Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi
Ep 4


__ADS_3

" Gimana kalo di danau deket Mall aja, tempatnya juga oke, suasananya romantis pokonya.


"deket mall? Mmmm boleh di coba nih, tapi bakal disuka sama si Nayla gak? gue takutnya dia nolak gue mentah mentah "


"Yaelah elo, di coba aja belum"


"Ada saran lain gak?"


"Lo nembaknya bener bener, tunjukin ke dia kalo lo itu bener bener sayang sama dia"


"Oke pasti, duuhhh nervous gini"


(Jam 7 di kamar Nayla)


(Di depan cermin)


Duuhhh pake baju yang mana niihhhh....


Ini cocok gak yaa???


Atau pake yang merah aja???


Dia bakal suka gak yaaa...


"Tok..tok...tok.."


"Masuk"


"Lagi ngapain?"


"Mom, bagus yang ini atau yang merah itu?"


"Pake yang mana aja juga kelihatan cantik kok"


"Mmmmm ya udah pake yang merah itu aja deh..."


(Selang beberapa menit)


"Tingnong...tingnong..."


"Sebentar.."


"Malem tante, Nayla nya ada tan?"


"Ohh Riski, ada ada, ayo masuk dulu, tante panggilin Nayla nya dulu ya."


"Iya tan, terimakasih"


"Ris....."


(Riski)


Gilaaaa,, cantik banget Nayla malem ini, lebih kelihatan dewasa..


"Riski,,, kok bengong"


"Hah? Nggak kok siapa yang bengong"


"Yaudah mom, aku jalan dulu ya.."


"Iya tan, pokonya gak bakalan pulang larut malem, nganterin Nayla sampe depan rumah, gak aneh aneh pokonya✌️"


"Oke, tante pegang janji kamu yaa"


"Iyah tante siap. Kalo gitu, jalan dulu tan"


 


\*


 


(Di rumah Roni)


Udah beberapa hari Nayla gak ada kabar, dia lagi ngapain ya? telpon aja deh...


Tuuuuut.....tuuuuuut...tuuuuut...


Nomor yang anda tuju tidak menjawab....


Kok gak di angkat sih, masa udah tidur lagi tu anak...


 


\*


 


(Waktu bersamaan di mall)


"Mau nonton, atau keliling dulu?"


"Mmmm keliling dulu deh"


Entah sejak kapan tangan ini memegang tanganku. Hati ini terlanjur nyaman dengan seorang pemuda tampan di depanku. Dengan Kemeja pendek, celana ketat, jaket yang dia pegang, sepatu juga jam tangan yang menghiasi dirinya, ditambah kasih sayang yang ia berikan padaku. Tuhan, aku sangat menyayangi dia. Akankah dia selalu berada di dekatku seperti ini?....


"Sini deh, coba pake jepit ini"


"Iihhh maluuu"


"Cantik, kamu suka?"

__ADS_1


" Suka suka"


"Yaudah kita beli ini"


"Makasiihhh"


Malam itu ku habiskan bersamanya, sosok ceria yang membuatku selalu tersenyum.


"Mau makan dimana?"


"Terserah kamu aja, tapi aku pengen yang tempatnya indaaah banget seperti yang tengah aku rasakan saat ini"


"Oke kita ke sana"


 


\*


 


(Di cafe dekat danau)


"Gimana? Indah bukan?"


"Woooow, indah banget, pertama kalinya aku datang ke sini"


"Hah? Masa, lo sebenernya orang mana sih?"


"Iihhh asli tau, liat deh, cahaya bulan yang menerangi danau, dan juga air danau yang bercahaya tersinari oleh cahaya bulan. Sungguh malam yang tak ingin ku lewatkan"


"Suatu saat lo bakal gue ajak lagi ke sini, menikmati indahnya suasana malam hari di tepi danau"


"Beneran?"


"Asli.. gak bakal gue dusta. Nay, sini dehh kita duduk di kursi tepi danau sana yu"


"Nay, lo mau gak jadi pacar gue?"


Riski emang cowok yang berbeda, banyak orang yang nembak pake bunga segala lah, coklat, dll. Tapi berbeda dengan Riski, dia nembak dengan kasih sayangnya padaku. Mungkin banyak orang yang bilang itu cuman ucap manis padahal ada tujuan lain. Tapi bagiku aku tau, dia tidak begitu.


(Mengangguk)


Pelukan hangat yang ia berikan padaku begitu nyaman. Ingin sekali malam ini tak pernah usai.


