
(Waktu pulang sekolah di depan gerbang sekolah)
"La, nungguin siapa? mau pulang bareng?"
"Eh Ron, kebetulan banget, aku pulang sama Riski. Oh iya, kamu anterin Rena aja, kasian dia, soalnya sopirnya gak bisa jemput"
"Udah gak papa kok Nay, Ron. Aku pulang sendiri aja, lagian rumah kita beda arah."
(Roni berfikir sejenak...)
"Yaudah ayo, gue anterin lo sampe rumah"
"Eh tapi gak papa ni?"
"Udah deh Na, jangan banyak tapi tapian"
"Beneran La lo gak papa di sini sendirian? gimana kalo gue tungguin sampe si Riski dateng aja deh"
"Udah Roniii, aku itu bukan anak kecil lagi, udah sanaa"
"Yaudah, kalo ada apa apa telpon aja gue oke.."
"Nay, aku pulang duluan yaa...by"
(Nayla melihat kepergian Roni dan Rena hingga hilang dari penglihatan)
(di telpon)
"Ris, kamu dimana?"
"Nay, kayaknya gue gak bisa nganterin lo deh, soalnya temen temen gue ngajak nongkrong"
"Oh, yaudah gak papa, aku pulang pake taksi aja"
"Yaudah, by sayang"
Dia sibuk terus, jauh berbeda saat pertama kenal. Kira kira, Roni udah nyampe rumah belum ya?
(Di waktu bersamaan)
(Di depan rumah Rena)
"Makasih ya Ron, maaf juga udah ngerepotin"
"Tenang aja kok Na"
"Oh iya, kayaknya mama udah masak deh, mampir dulu yu sebentar aja. Biar mama percaya kalo aku di anterin pulang"
"Mmmm yaudah deh, tapi gak bisa lama lama"
"Maaa!!"
"Ya sayang, udah pulang kamu."
"Sore tante, saya Roni."
"Iya iyaa.. ayo duduk dulu. Tante bikinin minum dulu yaa"
"Gak perlu repot repot tan, saya gak bakalan lama juga."
"Loh kenapa buru buru gitu?"
"Udah sore tan, belum pulang ke rumah juga"
"Oh begitu"
"Yaudah tante, saya permisi pulang dulu"
"Iya, makasih ya Ron, udah nganterin Rena pulang"
"Iya tante sama sama"
"Renaa!! Rena!!"
"Ya maah"
"Yang tadi itu siapa? pacar kamu?"
"Bukan ma,, dia cuman temen aku doang"
__ADS_1
"Ohh cuman temen, orang tuanya kerja apa dia?"
"Gak tau lah mah."
"Harusnya kamu cari tau orang tuanya kerja apa."
"Udah deh maah, berisik!!"
(Sesampainya di rumah Roni)
Loh, kok Nayla turun dari taksi? bukannya dia di anter pulang sama si Riski ya?
(Roni yang melihat Nayla turun dari taksi pun langsung menghampirinya)
"La, lo kok pulang pake taksi sih?"
" Eh Ron? baru pulang nganterin Rena?"
"Iyah barusan baru nyampe, tapi kemana si Riski?"
" Oh, dia lagi sibuk katanya, jadi gak bisa di ganggu."
"Sibuk apaan dia, so sibuk banget sih"
"Udah deh Ron, kamu jangan ikut campur gitu deeh"
(Roni yang kaget dengan perkataan Nayla itu langsung menatap tajam)
"La, inget ya, gue gini ke lo itu bukan apa apa, gue gini karena gue sayang sama lo, gue cinta sama lo, gue gak mau lo kenapa napa La."
"Aduh udah udah, mending kamu urusin aja urusan kamu sendiri, akh cape pengen istirahat."
"Tapi Laaa...."
(Nayla masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Roni begitu saja)
\*\*\*
(Di kamar Nayla)
"Nay, thanks ya"
"Buat apa Na?"
"Yaelah gak papa lah, kamu kan sahabat terbaik aku😄"
"Iyah deh Nay, tadi juga Roni ketemu sama mama"
"Waah udah ketemu sama mama kamu? hebaat"
"Iya Nay, kayaknya mama juga suka sama dia deh"
"Bagus dong, jadi gampang kan"
"Iyah Nay, makasih pokonya yaa"
"Iya iya😄"
Roni itu emang cowok baik baik, gak heran kalo banyak yang suka sama dia. Udah tampan, baik hati, pinter lagi... dari dulu perhatian yang dia kasih cuman buat aku, tapi kayaknya aku terlalu serakah. Mudah mudahan aja Roni jadian sama Rena.
