
seminggu sudah gilang berada di bali dan selama itu pula dia dan diana sering bertemu, seperti hari ini karena gilang sedang libur bekerja jadi dia memutuskan untuk mengajak diana berjalan - jalan di sekitar pantai.
mereka bercanda dan tertawa bersama, diana senang dengan keberadaan gilang dan dia pun merasa sangat nyaman berada di dekat sahabatnya itu.
dari dulu gilang selalu bisa di andalkan oleh diana,
" di gue boleh nanya sesuatu nggak sama loe.. ? " tanya gilang tiba - tiba
" nanya apa.. ? " kata diana yang penasaran
" tapi loe harus janji dulu mau jawab jujur dan nggak marah.. "
diana pun terdiam sebenarnya apa yang ingin di tanyakan gilang kepadanya.
" iya gue janji.. memangnya loe mau nanya apaan sih.. ? "
" hubungan loe sama haikal gimana sekarang.. ? " tanya gilang hati - hati
diana terdiam kenapa sahabatnya ini tahu - tahu membahas tentang haikal.
" kenapa loe nanyain dia.. ? " tanya diana sambil memalingkan wajahnya
" di gue tahu kali apa yang terjadi diantara loe berdua.. sekali pun kalian nggak ngomong langsung ke kita semua.. " perkataan gilang sukses membuat diana terdiam
" siapa aja yang tahu hubungan gue sama dia.. ? " tanya diana setelah cukup lama terdiam
" entah gue nggak tahu mungkin mereka juga melihat apa yang gue lihat selama ini.. " jawab gilang
" jadi sekarang hubungan kalian gimana.. masih lanjut atau... " kata gilang menggantung
__ADS_1
diana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
" kami sudah berakhir setahun yang lalu, di saat gue lagi dinas ke bandung.. " jawab diana dengan suara bergetar
" loe masih ada perasaan sama dia.. ? "
" gue nggak tahu lang perasaan gue udah hilang atau masih ada yang gue tahu sekarang gue masih belum bisa bertemu dengan nya.. "
" di kalau saat ini ada laki - laki yang suka sama loe.. apa loe mau menerima dia.. ? " tanya gilang
diana terdiam lalu kemudian dia tersenyum
" tergantung siapa dulu orang nya, dan setajir apa dianya.. " setelah mengatakan itu diana pun tertawa
" baru tahu gue kalau loe itu matre.. " kata gilang yang ikut tertawa
" ya habis pertanyaan loe itu aneh.. " kata diana lalu menghentikan tawanya.
diana kembali terdiam dan mulai berfikir
" siapa laki - laki bodoh itu.. ? " tanya diana sambil tersenyum
" gue laki - laki bodoh yang suka sama loe sejak kita SMA dulu tapi nggak pernah ada keberanian buat menyatakannya.. sampai kita ketemu kembali gue masih belum bisa jujur sama loe sampai dia datang, dan sekarang gue nggak mau kesempatan gue hilang lagi jadi gue mau bilang sama loe.. " gilang pun menjeda perkataan nya dan dia mengeluarkan sesuatu dari balik kantongnya.
gilang membuka kotak itu dan menatap diana penuh arti
" diana will you marry me.. ? " tanya gilang tiba - tiba
diana menutup mulutnya, dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini, apa barusan gilang sedang melamarnya.
__ADS_1
" lang loe jangan becanda gini nggak lucu tahu.. " kata diana yang mencoba menstabilkan detak jantungnya
" gue serius di, gue nggak mau kehilangan loe buat kesekian kalinya.. jadi apa loe mau menerima gue.. ? " tanya gilang
" lang tapi gue nggak pantas buat loe.. gue punya kekurangan dan gue juga punya masa lalu yang mungkin loe nggak bisa terima.. " kata diana
" masa lalu apa yang menurut loe gue nggak bisa menerimanya, loe bilang sama gue.. "
" gue sama dia pernah... " kata diana yang binggung harus mengatakan apa
" gue nggak perduli bahkan kalau loe punya anak dari dia pun gue nggak perduli yang gue tahu sekarang dan kedepannya gue sayang sama loe, semua yang ada di dalam diri loe gue terima karena gue juga bukan laki - laki yang sempurna.. " kata gilang yang tahu maksud pembicaraan diana
diana terdiam dia tidak menyangka gilang bisa seperti ini tapi mungkin ini jawaban yang di atas untuknya.
" kalau memang loe bisa menerima kekurangan gue, gue mau nikah sama loe.. " jawab diana sambil tersenyum
" loe serius kan di.. ? " tanya gilang memastikan
" iya gue serius, walau saat ini masih belum ada perasaan suka sama loe tapi gue akan belajar mencintai loe sepenuh hati gue.. loe juga jangan pernah bosan buat nunggu balasan cinta dari gue.. " kata diana
" tentu gue akan berusaha buat loe lupa sama dia dan berpaling ke gue.. gue janji.. " gilang pun tersenyum lalu dia memakaikan cincin di jari diana setelah itu gilang mengecup kedua tangan diana dengan sangat lembut.
tanpa terasa air mata diana turun, dia sangat terharu dengan sahabat nya ini diana berjanji dalam hati akan mulai membuka hatinya untuk gilang.
" jadi mulai hari ini kita jadian.. ? " kata gilang memastikan dan langsung di angguki oleh diana
gilang pun mengecup kening diana untuk pertama kalinya.
dan itu membuat jantung diana berdetak sangat cepat, hari ini adalah hari yang sangat bahagia untuk mereka berdua.
__ADS_1
baik gilang maupun diana, mereka sama - sama tidak akan pernah melupakan hari ini.