
ayu menghabiskan masa liburannya d kampung halamannya.
mengingat masa lalu ke kebun teh.
air terjun mini.
taman kota
semua iya kunjungi.
***
sehabis makan malam biasanya keluarga ayu menyempatkan untuk berkumpul di ruang televisi. walau hanya sebentar.
ayu menyerahkan tabungannya kepada ibu dan bapaknya.
" ayah, emak ini tabungan ayu selama bekerja sambil kuliah d Seoul. " ucap ayu.
" ya Allah nak ini banyak sekali" jawab ibu.
ayu memberikan 100 jta tabungannya untuk kedua orang tuanya
sedangkan sisanya untuk pegangan dia hidup d Bali.
"kamu kerja apa" tanya ayah.
"pelayan kafe, asisten rumah tannga, macam macam yah semua ayu lakukan saat ayu selesai kuliah."
" ya Allah nak. maafkan ayah yang tidak memenuhi kebutuhanmu"
__ADS_1
"tidak ayah selama ini ayah kan rutin mengirim uang ke ayu saat d Seoul.ayu hanya ingin waktu ayu tidak terbuang sia sia disana."
"ayu sudah mengirim lamaran pekerjaan d bali. mungkin seminggu lagi ayu akan mulai bekerja disana." ayu menambahkan
" kenapa d Bali nak. disini saja jangan jauh jauh dari emak." jawab emak
" karna dapat kerjaannya disana Mak" jawab ayu sambil memeluk ibunya.
" Mak , kalau ayu melakukan kesalahan apa emak mau memaafkan ayu." tanya ayu dengan wajah yg berubah sendu.
" setiap orang tua. pasti memaafkan anaknya nak. sebesar apapun kesalahan anaknya." jawab ibu
"sebenarnya ayu sedang hamil Mak" ayu berucap dengan nada bergetar.
"ya Allah nak apa yang kamu lakukan" jawab emak sambil melepaskan pelukan ayu.
keluarga ayu amat terkejut mendengarnya.
ayu melihat ayahnya sudah marah dengan wajah yg memerah.
"se..sebenarnya.."
ayu lalu bercerita dr awal sampai akhir tentang kejadian itu.
" kamu harus menikah ayu" kata mas Satrio
" tapi mas mana ada laki laki yg mau menerima ayu." jawab ayu.
"tapi anak itu butuh seorang ayah ayu."
__ADS_1
" lebih baik ayu membesarkan anak ini sendiri mas dari apa nanti status anak ini d jadikan alasan untuk menimbulkan masalah baru."
" tapi ayu." jawab mbak Dewi
namun ayu sudah memotong ucapan mbak Dewi.
" ayu sudah memikirkannya mbak. ayu akan tinggal d bali. tidak ada yg tau ayu disana. kalau ayu tinggal d sini. keluarga kita akan jadi omongan warga desa. itu sebabnya ayu menerima kerjaan d sana."
ayah dan ibu hanya terdiam.
begitu sulit hidup yg d jalani anaknya selama kuliah disana. tapi apa mau di kata. itu pilihan anaknya sendiri.
" emak,ayah maafin ayu sudah mengecewakan kalian." ayu sudah bersimpuh d kaki kedua orangtuanya.
" tidak nak ini bukan sepenuhnya kesalahanmu.berusahalah untuk bertanggungjawab nak. dan jadi pribadi yg baik lagi." jawab ayah.
" kami hanya bisa mendoakan mu." tambah ibu.
" terima kasih karna sudah ngertiin ayu"
mbak Dewi memeluk ayu.
"kamu yg sabar ya dek. beri tahu alamatmu d Bali. nanti saat kamu menjelang lahiran kami akan kesana menemanimu. ingat jika ada masalah cerita dengan kami dek jangan d simpan sendiri. tugas keluarga itu saling menguatkan."
ayu mengangguk.
"kamu ngerti GX" kata mas Satrio sambil tersenyum.
" ngerti mas" jawab ayu sambil mengusap air mata nya.
__ADS_1
"dah jangan nangis lagi. inget jaga baik baik kandungan kamu.kamu tinggal dengan siapa disana??"
" dengan Mutia mas . dia sudah seperti saudara sendiri. dia teman ayu kuliah d Korea mas."