
entah sudah berapa lama ayu dan T.O.P memandangi langit langit kamar.
mereka masih terdiam.
hanya tangan T.O.P yang mengusap perut ayu yg ia rasa mulai membesar.
" apa dia baik baik saja?" tanya T.O.P memecah keheningan. dia memandangi perut ayu " hallo sayang. aku ayahmu, kita baru bertemu hari ini. apa kau merindukanku. " ucapnya sambil mengusap-usap perut ayu.
" ya dia baik baik saja. dia tumbuh dengan sehat " ayu tersenyum
"ayah akan menjagamu." T.O.P masih bergumam disana.
" darimana kau tau aku hamil ??" ayu masih penasaran..
"Chen yg memberitahuku" jawab T.O.P singkat.
"dari mana dia bisa tau ". ayu bertanya lagi
" jangan meremehkan Chen matanya ada dimana mana" T.O.P tertawa.
lalu keheningan terbentang lagi di antara mereka.
" kenapa kau langsung pergi tanpa mendengarkan penjelasan dr ku"
" entah, rasanya menyakitkan sekali melihat mu berciuman dengannya. aku langsung memutuskan pergi." aku masih meneteskan airmata iya masih merasakan sakit. mengingat saat itu.
" apa semudah itu mengambil keputusan saat kau tau. kau sedang mengandung anakku."
ujar T.O.P lagi.
" apa yg bisa aku pertahankan d Seoul. saat tau bahwa aku di khianati. CINTA ? CINTA yg seperti apa? "
__ADS_1
" saat kau d posisi ku apa yg akan kau lakukan. pemikiran yg pertama adalah Pergi menjauh benar bukan ." ayu menjawab dengan penuh penekanan.
"maafkan aku. aku tidak akan membiarkan wanita lain mengambil keuntungan lagi dariku. aku tidak akan membiarkan wanita lain menyentuh ku karna itu akan menyakitimu." T.O.P berjanji
" aku bukan wanita yg menghalangi lelakinya untuk menjalin hubungan sosial pasangannya. entah kenapa hari itu aku menjadi sangat sensitif" ayu menjelaskan.
TOP sudah mencium kening ayu lalu menciumi rambutnya aroma yg iya rindukan selama ini dan mengeratkan pelukannya.
" aku mencintaimu. amat mencintaimu."
hingga mereka terlelap.
seperti ya sudah lama mereka tidak tidur se pulas ini. tanpa mereka sadari mereka saling membutuhkan satu sama lain.
ruang yg kosong selama mereka terpisah mulai terisi kembali. terasa hangat dan menenangkan.
###
" sudah malam Dae kau mau apa?" tanya Airin jengah.
" beri aku satu kecupan saja . please" Daesung masih tidak putus asa.
" tunggu sebentar" Airin memutuskan hubungan telepon nya.
"aku akan kembali ke kamarku jika dia mau menginap disini. " ujar Mutia.
Airin memicingkan matanya. " kami belum sejauh itu Mutia. tunggu disini aku akan kembali." Airin sambil memakai sendalnya lalu pergi menemui Daesung.
"aku mencintaimu" ucapnya saat Airin keluar dari kamarnya.
" cepat sini " Airin menjambak rambut Daesung.
__ADS_1
Daesung hanya meringis.
" kiss " ucap ya sambil memajukan bibirnya.
lalu Airin menciumnya sekilas.
"awas jika kau mengulanginya lagi."
sambil menjentikkan jarinya ke hidung Daesung.
" maafkan aku. aku mencintaimu." ucapnya sambil memeluk Airin.
" masuk sana. mimpikan aku yaa" Daesung sambil mengusap rambut Airin.
"bye"Airin mengangguk lalu masuk ke kamarnya.
Daesung pun kembali ke kamar GD.
" sudah membujuk kekasihmu" tanya Seungri.
"Airin bukan orang yang susah d bujuk. dia tidak akan lama jika marah." Daesung yg tau sifat Airin sudah tau cara menangani Airin jika marah.
"jadi kita bertiga 1 tempat tidur " Daesung senang.
"tidak, aku akan tidur d sofa" kata GD
"kenapa,? tempat tidurnya luas" tanya seungri
"aku tidak tahan dengan dengkuran kalian seperti BA**.." GD kesal. sudah pasti dia akan begadang malam ini.
itu sebabnya dia sudah menyiapkan laptop dan buku kecil. yg biasa ia gunakan untuk membuat lagu.
__ADS_1
"itu seni sobat" Daesung sambil tertawa bahagia.