KURZE ZEIT : Waktu Singkat

KURZE ZEIT : Waktu Singkat
11. Mencari


__ADS_3

Antoine menoleh "kamu, apa yang kamu lakukan disini?" dia mengambil air minum di meja kemudian meminumnya.


"Itu.. saya diminta menemani bibi saya Pak"


Anton melihat ke sekelilingnya "pelankan suaramu dan jangan memanggil saya dengan panggilan Pak, sebut saja nama saya, Anton" ucapnya.


Lucie mengangguk paham "baik pak, oh uhm.. oke Anton" nada suaranya terdengar canggung, Anton memahaminya, dia pasti tidak terbiasa memanggilnya seperti itu.


Anton melihat arah pandangan Lucie yang tidak tenang "kalau mau ke kamar mandi, kamar mandinya ada di belakang sana" tangannya menunjuk ke arah yang ia maksud tadi, kemudian segera mengalihkan pandangannya.


Begitu ia berbalik, dia sudah menghilang, sepertinya dia benar-benar ke kamar mandi. Melihat tamu yang berdatangan mulai memenuhi aula, Anton segera menjauhi kerumunan menuju ke sisi lain, tidak jauh dari tempat dimana dirinya berdiri sebelumnya.


"Terima kasih kepada semua yang sudah hadir di acara kami, terutama pada orang yang sangat sibuk tetapi tetap hadir disini, dan khususnya pada keluarga Ashrel yang akan menjadi bagian keluarga kami. Selama satu jam ke depan, saya harap kalian menikmati pesta pernikahan kami, silahkan dinikmati jamuannya"


"Apa aku tidak salah dengar?" Julian berkata melalui pikirannya, dia melihat Antoine.


Antoine hanya diam, ia melihat ke ayahnya dan pasangan baru yang berada disampingnya.


"Melihat ekspresimu seperti itu, sepertinya kamu memang sudah tahu dari awal" Nikolas mengamatinya dari jauh.


"Anton, rasanya aku pernah melihat wajah gadis di sampingmu itu" Nikolas menatapnya penasaran.


Anton melirik ke arah lain "aku juga tidak tau kenapa dia bisa ada disini" ucapnya.


"Siapa 'dia' yang kalian maksud?"


Julian bertanya "sejak kapan??"


Anton menoleh ke arahnya "sejak dia datang ke rumah"


Julian mendekat, dia melihat sekeliling mereka "kapan dia ke rumah?"


"Saat itu tepat seminggu setelah aku resmi mengajar, begitu kalian pergi keluar dia datang ke rumah" Anton mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia mencari Lucie yang belum kembali, sudah 15 menit sejak dia berbicara dengannya.


"Menurutmu apa yang wanita lakukan selama 15 menit di dalam toilet?"

__ADS_1


Julian dan Nikolas bingung dengan apa yang ditanyakan Anton.


Julian melirik ke Nikolas "siapa wanita yang kamu maksud? Loraine?"


"Bukan dia"


Nikolas melirik ke Julian "menurutmu siapa wanita selain Loraine?"


"Aku mendengarmu Niko"


"Uh.. oke oke, aku tidak akan penasaran" ia kembali melirik ke Julian.


"Wanita berada di toilet ya untuk apa lagi, sudah jelas ia memiliki urusan pribadi"


Anton melihat sekeliling "maksudku selain itu"


"Sepertinya dia memperbaiki dandanannya" ujar Nikolas.


Julian mengangguk "ya itu dia, salah satu keperluan wanita yang merepotkan"


"Aku pikir dia tidak membutuhkannya" saat ia memalingkan wajahnya ke arah lain, ia melihat Lucie berjalan ke arah pintu keluar bersama dengan seorang wanita disampingnya.


"Bagaimana? menikmati pestanya?"


