Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi
T.O.P tau


__ADS_3

hari sudah menjelang subuh.


ayu masih memandang langit langit d kamar.


dia tidak dapat memejamkan matanya.


setelah dia jujur tentang kehamilannya dia merasa amat lega keluarganya bisa menerima anak d kandungannya dan menghargai setiap keputusannya.


namun entah mengapa dia merasa ada yg salah dengan keputusannya.


masih ada ruang yg kosong d membuat dia belum merasa lega.


ayah untuk anaknya.


"ya Allah maaf untuk segala kesalahan ayu."


lalu iya mencoba memejamkan matanya. dan akhirnya terlelap.


***


sudah 2 Minggu semenjak kepulangan ayu.


ayu sebenarnya masih betah tinggal d kampung halamannya.


namun pesan dari Mutia yg mengharuskan ayu bekerja d hari Senin besok membuat ayu mengakhiri waktu beristirahat nya.


" sudah selesai nak packingnya ??" tanya ibu


" sebentar lagi Mak. ini tinggal beberapa baju lagi." ayu menjawab


" nanti kamu jangan capek capek yaa kerjanya,inget kamu lagi hamil. "


"ayu GX cape Mak. lagi pula kerja ayu kan cuma mengecek kesiapan hotel at villa."


" iya emak tau. cuma kan kamu suka memaksakan kehendak kamu. inget nak sekarang setiap yg kamu lakukan kamu harus memikirkan calon bayi kamu juga" emak menjelaskan.

__ADS_1


"iya mak" ayu mengangguk


"kenapa kamu GX berangkat Minggu saja.sekarangkan masih hari Sabtu. emak masih kengen sama kamu."


" ayu pergi Sabtu biar Minggu bisa istirahat Mak. Senin baru mulai kerja."


ibunya ayu mengangguk mengerti.


" lagi pula ayu kan Deket Mak sekarang cuma d Bali. tiap bulan ayu bisa pulang"


" bener ya tiap bulan pulang. nanti kamu kerja kamu lupa pulang lagi."


ayu tersenyum mendengar ocehan ibunya.


"iya. janji." jawabnya sambil tersenyum.


" mak kalau ada orang mencari ayu . bilang saja ayu kembali kembali ke Korea untuk bekerja disana. " ibu mengangguk mengerti.


***


setelah ia tau ayu kembali ke Indonesia.


ia pulang dengan hati yg kacau.


setiap hari tidak ada hari tanpa minuman keras.


" apa kau selamanya ingin seperti ini" tanya Chen.


" kau ingin aku bagaimana" jawab T.O.P sambil menegak minumannya lagi.


"jangan seperti ini. kenapa tidak kau menjemputnya."


" kenapa tidak terpikirkan oleh ku"


" kenapa aku merasa semenjak kau kenal ayu kau seperti orang bodoh."

__ADS_1


"dasar kurang ajar.aku bos mu bodoh" dia menendang bokong Chen.


"tapi alamatnya. "


lalu Chen menelpon seseorang.


"bagaimana sudah dapat alamatnya? kirim ke ponselku segera."


tak lama notifikasi pesan masuk.


"ini alamat ayu d Indonesia. tapi kau tidak bisa kesana sekarang.masih ada jadwal promo album yg belum kita selesaikan."


Chen menjelaskan.


" baik. terima kasih banyak." T.O.P sambil tersenyum


" di hari ayu pulang ke Indonesia. ada salah satu anak buah kita yg melihat ayu membeli sesuatu d apotik." chen berkata sambil menatap T.O.P dengan serius.


T.O.P yg masih belum mengerti hanya mengerutkan keningnya.


" ayu membeli alat tes kehamilan." Chen melanjutkan sambil menepuk pundak T.O.P


Air mata T.O.P sudah menetes. " kenapa aku melepaskannya. kembalilah ayu. kembali." tangis T.O.P pecah.


" berbahagialah kau akan menjadi seorang ayah." Chen sudah memeluk T.O.P


" itu berarti ayu mencari ku ke kantor agensi untuk memberitahu tentang kehamilannya."


ujar T.O.P lagi.


Chen mengangguk " dan dia mengharapkanmu menerima anak d kandungannya. "


" tentu saja aku menerimanya itu anakku."


tegas T.O.P

__ADS_1


__ADS_2