KURZE ZEIT : Waktu Singkat

KURZE ZEIT : Waktu Singkat
6. Siapa dia?


__ADS_3

" Arwah yang ingin menyelesaikan sesuatu yang belum terselesaikan saat dia masih berada di dunia, seperti itu maksudmu? "


Lucie hanya menatapnya, raut wajahnya berubah datar.


Kedua tangannya menyangga dagunya " Ya, arwah penasaran dan kurasa dia ada keperluan denganmu hahaha.. " ia menyipitkan mata " sangat tidak mungkin jika hantu itu memiliki urusan denganku, seharusnya kau yang harus memiliki urusan denganku sekarang "


" Untuk apa? " Louis menatapnya dengan bingung.


" Rasakan ini!! " Lucie memukul keras punggung Louis lalu berlari menjauh darinya sambil tertawa.


" Lihat saja nanti!! " teriak Louis, dia tersenyum melihat tingkah Lucie yang masih sama seperti dulu.


Louis kembali mengingat apa yang dikatakan Lucie sebelumnya, dia sempat terkejut mendengar itu tapi dia menduga bahwa kedatangan tamu yang tak diundang itu pasti seseorang yang dia kenal.


Ia berjalan menuju ke loker miliknya dengan santai, saat dia berada di depan lokernya ia menemukan kertas kecil menempel disana.


" Hi, bagaimana kabarmu? kau tau aku sekarang tinggal di daerah yang tidak jauh dari rumahmu "


" Bagaimana sebaiknya aku menyambutmu? " katanya dalam hati.


" Aku mengerti apa yang harus kau lakukan " mendengar suara itu Lucie menoleh kebelakang dan menemukan sosok pria berdiri tidak jauh darinya.


" Siapa kau? " Lucie mencoba melihat wajahnya namun sayangnya tidak terlihat sama sekali. Dirinya tenggelam dalam kegelapan malam, kesunyian ini membuat dirinya gelisah.


" Aku Willis Francesco, aku tebak kau tidak ingat denganku. Maksudku saat pertama kali kita bertemu, ahh ya itu sudah sangat lama " Willis mendekatinya, dia menyentuh pipinya lalu membelainya " Lihatlah betapa cantiknya dirimu sekarang, aku sangat merindukanmu Lus. Bukankah kau juga merasakan apa yang aku rasakan? " bisiknya sensual.


Lucie mengamati bayangan dirinya di permukaan air sungai, sejenak ia melihat wajah masa kecilnya, lalu berubah menjadi wajah orang lain namun terlihat sama dengannya.


" Maaf, sepertinya anda salah orang, permisi.. " Lucie cepat-cepat pergi darisana, sesekali ia melirik ke belakang takut-takut jika pria itu mengikutinya.


" Kita akan bertemu sebentar lagi, ya.. tidak akan lama lagi " suara itu menggema, semakin lama semakin mendekatinya. Kalimat itu terus berulang-ulang, Lucie sekuat tenaga berlari menuju ke pintu keluar.


Saat dirinya hendak mencapai jalan keluar, tiba-tiba pintu itu tertutup rapat. Kegelapan ini memberinya jawaban yang pasti bahwa dirinya telah terjebak disana, seketika tubuhnya menegang.


Willis tertawa, dia berbisik di telinga Lucie.

__ADS_1


" Tidakkah kau merindukanku?! "


Lucie terbangun sambil terengah-engah,


" Apakah kau baik-baik saja? " Loui mengamatinya dengan khawatir.


" Apa yang telah terjadi padaku? "


" Setelah mendengar berita itu kamu pingsan, dan kemudian kamu tertidur selama seminggu, maksudku awalnya dokter mengatakan kamu hanya pingsan, lalu berikutnya dokter menyatakan bahwa kamu mengalami masa kritis " kata-kata Loui membuatnya semakin terheran-heran.


" Apa yang terjadi selama aku pingsan? "


" Aku tidak tahu, karena saat itu aku tidak berada disini "


" Kamu kejang-kejang setelah itu kamu mengalami masa kritis selama 5 bulan " Antoine muncul dari belakang Loui, dia menjelaskannya secara langsung. Lucie tertegun, ia berusaha bangun dari ranjang namun Loui menggenggam erat tangannya,


" Jangan memaksakan dirimu, ini terlalu berbahaya. Lagipula kamu baru saja sadar, jika kamu masih bersikeras bangun dan pergi dari sini kamu akan semakin kesakitan " Loui semakin mengeratkan genggamannya.


