
tidak lama diana pun pamit untuk bersih - bersih terlebih dahulu, tidak butuh waktu lama untuk diana bersih - bersih dan berganti baju.
sekarang dia sudah terlihat lebih segar, diana pun menuruni setiap anak tangga dan dia melihat gilang yang sedang memainkan handphonenya.
" kamu nggak mandi... ? " tanya diana
" nggak apa - apa aku mandi disini.. ?? nanti aja deh lagian aku juga nggak bawa baju ganti... " kata gilang sambil menyimpan handphonenya di meja
" ya nggak apa - apa lah.. soal baju ganti kayanya di lemari aku punya kaos yang cukup buat kamu.. " kata diana sambil menarik tangan gilang
" ya udah aku mandi.. " gilang pun akhirnya berdiri dan mengikuti diana masuk ke kamarnya.
" nggak apa - apa nih aku masuk kesini.. ?? " tanya gilang karena ini kali pertama dia masuk ke kamar seorang wanita
" iya nggak apa - apa, sebentar.. " diana pun berjalan ke arah lemari tidak lama dia sudah kembali lagi dengan handuk dan kaos di tangannya
" nih handuk sama kaos nya.. itu masih baru kok belum aku pakai sama sekali.. " diana pun segera memberikannya kepada gilang
" ya sudah makasih ya.. kalau gitu aku mandi dulu.. " kata gilang lalu meninggalkan diana
diana memilih untuk tetap di dalam kamar dia akan memeriksa email yang masuk sebentar.
tidak lama diana mendengar pintunya di ketuk
tok.. tok.. tok...
diana segera mempersilahkan bi rum masuk, bi rum pun masuk dan meletakan dua gelas minuman hangat di atas meja setelah itu dia pun kembali ke belakang.
__ADS_1
diana mengambil minuman itu dan membawanya kedekat kaca, tempat favoritnya selama ini.
dia merasa ada sebuah tangan yang sedang melingkar manis di perutnya, diana tersenyum karena melihat gilang.
gilang terlihat lebih segar dan tampan, diana pun menyandarkan kepalanya di dada gilang.
" di meja ada air jahe kamu harus coba ini enak sekali.. " kata diana yang mau meminum minumannya tapi tangan gilang keburu mengambil alih gelasnya.
" lebih enak lagi kalau minumnya segelas berdua.. " kata gilang dan langsung meminum air jahe milik diana
setelah airnya habis gilang menyimpan gelas nya di atas meja yang berada tepat di samping mereka dan setelah itu dia membalikan tubuh diana sehingga kini mereka saling berhadapan.
gilang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah diana dan dia pun mulai menyatukan bibir mereka dan **********.
diana yang sudah terbawa suasana langsung mengalungkan tanganya di leher gilang, gilang yang melihat respon diana langsung menarik tubuh diana dan membawanya semakin dekat sehingga kini tidak ada jarak di antara mereka berdua.
di saat yang bersamaan mereka tidak sadar kalau sejak tadi ada yang sedang memperhatikan mereka di bawah sana.
jadi dia putuskan untuk menemui diana di rumah nya saja, sehingga dia pun mengikuti mobil gilang dari jauh.
tapi setelah lama menunggu gilang tidak kunjung keluar juga dari rumah diana.
dan malah sekarang dia melihat mereka sedang bersama di kamar diana, kamar yang mempunyai kenangan tersendiri untuknya dan juga diana.
malam pun semakin larut sedangkan diana dan gilang masih sibuk memadu kasih di atas tempat tidur.
mereka sudah tidak perduli apa pun lagi, yang mereka mau sekarang adalah mencapai puncaknya bersama - sama.
__ADS_1
setiap sudut ruangan ini hanya terdengar suara - suara merdua yang keluar dari mulut mereka berdua, dan mereka sangat menikmatinya.
cukup lama mereka melakukannya sampai mereka berdua sama - sama mencapai puncaknya.
tubuh mereka terasa sangat lemas sebelum mengakhiri semuanya gilang mengecup kening, pipi dan bibir diana terlebih dahulu.
" terima kasih.. " bisik gilang sedangkan diana hanya bisa tersenyum sambil mengatur nafasnya yang hampir habis
gilang pun merubah posisinya sehingga kini berbaring di samping diana, tidak lupa dia juga membenarkan selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
diana segera tidur berbantalkan tangan gilang dan memeluknya dengan erat, entah kenapa saat dia melakukan nya dengan gilang sangat berbeda, dia malah ingin merasakannya lagi dan lagi.
dia sangat suka setiap sentuhan yang gilang berikan.
" yang kita nggak jadi makan malam.. ? " tanya diana sambil memainkan tangannya di dada gilang.
gilang tersenyum mendengar perkataan diana, dia lupa kalau mereka belum makan malam.
gilang melihat jam yang ada di sampingnya dan ternyata sudah jam 9 malam cukup lama juga mereka berolahraga.
" maaf sayang aku lupa kalau kita belum makan, kita order aja ya.. " usul gilang
" iya lagian aku juga masih capek banget.. " kata diana
" maaf ya sayang buat kamu gini.. entah kenapa kalau deket kamu aku nggak bisa ngontrol diri aku.. " kata gilang lalu mengecup kening diana
gilang pun segera memesan makanannya.
__ADS_1
" yang kita nggak jadi nongkrong.. ? " tanya diana sambil melihat kearah gilang dan langsung di hadiahi sebuah kecupan di bibirnya oleh gilang
" nggak usah kita di rumah aja, katanya kamu masih capek.. lagian masih ada besok buat nongkrong sama mereka, tapi kalau menghabiskan waktu sama kamu itu yang sulit, lusa kamu sudah kembali lagi ke bali " kata gilang sambil mengelus punggung diana