Ku Mau Dia

Ku Mau Dia
extra part 1


__ADS_3

beberapa tahun pun berlalu kehidupan rumah tangga diana dan gilang juga baik - baik saja bahkan mereka semakin harmonis saja.


hari ini mereka harus menghadiri acara pernikahan bayu salah satu teman nongkrong mereka.


acara pun terlihat sangat meriah, begitu banyak tamu undangan yang hadir untuk sekedar memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


" hai bro selamat ya.. akhirnya loe nikah juga.. " kata gilang sambil memeluk sahabatnya itu


" hai.. makasih ya, gue nggak nyangka kalian akan datang kemari.. " jawab bayu sambil membalas pelukan sahabat nya itu


" pasti kita datang dong.. masa teman kita yang jomblo ini nikah kita nggak hadir..." kata diana yang berada tepat di belakang gilang


" hai di apa kabar, tuh perut makin besar aja.. " kata bayu sambil melirik perut diana yang sudah mulai terlihat besar.


" makanya loe cepat nyusul, buat gea perutnya besar juga.. " bisik gilang


" ha.. ha.. kalau itu pasti gue lakuin tanpa loe pinta juga.. " jawab bayu


" berapa bulan mbak kandungan nya.. ? " tanya gea yang tidak lain adalah istri bayu


" masuk 7 bulan.. " jawab diana sambil tersenyum dan mengelus perutnya.


" anak pertama.. ? " tanya gea yang tidak tahu apa - apa tentang diana


karena gea dan bayu baru kenal beberapa bulan yang lalu sampai mereka memutuskan untuk menikah.


" anak kedua.. anak pertama kami sudah berusia 4 tahun dan sekarang lagi di rumah nenek nya.. " jawab gilang yang ikut mengelus perut diana


" semoga ibu dan bayi nya sehat ya. " kata gea dengan tulus


" iya makasih.. kalian juga semoga cepat nyusul ya.. " kata diana


" iya mbak makasih.. "


" ya udah kalian nikmati aja acaranya ya kita mau sapa tamu - tamu yang lain nya dulu. " kata bayu mengakhiri obrolan mereka.


setelah kepergian bayu tinggallah diana dan gilang.

__ADS_1


" kita duduk disana saja ya yang kamu pasti sangat lelah.. " ajak gilang


mereka pun mulai duduk di kursi yang masih kosong tidak lama teman - teman mereka pun mulai ikut bergabung bersama mereka.


" ini nih kalau udah tinggal di kota yang jauh dari kita - kita tahu - tahu pas ketemu udah gendut aja tuh perut.. " sindir agil


" ha..ha.. loe bisa aja.. makanya sekali - kali loe main ke bali kita nongkrong disana.. " kata gilang


ya gilang dan diana memutuskan untuk tinggal di bali, kota penuh kenangan bagi mereka berdua.


karena di kota itu mereka bertemu dan juga mengikat janji suci, setelah usia pernikahan mereka memasuki bulan ke tiga gilang pun memutuskan membeli rumah disana dan mulai membangun usaha nya sendiri walau pun usaha nya tidak terlalu besar tapi cukup untuk menghidupi kehidupan keluarga kecilnya.


diana juga memutuskan untuk berhenti bekerja setelah dia di nyatakan positif hamil anak pertama mereka yang kini sudah berusia 4 tahun.


diana memiliki anak laki - laki yang sangat tampan dan mereka memberinya nama Keenan Ghazi Utsman yang berarti kesatria pelindung.


diana dan gilang berharap putra pertama nya ini dapat menjadi laki - laki yang dapat melindungi keluarga serta orang - orang terdekat nya.


mereka pun mulai asyik mengobrol melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.


" hai guys sorry ya gue telat.. " kata seseorang dari arah belakang diana


" hai bro gue kira loe gak bakalan datang.. " kata agil sambil berdiri dan memeluk sahabat nya itu yang tidak lain adalah haikal


" masa temen nikah gue nggak datang.. " jawab haikal sambil menarik kursi tepat di samping diana


" iya kali.. loe kan sekarang lagi sibuk - sibuknya.. " sahut agil lagi


" sesibuk apa pun gue kalau itu soal kalian gue usahain deh buat luangin waktu.. " jawab haikal


haikal pun mulai berbincang dengan yang lain nya bahkan dengan diana pun mereka mengobrol layak nya teman, diana juga sudah tidak merasakan perasaan apa - apa lagi terhadap haikal. tepat jam 10 malam mereka pun mulai pamit pulang ke rumah masing -masing begitu juga diana dan gilang yang langsung pulang ke rumah mamah nya diana.


sesampai nya di rumah gilang langsung bersih - bersih sedangkan diana mengecek keadaan keenan yang kebetulan tidur di kamar sebelah.


setelah di rasa keenan sudah tidur pulas diana pun mulai berjalan ke arah kamar nya, sesampainya di kamar dia tidka melihat gilang itu tanda nya gilang masih di dalam kamar mandi.


diana pun segera mengambil baju untyk suami nya itu dan menyimpan nya di atas tempat tidur, sesangkan dirinya berjalan ke arah balkon kamar nya.

__ADS_1


cukup lama dia menikmati angin malam sampai dia merasa ada sebuah tangan yang melingkar manis di perut nya.


" sedang apa mommy di sini hmmm, ini kan sudah malam.. " kata gilang sambil menyandarkan kepala nya di bahu diana.


" hanya ingin menikmati angin malam saja.. " jawab diana sambil tersenyum


" tapi angin malam tidak bagus sayang.. "


" hanya sebentar dad.. " kata diana sambil mengelus pipi gilang


" daddy.. " panggil diana


" hmmm "


" apa kamu bahagia hidup bersama ku.. ?? " tanya diana tiba - tiba


" kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu tidak bahagia...? " bukan nya menjawab gilang malah balik bertanya


diana pun memutar badan nya sehingga kini mereka saling berhadapan.


" justru aku sangat bahagia, dan apa kamu juga bahagia.. ? " tanya diana lagi


" tentu saja aku sangat bahagia bisa mendapatkan istri yang luar biasa seperti kamu, yang sabar dan juga baik.. " kata gilang sambil mengelus pipi diana


" daddy. "


" hmmm "


" jangan pernah tinggalkan kami, kami sangat membutuhkan kamu.. " kata diana yang langsung menundukan kepala nya


" hai siapa yang akan meninggalkan kalian kita akan tetap bersama - sama sampai maut memisahkan kita.. dan daddy berharap kita bisa bersama sampai tua nanti.. " kata gilang


diana pun mengamini perkataan suami nya itu dan tanpa aba - aba dia pun langsung memeluk tubuh gilang.


" sayang dari pada kamu bersedih dan bicara yang tidak jelas lebih baik kita berolah raga, sudah lama juga kan daddy tidak menjengguk anak daddy di dalam sini.. " kata gilang sambil mengelus perut diana


" dasar genit.. " kata diana sambil tersenyum

__ADS_1


" genit sama istri nggak apa - apa sayang. " gilang pun langsung menggendong diana dan membawanya ke dalam kamar mereka.


dan malam itu mereka pun memulai ritual olah raga malam mereka dan hanya mereka saja yang tahu.


__ADS_2