
(Pulang sekolah, di depan gerbang sekolah)
"Ron, kamu dimana? Pulang bareng yuk!!"
(Waktu bersamaan di parkiran sekolah)
(Roni memasuki parkiran sekolah dengan teman temanya, kemudian ia mendengar hp nya berbunyi tanda ada pesan masuk)
Yaampun, gue lupa. Si Riski kan gak masuk sekolah, jadi harus nganterin Nayla pulang.
"Bro!! Kayaknya gue gak bisa ikut nongkrong sekarang deh. Ada hal penting, kapan kapan deh gue ikut, tenang gue yang traktir."
"Pasti gara gara si cewek kelas sebelah itu kan?"
"Itu lo tau, udah ya, gue duluan.."
"Eh Ron, lo perhatian banget sama tu cewek. Saran gue, mending cepet cepet deh, entar di salip sama orang lain tau rasa loo..."
"Oke bro...doain aja"
(Roni yang hendak berkumpul dengan temannya itu berbalik dan pergi untuk mengantarkan Nayla pulang)
\*
(Depan gerbang sekolah)
"La, ayo pulang"
"Aduh Ron, maaf ternyata aku ada kerja kelompok dulu. Jadi gak bisa pulang bareng."
"Oh gitu... Yaudah gue anter kerja kelompok aja,dimana tempatnya?"
"Eh Ron Ron, gak usah. Mending kamu anterin Rena aja, kasian dia lagi agak gak enak badan katanya. Aku takut dia kenapa kenapa kalo pulang sendiri."
(Roni melihat ke arah Rena yang tengah duduk di tembok gerbang)
"Lo gak papa kan Ren? Masih kuat kan?"
"Iya Ron, gak papa kok. Mungkin efek kurang tidur aja kok."
"Yaudah, ayo gue anterin"
"Beneran? Terus Nayla gimana?"
"Gue anterin lo dulu, abis gitu gue balik lagi jemput Nayla. Dan lo La, jangan dulu kemana mana sebelum gue balik lagi ke sini oke?"
"Iya iya, aku nungguin di sini kok, mending kamu anterin dulu Rena, cuacanya juga kayak mau hujan."
"Tungguin ya, gue gak bakalan lama kok. Inget ya La, tungguin di sini, jangan kemana mana."
"Iya baweeel..."
(Roni melepaskan jaket yang ia pakai dan di berikan kepada Nayla)
"Nih, pake jaket gue, udaranya dingin, nanti lo bisa sakit."
"Iya aku pake, udah sana, kalo ngomong terus kapan nyampenya Roniiii...."
"Ya udah gue berangkat.."
Roni.. kamu itu baiik banget.. sebenernya aku gak mau kamu terus berharap kayak gini.. aku sengaja bantu Rena buat deket sama kamu. Tapi aku yakin kok, suatu saat nanti kamu akan mengerti kenapa aku berbuat seperti ini.
__ADS_1
\*
(Di depan rumah Rena)
"Aduh hujan deras Ron. Mending masuk dulu yuk."
"Gak usah Ren, kayaknya gue harus cepet cepet balik ke sekolah, soalnya si Nayla masih di sana."
"Ronn, tapi kan hujan gini, liat hujan petir gini. Nayla juga pasti lagi berteduh kok."
"Tapi Ren."
"Udah Ron, gak usah tapi tapian. Sebentar lagi kamu kan mau tanding, terus kalo kamu sakit kan repot jadinya. Nanti kalo udah reda baru jemput."
(Roni berfikir sejenak, dia takut tidak bisa mengikuti pertandingan basket, tapi dia juga khawatir dengan keadaan Nayla di sana)
"Udah ayo, hujannya tambah deras. Motornya simpen aja dulu di depan garasi, biar gak kehujanan."
"Yaudah, gue neduh dulu di sini."
(Waktu bersamaan di depan gerbang sekolah)
"Roni kemana siiiihhh, katanya gak bakalan lama tuh anak."
(Nayla berteduh di bawah pepohonan di depan sekolah, karena tidak ada tempat berteduh lain, Nayla terpaksa berdiam diri dengan jaket basah yang tersampai di badannya. Nayla menggigil kedinginnan menunggu Roni datang.)
