
Tangannya mengetuk-ngetuk meja makan, dia memalingkan wajahnya setelah mengetahui Becca mengamatinya dengan antusias. Ia sudah berusaha mengubur rasa penasarannya sedalam mungkin, namun kini ia mulai meragukan itu. Becca kembali mengacau " Apa yang kau katakan padanya? " dia memulainya lagi, Lucie menghela nafas.
" Aku tidak bisa bilang, persisnya gimana. Intinya tidak ada percakapan yang penting " Lucie berusaha menghindar.
" Apa pertanyaannya? "
" Sudah kubilang, tidak ada yang penting " ucapnya.
" Tidak mungkin, aku sama sekali tidak percaya padamu. Aku yakin pasti ada yang kamu sembunyikan. " Becca menatap wajahnya serius, Lucie menggaruk lehernya.
" Lihat, itu jelas kamu lagi bohong "
Lucie melihat ke mejanya, lalu mengambil pulpen sambil menghindari kontak mata dengan Becca " Aku tidak ingin mengatakannya padamu " ucapnya.
" Apa telah terjadi sesuatu diantara kalian? " Becca bertanya, Lucie terdiam tidak bisa menjawabnya.
Ia ingin mengatakannya tapi ia tidak bisa melakukannya. Tidak ada yang ingin membuat masalah, terutama dengan seorang guru yang terkenal memiliki temperamen yang dingin " Tidak ada yang terjadi diantara kami. Jadi tolong jangan tanya lagi hal itu padaku, mengerti? " ia meninggalkan Becca yang menatapnya dengan cemberut.
" Lucie tunggu aku! " Becca mengejarnya dengan cepat.
Bel alarm terakhir berbunyi tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 15.30 sore, gerbang sekolah seperti biasa kembali terbuka mengantar siswa-siswi keluar dari halaman sekolah. Lucie bersama dengan Becca saling bercanda, mereka membahas apa rencana mereka saat hari pekan depan. Lucie yang tidak tau apa rencananya besok, hanya diam. Sementara Becca menceritakan rencananya berlibur bersama dengan keluarganya.
...🍷🍷🍷🍷🍷...
" Aku mohon padamu, tolong lepaskan aku " rintihan seorang wanita, Antoine memandang rembulan yang bersinar indah di malam hari dimana saat ini ia masih mencari sumber suara itu. Antoine memejamkan matanya, ia diperlihatkan dengan sosok wanita yang bersimbah darah, berjalan tertatih-tatih sembari membawa bayi. Bayinya menangis kencang, namun wanita itu dengan tenang berbisik " Ibu akan selalu bersamamu nak, kamu harus menjadi anak yang berani ya " ucap sang ibu.
Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki banyak orang, Antoine menduga kalau wanita itu pasti tengah dikejar oleh sekelompok orang. Ia hendak memberitahu wanita itu namun sebelum ia sempat memberitahunya, ada satu orang yang lebih cepat darinya. Tidak disangka, wanita itu telah tertembak. Darah mengucur deras dari tubuhnya, sementara bayinya diambil oleh sosok berjubah hitam yang tak nampak wajahnya.
" Zelda, ijinkan aku memberi nama bayi kita. Akan aku beri nama Antoine "
Pandangannya tertuju pada bayi itu, air matanya mulai menetes membasahi pipinya " Apa itu aku? " bisiknya.
Tiba-tiba wanita lain muncul dari belakangnya, Antoine menoleh ke samping bertepatan saat sosok wanita yang tidak terduga mengeluarkan sebilah pisau dengan cepat berlari menuju ke sosok berjubah hitam lalu menusuknya. Setelah menyelesaikan misinya, wanita itu langsung berlari menjauh sejauh yang dia bisa.
Seseorang dari belakangnya berteriak " Kejar orang itu sekarang! cepat! "
Antoine bergegas mengikuti wanita itu. Tidak berlangsung lama, ia berhasil menyusulnya. Antoine diam-diam mendekati wanita itu, dari samping wajah sang wanita nampak tidak asing di matanya. Ia merasa seperti pernah melihat mata itu, dan senyuman yang pernah muncul dihadapannya.
Seketika Antoine terbangun dari tidurnya, nafasnya tersengal-sengal, perlahan ia menghapus keringat yang bercucuran di dahinya " apa itu tadi? " pikirnya.
__ADS_1
" Ada apa denganmu? " Julian muncul dihadapannya, Antoine mengangkat kedua bahunya
" Aku tidak tau, aku sendiri juga bingung " ucapnya.
" Julian, apa mungkin aku pernah punya ibu? " tanyanya.