 


\*


 


(Di rumah Nayla)


"Nggak, udah malem, salam juga sama tante, maaf gak bisa mampir juga"


"Iyh nanti aku bilangin ke mama, ya udah hati hati di jalan"


"Kayaknya ada yang habis di tembak nih"


"Apaan sih ma, udah ahh aku ke kamar dulu"


 


\*


 


(Di kamar Nayla)


So sweet bangeet.......


Ehhh telpon tak terjawab, banyak banget lagiii..


108 telpon tak terjawab dari Roni


Roniiii.. dia nelpon. Telpon balik aja, sambil ngasih tau dia kalo aku jadian sama Riski. Kira kira reaksi dia gimana yaa?


(Di telpon)


"Halo Ron"


"La, lo kemana aja sih, gue telpon gak di angkat angkat, terus baru sekarang lo angkat"


"Iya iya maaf, tadi...habis jalan sama Riski"


"Riski? Ohh.. ngapain aja?"


"Dia nembak aku"


"Terus? Lo terima?"


"Iya aku terima"


"Oh, selamat ya"


"Iya, kamu kenapa? Kayak lagi bete gitu?"


"Nggak kok, udah dulu ya"


"Kamu kapan pulang?"


"Emang udah ada di rumah kok dari tadi juga"

__ADS_1


"Sejak kapan? kok aku gak tau sih?"


"Tadi sekitar jam 8, lo nya aja sibuk pacaran"


"Ihhhh apaan sih"


"Emang gue salah gitu😄"


"Iya iya, aku yang kalah deh sekarang✌️"


"Gue istirahat dulu, lo jangan begadang, lo kan susah bangun"


"Iya iya, bawelnya kumat lagi"


(waktu bersamaan di kamar Roni)


Jadi mereka beneran pacaran ya?, terus perhatian gue selama ini sama dia apa?


 


\*


 


(Di rumah Riski)


"Ron, tadi malem gue nembak ade lo"


"Ade gue? siapa?"


"Si Nayla, tadi gue nembak dia di deket danau"


"Oh, Nayla udah ngasih tau gue kok, inget ya jaga Nayla baik baik, gue sayang banget sama dia, kalo elo bikin Nayla netesin satu tetes aja air matanya gara gara elo. Gue gak akan tinggal diam."


" woow, santai dong, gue gak bakal kayak gitu kok, cinta gue ke dia itu tulus. Lebih tulus dari siapapun"


 


\*


 


(Di kamar Nayla)


"Naaaa!!"


"apa Naylaa?"


"Tadi aku di tembak sama Riskiii"


"Serius? dimana?"


"Serius, di deket danau sana, romantis bangeet tauuuu"


"Cieeee, selamat ya Nayy😄, akhirnya sahabat satu satunya ini ngerasain juga yang namanya jatuh cintaaa"


"Hehe makasih ya Na"


"Btw kamu udah ngasih tau Roni tentang hubungan kamu ini?"


"Udah kok tadi"


"Terus respon nya gimana?"


"Yaa gitu deh, dengan ekspresi andalannya"


"Emang kamu gak ada perasaan apa apa gitu ke Roni?"


"Na, perasaan aku ke dia tuh cuman layaknya rasa sayang ade ke kakak nya aja"


"Mmmmmm gitu, kalo misal, si Roni gak seperasaan kayak gitu gimana?"


"Maksudnya gimana sih? gak ngerti sumpah?"


"Iyah, dia punya perasaan beda ke kamu, dia mandang kamu sebagai wanita misal"


"Gak mungkin laah Na, tapi waktu itu juga dia pernah bilang sih"


"Terus respon kamu gimana?"


" Aku bilang kalo hubungan kita cuman sebatas adik kakak, gak lebih gak kurang. Aku emang gak ada perasaan apa apa ke dia. Kakak adik, itu hubungan yang ingin aku jalani dengan nya, cuman itu, gak lebih"


"Mmm oke deeh, awas kemakan omongan sendiri"


"Nggak laaah"


 


\*


 


(Di kamar Rena)


"Hai Ron, ini aku Rena"


"Ada apa Ren? tumben chat?"


"Aku tau dari Nayla, kalo kamu jadi dingin sama dia semenjak kamu tau kalau Rena udah pacaran"


"Ohh, nggak kok, cuman perasaan dia aja kali, btw lo dapet nomor gue dari siapa?"

__ADS_1


__ADS_2