
Sinar matahari perlahan bergerak masuk ke dalam ruangannya, menghampirinya yang sedang tertidur. Matanya bergerak-gerak, dia ingin menjauh darinya tapi tidak bisa karena dia tidak bisa melewatinya. Wanita itu, wajahnya terlihat cantik, dia berjalan mendekatinya dengan anggun. Dia tersenyum padanya, saat dia akan mengatakan sesuatu dia menghilang seperti debu. Antoine membuka matanya, dia mengerang. Ah, jadi tadi hanya mimpi.
" Selamat pagi "
Antoine menolehkan wajahnya ke sumber suara, dia lagi, ia menghela nafas "Bagaimana kau bisa disini?"
" Ceritanya panjang, dan tebak siapa yang membuatnya terjadi? kamulah orangnya " Nathan mendekatinya, dia berbisik " Aku berharap kamu mengingatnya. "
" Apa yang telah terjadi semalam? "
" Menurutmu? "
Antoine memejamkan matanya, tiba-tiba bayangannya bersama dengan seorang wanita muncul di kepalanya, ia terlihat kacau dan sangat mabuk, wanita itu suaranya terdengar mengkhawatirkannya lalu dia mendekatinya, berusaha menolongnya. Wajah itu, tidak salah lagi, dia adalah Lucie, muridnya.
Suara dering telepon seluler terdengar di meja depan tempat tidurnya, Nikolas masuk ke dalam kamarnya, kemudian dia mengambil ponselnya. Dia melihat layar ponselnya, lalu melihat Antoine " Ohh tenang saja, dia sudah bangun sekarang dan sepertinya dia tidak mengingat kejadian semalam. Dia baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkannya. Ya karena aku yang mengurusnya, ok baiklah sampai jumpa lagi " Nikolas kembali menaruh ponselnya di atas meja.
" Siapa yang menelepon mu? " tanyanya.
" Melisa, kalau tidak salah itu namanya dan dia terlihat lebih muda dan cantik "
Loraine mendengus " Siapa dia?! "
" Dengar, ini bukan urusanmu. Jadi aku sarankan jangan ikut campur, dan ya aku hampir lupa mengatakannya, seharusnya kamu tidak tidur disini! " Antoine bangkit dari tempat tidurnya, dia membuka lemari baju sambil mengambil beberapa pakaiannya.
" Mengapa aku tidak boleh? rumah ini juga akan menjadi rumahku, ijinkan aku mengingatkan satu hal, pertama kau adalah tunangan ku, kedua.. "
Antoine menghela nafas panjang, dia berbalik menghadap ke Loraine " Aku telah membatalkannya "
" Apa maksudmu?! " wajah Loraine memerah, dia mengepalkan tangannya demi menutupi amarahnya, tapi sayangnya Antoine telah mengetahuinya.
Antoine memakai baju santainya " Menurutmu apa yang terjadi diantara kami? " ia bergegas mengambil kunci mobilnya dan juga tasnya.
" Dia adalah pacarmu, dan kalian sedang kencan " Antoine menoleh ke samping, dia menatap wajahnya dengan tajam " kau berpikir hal seperti itu terjadi diantara kami? "
" Ya, Aku malah berpikir kalau dia itu istrimu yang kini kau campakkan " Nathan berbisik.
Antoine mengeluarkan satu lembar amplop coklat, dia menaruhnya di atas mejanya.
__ADS_1
" Apa itu? " Nathan mengamatinya dengan penasaran.
" Berikan ini pada Julian, atau jika dia kesini beritahu saja bahwa aku meninggalkan berkas ini untuk diselidikinya "
Antoine mengusap wajahnya dengan gusar
" Sial, dia adalah muridku " geramnya.
Nikolas tertawa, dia semakin senang menggoda Antoine " Ayolah, dia sebagai muridmu hanya saat berada disekolah bukan? jadi kalau saat diluar jam sekolah dia bukan lagi sebagai muridmu. "
Antoine mendesah " Kamu tau, aku sangat membenci hal yang berbau seperti.. gosip "
Antoine mengamati jalanan sekitar, saat sampai di pertigaan tidak diduga dari awalnya lampu hijau tiba-tiba berubah menjadi lampu merah, ia langsung menginjak rem.
" Ada apa denganmu? melampiaskan kemarahanmu lagi? "
" Tidak apa-apa, hanya masalah lampu jalan " begitu melihat lampu hijau, Antoine segera melajukan mobilnya " Apa katamu? aku marah?. Berhentilah membual, sudahlah aku hampir sampai di sekolah " ucapnya.
"Oke.. oke aku tidak akan mengganggumu, tapi justru setiap hari aku dengan senang hati bersedia mengganggumu itupun kalau kamu menginginkanku melakukannya hahaha" Nikolas tertawa terbahak-bahak, Antoine menghela nafas " Ada apa denganmu? kepalamu habis terbentur ya? " ucapnya.
" Aku harus pergi sekarang " ucapnya, setelah mematikan ponselnya. Ia keluar dari mobil sembari membawa tasnya.
Antoine mengambil kertas itu, lalu menaruhnya di atas mejanya, ia tersenyum pada Juliana " Tenang Bu, wajar kan murid-murid suka bergosip " ucapnya.