Julian terdiam, dia menatap Antoine " Aku tidak tau, yang Aku tau kamu hanya punya seorang ayah. "
" Bagaimana jika aku punya? " tanyanya.
Nikolas memukul keras kepalanya, Antoine menoleh
" Kenapa harus memukul kepalaku?! " ungkapnya kesal.
" Supaya kamu sadar, " Nikolas langsung duduk disampingnya, dia mengambil wafer dari saku jaketnya lalu memakannya.
" Aku hanya ingin mengatakan kalau kamu hanya punya ayah, yang artinya tidak ada ibu. "
Julian melihat Antoine, kemudian Nikolas " Aku pergi " ucapnya.
" Kemana? " tanya Julian, Antoine mengambil kunci mobilnya " Ke tempat seperti biasanya " ucapnya.
...🍷🍷🍷🍷🍷...
" Silahkan masuk "
Antoine masuk ke dalam toko aksesoris kuno, dimana saat itu ia pertama kali bertemu dengan sahabat lamanya ini, " Ace, bisakah kamu membantuku? " ucapnya.
Wanita yang dipanggil dengan nama akrabnya itu langsung menoleh " Oh Anton, lama tidak berjumpa. Bantuan seperti apa yang mau kamu minta? " tanya Ace.
" Selama ini kamu tau kalau aku punya kemampuan khusus, aku bisa melihat masa depan. Tapi tadi pagi, aku mengalami mimpi yang tidak biasa, aku melihat seorang wanita sedang membawa bayi yang anehnya aku merasa seperti sangat dekat dengannya. Maksudku seperti ada ikatan diantara kami, apa bisa kamu menyelidikinya? " ucapnya.
" Aku akan mencobanya, jika ada perkembangan lebih lanjut aku akan memberitahumu secepatnya. "
Antoine tersenyum sambil menepuk pundak sahabatnya " Terima kasih Ace. " ucapnya.
Baru saja Antoine keluar dari toko, tanpa sengaja ia menemukan Lucie yang sedang berjalan seorang diri. Ia pergi ke sana dengan cepat.
Ace mengintip dari dalam toko " Anton, betapa beruntungnya kamu " Ace terkekeh.
__ADS_1
" Lusi.. " panggilnya.
Lucie melihat ke belakang, ia terkejut setelah melihat Pak Anton yang rupanya memanggilnya tadi.
" Selamat sore Pak " ucap Lucie.
" Kamu mau pergi kemana? "
" Saya mau pergi ke supermarket Pak " ucapnya.
" Kebetulan saya juga mau pergi ke supermarket " Antoine menawarkan tumpangan, di sisi lain Lucie berpikir apa tidak apa-apa jika ia menerima tumpangan Pak Anton? ia sibuk dengan pikirannya sendiri sampai lupa dengan Pak Anton yang masih menunggu jawabannya.
" Tidak masalah kalau tidak mau, saya akan pergi lebih dulu kalau begitu. Sampai jumpa. "
Lucie memegang lengan Antoine " Pak, terima kasih atas tumpangannya " ucapnya.
Didalam mobil, Antoine mengamati Lucie dari kaca spion " Mau minum? " tawarnya.
Lucie menggelengkan kepalanya " Tidak Pak, terima kasih. "
" Sebenarnya ada yang mau saya tanyakan, " Antoine melirik ke Lucie " Apa kemarin malam saya membuat masalah? " tanyanya.
Lucie melirik ke Antoine " Kemarin malam.. saya tidak sepenuhnya tau apa yang terjadi sebelumnya sebelum Bapak bertemu dengan saya, tapi setelah saya bertemu dengan Bapak ada satu hal.. " ucap Lucie.
" Muntah? " tanyanya.
" Eum.. ya Pak "
" Hanya itu saja kan? "
Lucie terdiam sejenak, ia melirik ke jalanan diluar
" Ya Pak "
Antoine menghela nafas " Oke, lega mendengarnya. Saya pikir saya telah membuat masalah " ucapnya.
" Apa yang sedang anda pikirkan? " Lucie menoleh ke samping, dia menemukan Pak Anton memandangnya dari dekat. Gugup, Lucie menjawab asal " Kue rol kayu manis, itu sangat lezat dan saya pikir saya akan membuatnya nanti. "
Antoine mengangguk paham " jadi anda mempunyai kenangan yang indah, " dilihat dari dekat nampak jelas warna matanya berwarna biru, garis rahangnya yang tegas, juga bulu-bulu kasar di dagunya, merasa pergerakan mulutnya Antoine, pandangannya Lucie langsung menuju ke mulutnya yang mulai melontarkan kata perkata " maka sisakan satu untuk saya " Pak Anton terkekeh.
__ADS_1
Lucie hanya bisa tersenyum.