
hari sudah menjelang subuh.
ayu masih memandang langit langit d kamar.
dia tidak dapat memejamkan matanya.
setelah dia jujur tentang kehamilannya dia merasa amat lega keluarganya bisa menerima anak d kandungannya dan menghargai setiap keputusannya.
namun entah mengapa dia merasa ada yg salah dengan keputusannya.
masih ada ruang yg kosong d membuat dia belum merasa lega.
ayah untuk anaknya.
"ya Allah maaf untuk segala kesalahan ayu."
lalu iya mencoba memejamkan matanya. dan akhirnya terlelap.
***
sudah 2 Minggu semenjak kepulangan ayu.
ayu sebenarnya masih betah tinggal d kampung halamannya.
namun pesan dari Mutia yg mengharuskan ayu bekerja d hari Senin besok membuat ayu mengakhiri waktu beristirahat nya.
" sudah selesai nak packingnya ??" tanya ibu
" sebentar lagi Mak. ini tinggal beberapa baju lagi." ayu menjawab
" nanti kamu jangan capek capek yaa kerjanya,inget kamu lagi hamil. "
"ayu GX cape Mak. lagi pula kerja ayu kan cuma mengecek kesiapan hotel at villa."
" iya emak tau. cuma kan kamu suka memaksakan kehendak kamu. inget nak sekarang setiap yg kamu lakukan kamu harus memikirkan calon bayi kamu juga" emak menjelaskan.
__ADS_1
"iya mak" ayu mengangguk
"kenapa kamu GX berangkat Minggu saja.sekarangkan masih hari Sabtu. emak masih kengen sama kamu."
" ayu pergi Sabtu biar Minggu bisa istirahat Mak. Senin baru mulai kerja."
ibunya ayu mengangguk mengerti.
" lagi pula ayu kan Deket Mak sekarang cuma d Bali. tiap bulan ayu bisa pulang"
" bener ya tiap bulan pulang. nanti kamu kerja kamu lupa pulang lagi."
ayu tersenyum mendengar ocehan ibunya.
"iya. janji." jawabnya sambil tersenyum.
" mak kalau ada orang mencari ayu . bilang saja ayu kembali kembali ke Korea untuk bekerja disana. " ibu mengangguk mengerti.
***
setelah ia tau ayu kembali ke Indonesia.
ia pulang dengan hati yg kacau.
setiap hari tidak ada hari tanpa minuman keras.
" apa kau selamanya ingin seperti ini" tanya Chen.
" kau ingin aku bagaimana" jawab T.O.P sambil menegak minumannya lagi.
"jangan seperti ini. kenapa tidak kau menjemputnya."
" kenapa tidak terpikirkan oleh ku"
" kenapa aku merasa semenjak kau kenal ayu kau seperti orang bodoh."
__ADS_1
"dasar kurang ajar.aku bos mu bodoh" dia menendang bokong Chen.
"tapi alamatnya. "
lalu Chen menelpon seseorang.
"bagaimana sudah dapat alamatnya? kirim ke ponselku segera."
tak lama notifikasi pesan masuk.
"ini alamat ayu d Indonesia. tapi kau tidak bisa kesana sekarang.masih ada jadwal promo album yg belum kita selesaikan."
Chen menjelaskan.
" baik. terima kasih banyak." T.O.P sambil tersenyum
" di hari ayu pulang ke Indonesia. ada salah satu anak buah kita yg melihat ayu membeli sesuatu d apotik." chen berkata sambil menatap T.O.P dengan serius.
T.O.P yg masih belum mengerti hanya mengerutkan keningnya.
" ayu membeli alat tes kehamilan." Chen melanjutkan sambil menepuk pundak T.O.P
Air mata T.O.P sudah menetes. " kenapa aku melepaskannya. kembalilah ayu. kembali." tangis T.O.P pecah.
" berbahagialah kau akan menjadi seorang ayah." Chen sudah memeluk T.O.P
" itu berarti ayu mencari ku ke kantor agensi untuk memberitahu tentang kehamilannya."
ujar T.O.P lagi.
Chen mengangguk " dan dia mengharapkanmu menerima anak d kandungannya. "
" tentu saja aku menerimanya itu anakku."
tegas T.O.P
__ADS_1