.. iya gue ngaku.. sebenarnya gue sama diana pacaran.. " kata gilang sukses membuat teman - teman nya terdiam termasuk haikal yang baru saja datang
" loe serius.. kalian udah pacaran..? kapan.. ? bukannya diana selama ini nggak ada kabar ya.. ? " tanya yuda
" yud nanya nya satu - satu dong.. " kata diana sambil tersenyum
haikal yang sudah tersadar langsung berjalan kearah mereka dan langsung duduk di depan diana.
" sorry ya gue telat " kata haikal
" iya nggak apa - apa.. loe udah makan belum pesen gih sana.. hari ini biar gue yang teraktir kalian semua.. " kata gilang sambil tersenyum
" wiiih asik nih dapet teraktiran.. " kata hadi bersemangat
" eh kalian belum jawab pertanyaan gue.. " potong yuda
diana pun tersenyum.
" biar gilang aja yang jelasin gue harus balik ke kantor masih banyak kerjaan.. " kata diana sambil menghabiskan minumannya sejujurmya dia nggak nyaman berada disana karena ada haikal sejak dia datang haikal tidak henti - hentinya memperhatikan dia.
" ko cepet banget yang.. " kata gilang sambil melihat diana
" waktu makan siang udah mau abis, di kantor masih ada kerjaan.. nggak apa - apa ya.. ? " kata diana
" ya sudah nanti pulang aku jemput ya.. kamu nggak bawa mobilkan.. ? " tanya gilang
" nggak tadi di jemput sama mobil kantor.. ya udah guys gue duluan ya.. " pamit diana kepada semua teman - temannya.
diana pun berdiri dan berjalan ke arah kasir niat awalnya mau bayar makanan tapi di tolak oleh gilang.
" gue anter diana kedepan dulu ya.. " pamit gilang
" udah sekalian aja sama yang lain bayarnya.. " kata gilang sambil menggenggam tangan diana
" ya sudah makasih ya yang.. "
__ADS_1
" kamu kenapa kesini nggak bilang - bilang.. tahu gitu aku kan bisa jemput kamu di bandara.. " kata gilang saat mereka sudah berada di depan warung bu siti