KURZE ZEIT : Waktu Singkat

KURZE ZEIT : Waktu Singkat
1. Pertemuan pertama


__ADS_3

Antoine melempar beberapa kertas ke hadapan ayahnya " Apa maksudnya ayah? " ia menuntut jawaban darinya, namun orang itu malah terkekeh


" Ini.. " tangannya bergerak mengambil kertas yang baru saja dilemparkannya, dia melihat dengan saksama lalu melihat Antoine " Ya tentu saja ini pernikahanku. "


Kenapa cara bicaranya sangat menyebalkan, bisiknya dalam hati.


" Jangan lupa aku tau apa yang sedang kamu pikirkan, oh ya undang mereka juga ya "


Antoine menghiraukannya, sebelum ia keluar dari ruangannya ia berbalik menghadapnya " Terserah, tentang urusanmu aku sama sekali tidak peduli " ucapnya.


Langit kembali berkabut, hampir seluruh isi kota tertutup olehnya. Pemandangan yang terlihat kelam dan terkesan suram akhir-akhir ini memang terjadi. Banyak orang berlalu lalang, namun sedikit dari mereka yang merasakannya. Melewati beberapa pepohonan, hembusan angin mulai terasa hingga nampak dedaunan mulai berjatuhan. Lucie memandangnya dengan takjub, serasa baru pertama kali ia menikmati pemandangan ini. Ia menghirup udara segar sembari memejamkan mata, ia bergumam dalam hati " Apapun yang terjadi, aku pasti bisa menghadapinya " ia membuka matanya, lalu kembali melanjutkan perjalanannya.


Dalam perjalanannya menuju ke sekolah, ia menangkap selembar kertas yang terbang ke arahnya. Di lembaran itu tertulis " Kreatif, Kritis, Optimis. Jadilah orang sukses di kemudian hari, maka bergabunglah bersama kami di sekolah... " ia melipat kertasnya, setelah itu ia memasukkannya ke dalam saku jaket. Ia kembali mengamati sekitarnya hingga baru tersadar " Dimana ini?? " tanyanya pada dirinya sendiri.


Tin.. Tin..


Ia memalingkan wajahnya, disampingnya ada mobil dengan kaca yang sudah terbuka menampilkan wajah seorang pria. Wajah yang tampan itu menatapnya


" Kamu murid dari akademi profesi kan? "


Ia hanya mengangguk, sedang lawan bicaranya kembali mengajaknya bicara " Ada apa? tidak ada waktu untuk berdiam diri, ayo saya antar kamu ke sekolah "


" Terima kasih atas tawarannya, tapi maaf, saya lebih baik jalan kaki saja pak " tolaknya halus.


" Oke, baiklah sampai jumpa " kaca mobil itu langsung tertutup, mobil pria itu kembali melaju. Lucie melihat mobil tadi yang kini semakin menjauh " Siapa orang itu? " batinnya.


Beberapa siswa terlihat memenuhi gerbang utama sekolah, termasuk keponakannya Andrew. Wajah tampan, tubuh yang tinggi, dan cukup kekar untuk seorang pelajar, inilah yang membuat Antoine sedikit tidak menyukainya.


Antoine melihat Andrew berjalan mendekatinya, tangan itu melambai kearahnya. Andrew tertawa mengejek " Ada apa Paman? "


Antoine mengamati sekeliling lalu dia berbisik


" Aku disini untuk mengajar, mengerti? " dia menoleh ke samping " dan kau adalah muridku. Jadi bolehkah aku berharap kau menerimaku dengan baik disini? " tanyanya penuh harap.


Andrew menyeringai " Ini akan menjadi hari tersulit untukmu paman " ucapnya lirih.


