Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi
GD dan mutia


__ADS_3

***


"mau kau berjanji kepadaku." ujar GD


"janji apa ?" Mutia bingung.


GD meraih jemari Mutia lalu mengaitkan jari kelingking mereka


"jika 1 tahun dari sekarang kita bertemu. dan tidak memiliki pasangan . kita akan menikah"


GD berbicara dengan sungguh sungguh.


" kau gila GD" Mutia menarik tangannya namun tidak bisa.


GD mengkencangkan kaitan jari kelingking mereka.


"lepas ini menyakitkan." ujar Mutia.


"janji" GD dengan nada serius.


"tidak" jawab Mutia mulai marah


"aku tidak akan melepaskannya... JANJI " ucapnya lagi.


pandangan mereka bersatu menatap semakin dalam.


detakan irama jantung mereka semakin meningkat.


tanpa mereka sadari wajah mereka semakin mendekat.


bibir mereka saling berciuman.


terasa hangat.


mata mereka masih saling menatap.


" apa diam mu bisa ku anggap jawaban." ucap GD menyadarkan Mutia .


Mutia lalu bangun dari duduknya dan pergi kekamar. meninggalkan GD.


GD mengikuti Mutia dari belakang.


saat melihat Mutia masuk ke kamarnya. iya juga kembali ke kamarnya.


###


"apa dia gila. kenapa dia mencium ku.ciuman pertama ku" Mutia masih mengatur nafasnya dan jantungnya serasa mau copot berdetak dengan cepatnya.


"kenapa aku diam saja saat dia mencium ku"

__ADS_1


Mutia sambil memegang bibinya. iya masih bisa merasakan hangatnya ciuman tadi.


"ahhh. apakah aku sudah gila... ya ampun Mutia kenapa kau murahan sekali. mau d cium oleh lelaki yg bahkan bukan kekasihmu."


" apa kata dia tadi jika 1 tahun dari sekarang bertemu. dan tidak memiliki pasangan . kita


akan menikah"


"apa semudah itu mengajak orang menikah"


"ahhh. aku kesalll" Mutia sambil mengacak-acak rambutnya.


###


disisi lain GD masih bingung kenapa bisa dia mengajak Mutia menikah.


" bibirnya manis sekali.harum tubuhnya mengapa membuat ku lupa diri. apakah ini ciuman pertamanya. ahhh aku beruntung sekali."


"sepertinya aku akan tidur nyenyak setelah ini."


***


jam 8 pagi.


ayu terbangun karna suara bising dr luar.


ia melihat d sampingnya masih ada T.O.P yg terlelap tidur.


ayu memandangi wajah orang yg rindukan selama ini.



"sudah puas memandangi wajahku" TOP mengagetkan ayu.


ayu mau bangun dari tempat tidur namun TOP menarik tangan ayu hingga ayu terjatuh d atas tubuhnya.


"akhh" ayu menjerit kaget.


TOP malah panik mengusap perut ayu.


"apakah sakit .apa aku melukainya"


" dia baik baik saja. aku hanya terkejut."


ujar ayu.


lalu TOP mencium ayu dengan lembut.


"morning Kiss" katanya setelah melepaskan ciumannya.

__ADS_1


" pagi jagoan ayah. apa kau baik baik saja"


ucapnya sambil mengusap perut ayu.


"bagaimana kalau bayinya perempuan"


ucap ayu yg mendengar TOP mengatakan jagoan sedangkan ayu saja belum tau apa jenis kelamin bayinya.


" entah kenapa aku yakin bayi laki laki" TOP yakin.


"jangan kecewa jika bayinya perempuan" ayu menjawab dengan nada yg tidak bisa d artikan TOP.


TOP lalu memeluk ayu.


tangannya iya tangkup d pipi ayu yg mulai chabi. " dengarkan aku. apapun jenis kelaminnya . aku akan sangat menyayangi nya. aku akan menjaganya dengan nyawaku. aku akan membesarkannya dengan penuh cinta. dia darah dagingku. "


lalu kembali memeluk ayu.


ponsel T.O.P berdering.


dari Taeyang ia langsung mengangkatnya.


"yaa" jawab TOP langsung


" apa kau berencana tidak keluar kamar hari ini" membuat yg lain tertawa.


" ayu sedikit mual. dia masih d kamar mandi. tunggu sebentar" TOP berbohong lalu menutup tlpnnya.


" kau bohong. aku tidak mual." ayu sudah kesal.


" agar mereka tidak semakin menggoda kita. ayo keluar mereka menunggu kita d kolam renang. " ujar TOP


"aku cuci muka sebentar. " ayu berjalan ke kamar mandi. tak lama iya sudah keluar dr sana.


***


kolam renang sudah bising karna suara mereka.


"jangan berenang masih terlalu dingin. " T.O.P mengingatkan ayu. ayu hanya mengangguk.


T.O.P sudah menceburkan diri bergabung dengan yg lain.


ayu yg melihat Mutia tidak ikut berenang duduk d samping Mutia.


karna mereka tamu VVIP mereka mendapat kolam renang private.


**ini visual MUTIA


__ADS_1


__ADS_2