Apa mending aku telpon aja kali ya.. udah magrib lagi.. nanti mama bisa cemas kalo gini..
\*
Aduhh hujannya mana gak berhenti berhenti lagiii.. udah jam segini. Apa Nayla udah pulang ya?
(Beberapa saat kemudian)
(Di telpon)
"Ron, kamu masih di rumah Rena?"
(Nayla menelpon Roni dengan suara gemetar karena kedinginan)
"La, lo masih di situ? Lo kehujanan? Kenapa gak neduh dulu dodol.."
"Aku takut nanti kamu kesini nyari aku, jadi aku nungguin di sini hehe... Kalo kamu masih sibuk sok aja dulu nyantai.. aku gak papa kok."
"Gila ya.. tungguin bentar lagi gue ke sana. Jangan kemana mana, gue bakalan kebut ke sana.."
"Jangan kebut kebutan Ron, licin.. santai aja, aku gak papa kok."
"Yaudah, tunggu ya, gue k sana sekarang La"
"Ren, gue cabut dulu deh"
"Loh, kan masih hujan deras Ron."
"Iya gak papa, gue khawatir Nayla kenapa kenapa.."
"Emangnya Nayla kenapa Ron?"
__ADS_1
"Dia belum pulang, barusan juga Nayla nelpon katanya dia masih di sekolah. Yaudah gue jemput Nayla ya.."
(Roni bergegas kembali ke sekolah untuk menjemput Nayla. Rena yang terdiam melihat sikap Roni yang begitu perhatian terhadap Nayla pun merasa iri)
"Kenapa cuman sama Nayla Ron!!.. kenapa perhatian itu tidak pernah aku dapatkan...."
(Rena seketika menangis di depan pintu rumahnya, dia iri terhadap temannya itu yang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, termasuk kasih sayang Roni. Tidak ada respon sama sekali dari Roni. Roni bergegas melaju kencang untuk kembali ke sekolah menjemput Nayla)
\*
(Sesampainya di sekolah)
"La, lo baik baik aja kan? Badan lo basah La, kenapa gak nelpon dari tadi kalo lo kehujanan di sini?"
"Ron, kamu udah datang? Kamu pasti khawatir kan? Tenang aja.. aku gak apa apa kok"
( Nayla yang terduduk di bawah pohon dengan wajah yang pucat kedinginan menambah kekhawatiran Roni)
"Nggak papa gimana, muka lo pucat La, ayo gue anterin lo ke rumah."
(Roni memasangkan helm untuk Nayla, serta memakaikan jaket yang benar pada Nayla)
"Nah, kalo pake jaket harus gini, resletingnya di tutup. Dah ayo naik."
(Nayla memegang pundak Roni dan menaiki motornya)
"Pegang yang erat ya La, atau kalo ngga, mending lo peluk aja"
(Nayla menangguk)
\*
(Di perjalanan)
"La, tangan lo dingin banget." Roni memegang tangan Nayla yang tepat berada di perutnya.
"Ron, makasih ya, udah perhatian kayak gini. Pasti kamu berfikir kalo aku itu bodoh lah, manja lah.. tapi jujur, kamu udah banyak berkorban buat aku."
"Ngomong apaan sih lo La, gue kan udah bilang. Meskipun lo udah sama orang lain, rasa sayang, rasa perhatian gue ke lo itu gak bakalan hilang."
\*
(Di depan rumah Nayla)
"Yu Ron, masuk dulu."
(Roni turun dari motornya dan mengikuti Nayla memasuki rumah)
"Ya ampun, kok pada hujanan gini sih. Nanti kalo sakit gimana"
"Hehe iya mah, tadi di sekolah keburu hujan, jadi basah kuyup gini.."
"Yaudah, sana ganti baju dulu. Kamu juga Ron, nanti tante siapin makanan yang hangat hangat buat kamu."
__ADS_1
"Makasih tan. Roni pulang dulu, gak nyaman basah begini. Nanti habis itu Roni ke sini lagi."
"Yaudah kalo gitu."