Antoine tersenyum lebar, " Tidak, aku yakin akan beruntung kali ini "


Antoine merapikan sedikit bajunya lalu menemukan nomor keberuntungannya berada disana " Aku harus pergi, sampai jumpa di lain waktu " Antoine tersenyum lembut sambil menepuk pundak Andrew lalu matanya menangkap keberadaan Julian. Sosok pria bermata biru dengan setelan jas dan celana hitamnya itu membuatnya tercengang.

__ADS_1


" Apa selama ini kau mengikutiku? " lawan bicaranya menoleh ke arahnya, cukup terkejut namun Antoine mengenal betul sahabatnya itu, jika Julian berada disekitarnya berarti akan ada kejutan menarik setelah ini.


Julian meregangkan kedua pundaknya dengan malas, " Aku tidak tertarik melakukan itu, ada beberapa alasan mengapa aku berada disini. Aku tegaskan sebaiknya kau tidak ingin tau tentang itu "


" Tidak, aku menyukainya " ia kembali mengendus aroma khas yang berada di kainnya.


" Aku akan menyelesaikan ini sebelum semuanya terlambat, temui aku di tempat pertama kali kita bertemu jam 8 malam, "


" dan bawakan aku makan malam juga. "


...🍷🍷🍷🍷🍷...


Antoine Griezmann, salah satu pria yang terobsesi dengan pria, banyak murid di Leinseta berpikir demikian. Ini mungkin benar adanya, karena dia pernah tertangkap basah bersama dengan pria dan wajah pria itu terlihat seperti pria penyuka sesama jenis yang berlalu lalang melewati lingkungan sekitar sekolah. Beberapa setelah melewati anak tangga, tanpa sengaja Antoine menguping pembicaraan antara Igor dan Paul.


" Dia itu iblis, bajingan, aku memergoki dia yang hampir memperkosa wanita pekan lalu " ucap Igor, sementara itu dirinya hendak melewati ruang kelas 12 B tapi tidak sengaja mendengar perbincangan mereka, ia bersembunyi di balik dinding.


" Apa benar? aku dengar dia penyuka sesama jenis " bisik Paul.


" Tidak, ini tidak mungkin. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bahkan wanita itu menjerit-jerit seperti tersiksa " wajah Igor berubah memucat.


" Mencari sesuatu Ms. Secio? " tubuhnya membeku, perlahan ia berbalik ke belakang dan menemukan Antoine menangkap basah sikapnya yang terlihat mencurigakan.


" Eum.. sebenarnya tidak ada Mr. Antoine, permisi saya harus pergi sekarang " ia segera pergi dari sana, tapi dia menghentikan langkahnya, tangannya memegang lengannya " tunggu Ms. Secio, bukankah ini milikmu? " Lucie melihat tangannya menggenggam sapu tangan berwarna merah gelap, itu terlihat seperti miliknya. Tunggu sebentar, bagaimana bisa sapu tangannya berada di genggamannya?


" Ya anda benar pak, ini milik saya. Dimana anda menemukan sapu tangan ini? " tanyanya penasaran.


Antoine berkata dengan dingin, nadanya tegas tapi mengancam " Ambil saja milikmu " matanya menatapnya dengan tajam, merasa ketakutan Lucie cepat-cepat mengambil sapu tangan miliknya dari tangannya.


" Selamat pagi Mr. Antoine " Becca muncul secara tiba-tiba sambil tersenyum.


" Selamat pagi Ms. Becca " raut wajahnya dingin.


" Terimakasih Mr. Antoine, permisi " dia dan Becca segera pergi menjauh dari hadapan Antoine.


Dia mengambil nafas panjang, cukup melegakan setelah menjauh darinya.


" Apa yang terjadi diantara kalian berdua? " seru Becca.


" Aku tidak percaya, apa kau sependapat dengan mereka? tidak, maksudku apakah Mr. Antoine penyuka sesama jenis? " tanyanya.

__ADS_1


Lucie hanya menatapnya " Menurutmu apa yang terjadi? aku " ucapnya malas.


" Bagaimana jika di rumahku? " tawar Becca.