" Tapi ini bukan sekedar gosip biasa, ini tentang dirimu Anton " Juliana menatap wajahnya dengan resah,
" Aku hanya takut mereka akan menyebarkan gosip yang bukan-bukan tentangmu, disitu bahkan mereka menulis kalau ada seorang guru yang hampir melecehkan muridnya. Memang itu terdengar seperti sebuah cerita, tapi kemudian mereka menulis inisial namamu A.G. "
" Dengar, itu tidak akan bertahan lama. Jadi jangan terlalu dipikirkan, biarkan aku saja yang mengatasinya " Antoine berusaha menenangkan Juliana, Juliana mengangguk " Baiklah, Aku pikir aku harus pergi sekarang " sebelum dia membuka pintu, Antoine berucap " Istirahatlah sebentar, kamu terlihat sangat lelah. Apakah muridmu membuatmu kesusahan? " ucapnya.
" Tidak, mereka murid yang baik, aku yakin mereka tidak akan membuat masalah. terimakasih atas perhatiannya Anton, aku harap aku selalu bisa bekerja sama denganmu " Juliana tersenyum, begitupula Antoine " baiklah, jika butuh bantuan panggil saja aku. "
Lucie merenung, ia menaruh kepalanya di meja sambil memejamkan mata ia berharap ia dapat melupakan tentang malam itu. Bagaimana jika Mr. Anton masih ingat? ia sungguh berharap Mr. Anton melupakannya, tapi bagaimana kalau mereka berpapasan bertemu di lingkungan sekolah, apa yang harus ia lakukan? berpura-pura tidak melihatnya mungkin terdengar lebih baik. Saat ia membuka matanya, Becca sudah berada dihadapannya.
" Oh Lucie, apakah kau sungguh membawanya? jika tidak kita bisa dikeluarkan dari kelas " Becca berjalan mondar-mandir di hadapannya, sedangkan Lucie memeriksa kembali isi tasnya. Becca mengeluarkan semua barang yang dibawanya " celaka! kita akan.. "
" Bisakah kau diam dan duduk tenang disana?! " serunya kesal, matanya tertuju ke kursi di depannya
__ADS_1
" untung aku membawanya, tadi pagi aku langsung menaruhnya di dalam tas " ucap lirih.
" Ini tidak bagus, setelah ini kelasnya juga akan dimulai " bisik Becca.
" Apa aku harus kembali pulang ke rumah, maksudku mengambil kertas kita yang tertinggal? " ujar Becca.
Lucie tersenyum " Aku membawa kertasku sedang kamu tidak membawanya. Jadi hanya kamu, tidak denganku " Lucie melihat ke jam dinding, jarum panjang hampir menuju ke angka dua belas sedang jarum pendek sebentar lagi menuju ke angka tujuh,
" Tidak ada waktu, lagipula rumahmu sangat jauh dari sekolah " ia mengingatkannya.
" Hei semuanya, dengar-dengar Bu Julia hari ini tidak masuk ke sekolah jadi minggu ini hingga Minggu berikutnya beliau digantikan dengan Mr. Anton " ujar salah satu murid dikelas. Sementara Lucie terkejut, murid yang lain justru bersorak gembira.
Kedua tangannya menopang dagunya, ia duduk termangu di kantin. Becca bingung melihat tingkah Lucie yang terlihat aneh, " Lusi ada apa denganmu? " tanya Becca, Lucie menatap wajah Becca lalu kembali melamun.
" Apakah terjadi sesuatu? " mereka berdua menoleh ke belakang secara bersamaan dan menemukan Rian yang terdiam menunggu jawaban mereka. Lucie dan Becca saling memandang satu sama lain, Lucie ingin bersuara tapi Becca menahannya.
" Ohh bagus Lus, sekarang masalah apalagi yang kau buat? "
Salah seorang murid berjalan ke arahnya " Mr. Anton memanggilmu ke ruangannya " Lucie menoleh ke sumber suara, sedang Becca dan Rian saling memandang satu sama lain.
" Siapa? Aku? " tanyanya bingung. Lucie segera bangun dari kursinya, ia merasa firasatnya tidak bagus.
Lucie menelan ludah " Oke, aku akan kesana " ucapnya.
Antoine kembali melihat layar ponselnya, dia menunggunya tapi belum ada tanda-tanda pesan masuk.
Tok tok tok..
" Permisi Pak, saya Lusi dari kelas 11 A "
" Silahkan masuk "
Lucie melihat sekelilingnya, tanpa terasa ia sudah didalam ruangannya Mr. Anton. Matanya tertuju pada seorang pria yang mencarinya, " Silahkan duduk " ucapnya.
" Karena Bu Julia sedang ada urusan keluarga, jadi beliau tidak akan masuk mulai Minggu ini sampai Minggu berikutnya. Sebelumnya Bu Julia sudah memberitahu ke saya tentang ini, dan beliau ingin saya menggantikannya sementara sampai beliau masuk kembali. Saya diberitahu Bu Julia kalau kamu yang biasanya membantunya menangani pengumpulan tugas, karena itu mohon bantuannya selama saya mengajar dikelas " ucapnya.
Lucie mengangguk mengerti " Baik Pak, saya siap membantu Bapak " ucap Lucie.
__ADS_1
Antoine tersenyum " Saya sangat menantikannya. "