Lucie tetap berusaha untuk beranjak bangun dari ranjangnya, " Kamu memang keras kepala, aku tidak dapat memberikan saran lagi untukmu. Selamat berjuang, Aku pergi " ujar Antoine, dia keluar dari kamar.


" Aku pikir dia yang pertama menemukanmu "


" Dalam kondisi pingsan? " alisnya terangkat.


Loui melihatnya sambil menganggukkan kepalanya " Ya tentu saja, jika tidak bagaimana dia bisa menjawab pertanyaanmu "


" Ahh ya, benar juga. Ada satu hal yang membuatku penasaran tadi Aku bermimpi melihat diriku sendiri berada di depan sungai, lalu ada seorang pria muncul, dia berbicara padaku seolah-olah dia telah mengenalku sejak lama. Aku membalas perkataannya dengan perasaan yang aneh, aku kembali melihat diriku di permukaan air, awalnya yang terlihat wajah masa kecilku lalu berubah menjadi seorang wanita yang wajahnya terlihat sama denganku "


Lucie menyentuh dadanya, " rasanya sangat aneh "


" Ohh sepertinya aku lupa memberitahumu " gumam Louis.


" Tentang apa? "


" Salah satu siswa dari klub drama tadi mencarimu, katanya ada yang mau dibicarakan denganmu, namanya kalau tidak salah Ivan "

__ADS_1


" Apa yang kamu katakan padanya? " tanya Lucie.


" Tentu saja aku berkata tidak mengenalnya " kata Louis.


" Syukurlah " Antoine muncul dari balik tirai sambil membawa cangkir.


Lucie dan Louis sama-sama terkejut, mereka saling memandang satu sama lain " Sejak kapan anda berada disana? " ucap mereka bersamaan.


" Baru saja, apa ada masalah? "


" Tidak ada " balas mereka bersamaan.


" Baiklah " ucap Antoine.


...🏴🏴🏴🏴🏴...


Setelah jam sekolah berakhir Lucie keluar dari ruang kesehatan, tiba-tiba ponselnya berdering.


" Ada apa Ben? "


Mendengar tidak ada balasan dari saudaranya membuat pikirannya kacau, firasatnya semakin mendukung, pasti sesuatu telah terjadi di rumah. Lucie cepat-cepat berlari keluar dari sekolah.


Ben terduduk lemas dibawah pohon, perlahan ia mengambil ponselnya, ia memanggil Lucie tidak lama kemudian Lucie menerima panggilannya.


" Terjadi sesuatu di rumah.. " ucapnya, Ben mulai terbatuk-batuk " Cepatlah pulang! " Nikolas muncul di belakangnya, ia merebut ponselnya darinya. Nikolas menyeringai, ia sangat puas dengan hasilnya " Boom.. bagaimana reaksimu saat melihat kejutan ini? ckck.. aku sangat menantikan kehadiranmu Lucie " lalu Ben pingsan.


Aku takut sesuatu yang buruk pasti telah terjadi, nafasku mulai tersengal-sengal rasanya seperti mau mati, berhenti tidak akan membuatmu menemukan jawaban namun sayangnya kakiku mulai melemah. Ini sangat buruk, aku mulai melihat banyak orang di sekelilingku, wajah mereka terlihat panik dan mereka semuanya berlari menuju ke sekitar lingkungan dimana rumahku berada. Aku tak yakin, namun jawaban untuk segala ratusan pertanyaanku semakin terlihat jelas. Salah satu dari mereka berteriak keras ' Feuer Feuer!!'


Tiba-tiba mataku mulai berair, air mataku mulai menetes. Api itu telah memakan seluruh rumahku...


...❄️❄️❄️❄️❄️...


Lucie mengamati foto keluarganya yang tersisa setelah insiden kebakaran itu, dia masih mengingatnya. Malam itu tidak ada satupun yang tau, dia menemukan secarik kertas di dalam tas Ben. Dia membukanya lalu membaca isi surat itu.


Dari : W

__ADS_1


Penasaran? datanglah ke halaman belakang rumahmu, maka kamu akan menemukanku


__ADS_2