" Oke, tidak masalah "


...🍷🍷🍷🍷🍷...


Antoine menghentikan mobilnya, matanya mencari keberadaan Julian, tapi dia masih belum terlihat. Beberapa saat kemudian mobil Julian muncul, dia keluar dari mobilnya sambil membawa sebungkus sandwich.


"Hanya sandwich? padahal saat ini aku sangat lapar" ucapnya.


Malam yang cukup menyenangkan bagi Lucie, saat makan malam bersama keluarga Becca, mereka menyambutnya dengan ramah, membuatnya nyaman berada disana dan ini sungguh momen yang indah.


Dalam kegelapan malam, saat perjalanannya menuju kembali ke rumah kecilnya, ia menemukan seorang pria berpakaian rapi serba hitam berdiri di seberang jalan dan pria itu mengamatinya. Dengan gugup Lucie memberanikan diri mendekati pria itu, dan setelah ia berdiri dihadapannya wajah pria itu semakin terlihat jelas.


Matanya semakin melebar " Mr. Antoine? " panggilnya.


" Apa yang sedang anda lakukan disini? "


" Tidak ada, hanya merasa kesepian " Antoine terduduk lemas di atas trotoar, dia terkekeh geli. Lucie mendekatinya, wajahnya termenung melihat kondisi gurunya saat ini membuatnya khawatir.


Antoine menarik tangannya untuk mendekat padanya " duduklah dengan tenang, lihatlah tidak ada siapapun disini yang akan melihat " Lucie terduduk di sampingnya, ia memberi air minumnya " minumlah air ini, bangunlah saat anda sudah merasa lebih baik lagi "


Lucie mengendus pakaiannya Antoine, ini aroma alkohol, dia pasti sangat mabuk sekarang. Pandangannya beralih ke Mr. Antoine, dari cara berdiri yang nampak tidak tegak, Lucie merasa sebentar lagi orang ini akan kehilangan keseimbangannya. Beberapa detik berikutnya seperti yang ia duga, tubuhnya limbung, tepat sebelum dia akan jatuh Lucie menangkapnya. Ponselnya berdering, tangannya masuk ke dalam saku jaketnya.


Pesan masuk


dari Julian


Hei, aku sarankan jangan pulang ke rumah sekarang.


Lucie mencoba memanggil nomor telepon Julian, namun panggilannya tidak diangkat. Lalu ia melihat nomor berikutnya disitu tertera nama Nikolas dan akhirnya panggilannya diangkat. Setelah ia menjelaskan secara panjang lebar dimana ia berada, ia segera mematikan ponsel milik Pak Anto lalu memasukkannya ke saku jaketnya, sesaat matanya kembali tertuju ke wajah Pak Anto. Melihat ada kafe di depannya, ia memutuskan untuk membawa Pak Anto masuk ke dalam kafe.


Sembari menunggu pesanannya, ia mengamati area sekitar kafe. Beberapa menit setelahnya, dari seberang jalan nampak seorang pria keluar dari mobil berwarna hitam mencari seorang wanita yang meneleponnya tadi. Dia mengaku kalau dia sedang bersama dengan temannya, Antoine. Seorang wanita melintas dihadapannya, ia dengan cepat menyusul langkah wanita itu " Permisi nona, apakah anda melihat ada seorang wanita dengan pria duduk di sekitar sini? " tanyanya.


Wanita itu hanya melihatnya kemudian cepat-cepat pergi dari hadapannya. " Ada apa dengan wanita itu?! dasar wanita aneh " umpatnya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, di layarnya tertera nomor tanpa nama, ia mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


" aku di seberang jalan " Nikolas menoleh ke samping dan menemukan wanita itu berada di seberang jalan. Wanita itu melambaikan tangannya berharap dirinya segera melihatnya. Nikolas menyeringai puas " Bagaimana dia bisa bertemu dengan wanita cantik seperti dia? " batinnya.


__ADS_2