(Nayla yang tengah memegang fotonya bersama Roni pun meneteskan air matanya. Nayla bingung, entah apa yang tengah ia rasakan, dia berfikir bahwa dia terlalu egois, tidak ingin Roni dimiliki orang lain tapi tidak ingin juga mengakui perasaannya.)
(Beberapa jam kemudian)
"*La, lo lagi ngapain?"
3 panggilan tak terjawab dari Roni*
(Nayla pun terbangun, Nayla tak sadar jika ia tertidur setelah menangis)
Hah? panggilan tak terjawab dari Roni. Gimana dong? apa telpon balik aja kali yaa?
tuut ....tuut....
"Halo La?"
"Mmm halo Ron, sorry tadi gak jawab telpon nya, ketiduran duhh"
"Iyah gak papa kok, btw gue ganggu lo dong"
__ADS_1
"Nggak kok, santai aja. Ada apa nih? tumben nelpon lagi"
"Nggak ada apa apa, gue cuman pengen aja kok"
"Kayaknya ada yang kangen niihh😄"
"Tau aja lo, iyah nih gue lagi bete aja, terus keinget lo gara gara tadi sore. Gue mutusin buat nelpon lo."
"Oh..masalah tadi sore,. gak papa kok, udah gak usah di pikirin gitu. Nanti ubanan looh😄"
"Gak papa ubanan juga kalo gara gara mikirin lo mah😆"
"Yeeeeee...."
Semalaman telponan sama Roni, seakan akan sepinya hati hilang untuk sementara. Entah sampai kapan kita telponan, ketika pagi tersadar kalau telpon Roni masih terhubung. Yap.. sepertinya kita telponan sampai tertidur. Napas Roni yang terdengar lewat telpon ini menyadarkan ku, kalau cuman dia yang saat ini selalu ada untuku, setia menemani ku kala bersedih, selalu tegap dan terseyum saat ku berusaha mengusirnya untuk menjauh. Namun, hubungan kita tak akan berubah, kita hanya sebatas kakak beradik.
\*\*\*
(Di rumah Nayla)
"Nay, gue ijin gak sekolah, jadi gue gak bisa jemput lo"
"Ijin kenapa Ris?"
Dia ijin kenapa ya? moga aja gak ada hal buruk yang terjadi.
(Waktu bersamaan di rumah Roni)
(Roni yang udah siap untuk berangkat sekolah dan mengeluarkan motornya dari garasi)
"Nay, lo berangkat bareng Riski?"
"Nggak Ron, dia gak sekolah, katanya ijin."
"Yaudah, lo bareng sama gue aja"
"Okee.. aku siap siap dulu, 10 menit lagi keluar"
(Roni yang tengah memegang selembar roti selai pun terseyum bahagia karena sang tuan putri kembali lagi pada sang pangeran)
\*\*\*
(Di depan rumah Roni)
Itu dia, princess idaman gue....
"Pagi Ron!!"
"Pagi juga La, nih helm nya"
"Kayaknya ada yang lupa niiihh"
"Lupa? apaan?"
"Biasanya juga kamu makein helm"
"Oooohh,,, kayaknya ada yang pengen di manjaa niih.."
"Sekali kali gak papa kaliii..."
"Iyaa deh ya udah kalaaah...."
\*\*\*
(Di kelas Nayla)
"Nay, kamu kok gitu sih sama sahabat sendiri"
"Eh tunggu tunggu, maksud kamu apa?"
"Kamu tadi berangkat bareng sama Roni kan?"
"Ohh itu, kayaknya kamu salah paham deh Na😄"
" Salah paham? maksud kamu?"
"Iyah, hari ini itu Riski gak masuk sekolah, ijin katanya. Terus kebetulan Roni baru mau berangkat, jadi bareng ke sini. Gak bakal lah aku khianati kamu. Inget ya Na, aku gak kayak gitu, ngorbanin sahabat sendiri."
"Bener ya Nay... aku tau kok kamu gak mungkin kayak gitu. Makasiihhh Naylaaa😄😄"
__ADS_1
(Rena memeluk Nayla dengan bahagia, karena sangkaan nya itu hanya sekadar salah paham)
Maafin aku Na, bukan maksud juga gini sama kamu, tapi aku janji, aku bakal nepatin semua janji janji ini.