Lucie menoleh "ya tentu saja, makanan dan minumannya, semuanya lezat"


Anton berdiri disampingnya "kenapa kamu tidak bilang kamu bosan disini" ia berbisik "lagipula tidak akan ada yang mendengarnya, kecuali jika kamu berteriak"


Lucie mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Saya tidak akan memaksamu untuk mengatakannya, tapi ada satu hal yang mengusik pikiran saya sejak tadi" Anton mencondongkan tubuhnya ke depan, ia menatap mata Lucie "katakan pada saya, bagaimana ceritanya keluargamu bisa berhubungan baik dengan ayah saya"


Lucie balas menatap matanya, sorotan matanya tajam "saya tidak tahu pak"


Anton masuk ke dalam mobil, ia menghela nafas panjang, memikirkan ucapan Lucie tadi membuatnya berpikir ada sesuatu yang dia sembunyikan atau dia memang tidak tahu kalau ayahnya menjalin hubungan dengan ayahnya.

__ADS_1


"Kamu mencurigainya??"


Anton melihat dari kaca spion.


"Dia, maksudku Lucie, dia tidak tau tentang apapun" sosok wanita di kursi belakang menatapnya.


"Bagaimana kamu bisa masuk?"


"Pintumu tidak terkunci"


"Bagaimana kamu bisa mengenalnya?"


Ivana terkekeh "yah aku pikir saat itu suatu kebetulan,"


"dia terlihat membutuhkan pertolongan jadi aku datang membantunya, padahal.. awalnya aku ingin datang seperti rencanaku, tapi tidak apa-apa, sekarang itu tidak penting lagi"


"Apa yang kamu harapkan darinya??"


"Aku hanya penasaran, aku pikir dia tau tentangmu, tapi ternyata dia tidak" wanita itu berbisik "kamu mencari ini kan?" tangannya memegang kalung.


Anton menjatuhkan tubuhnya ke kasur, tangannya bergerak masuk ke dalam saku celana lalu mengeluarkannya. Tangannya memegang kalungnya dengan hati-hati, lalu mengamatinya cukup lama hingga ponselnya berdering. Matanya tertuju pada tulisan pesan masuk, ia membuka pesan itu, setelah membacanya ia mematikan ponselnya.


Ia memejamkan matanya, tidak jauh dari posisinya saat ini terlihat sosok berjubah hitam masuk ke dalam hutan bersama dengan satu orang disampingnya. Meski hanya bagian punggungnya yang terlihat, namun Anton tetap berusaha mengenali siapa sosok itu. Tiba-tiba orang itu berbalik ke belakang, lalu bergerak cepat ke arahnya, tudung yang sebelumnya menutup wajahnya itu terbuka sehingga menampilkan identitas aslinya. Orang itu tersenyum lebar.


Ia mengepalkan tangannya, wajahnya membeku saat melihat orang itu tertawa "kamu ingin aku mengungkap siapa dalang dibalik pembunuhan saat itu, tapi.. sepertinya aku tidak bisa melakukannya"


Anton mengamatinya "kenapa kamu berharap aku yang mencarinya? kenapa tidak pilih saja orang lain selain aku"


Ekspresi wajahnya berubah datar "karena hanya kamu satu-satunya pilihannya" kemudian orang itu kembali ke samping orangnya, dia berkata lewat pikirannya "yang berarti kamu adalah harapannya, bukan orang lain"


Anton membuka matanya, ia memegang keningnya yang terasa pening lalu segera bangun dari kasur. Matanya melihat ke arah jam dinding, sudah berapa lama aku tertidur?, pikirnya.


"Anton, aku harus ke Anton sekarang!" suara Julian terdengar tidak tenang.


Ia melihat ke arah pintu "kenapa, ada apa?"

__ADS_1


"Orang yang kamu cari mulai menampakkan dirinya" Julian membuka pintu, nafasnya tersengal-sengal.


Anton bergegas keluar dari rumah, "dia pergi ke sungai Fare, tidak jauh dari rumah lama" kata Julian. Sampai di lokasi, ia segera keluar dari mobil. Matanya melihat kondisi sekitar, memeriksa dan memastikan apa sosok itu akan benar-benar muncul disini.


__ADS_2