
LANGKAH CINTA
Berawal pada hari minggu pagi, aini, yusi, yuni jini, pergi ketempat nongkrong, tanpa sadar sakin asiknya kami ngobrol ternyata ada teman memanggil ku, " Aini ainii....! Sambari dia memukul punggung ku, eh ternyata santi, gadis yg satu ini memang selalu saja mengejutkan ku
Disela sela perkumpulan kali ini ada aja yang serius cerita cinta padahal kita semua masih duduk di bangku smp.
Memangsih terkadang di jam istirahat ada aja
Anak laki -laki yg suka menggangu ku. Ada seorang teman bernama lipi datang mendekati
Dan menawarkan cintanya padaku.
Dengan rasa takut dan agak gemetaran lipi terus saja mendekati ku sembari berkata "hai mau kau jadi pacarku", sementara kaki dan tangan mulai dingin gemetaran ,
namun dengan percaya diri yang tinggi lipi terus saja mendekat disebelah ku dan mencoba menatap wajahku yg sudah keringat dingin karena grogi berat,
dia tak perduli dan terus saja mengajakku pacaran dengan sekuat tenaga kukumpulkan keberanian kukatakan
"tidak aku tak suka sama kamu, maaf ya",
Padahal dalam hati ini "hey jangan berenti
Sebenarnya aku suka sama kamu kok".
Tapi sayang dia terdiam dan tidak berani lagi
Menggoda ku ,
Kecewa di hati uuh sayang banget padahal dia kan ganteng hu uuu rengek ku dalam hati.
Keesokan harinya pagi pagi saat di jalan kebetulan kami sama - sama jalan kaki eh eh
Dia kembali lagi menggoda ku dan dia mengulangi hal yang sama dan lagi - lagi aku bertingkah sama seperti kemarin
maklumlah belum pernah pacaran hehe, dan juga memang masih takut - takut.
Seiring waktu berlalu lipi pun menyerah karena
Aku terus saja menolak .
Dan akhirnya lipi ketemu sama adik kelasnya dan mereka Pacaran,
Sementara aini masih sendiri dan menjomblo:(
Dua tahun berlalu aini sudah duduk di bangku SMA
Tiba - tiba ada suara memanggil ku "hai bareng yuk....!" dengan nada ketus wadi
Memanggilku
" enggak salah ni" jawabku sambil memindahkan tas yang tadinya hanya ku pegang dipundak
" ehemm ehem" katanya sambil pura- pura batuk
"apa lagi nih anak" dalam hati aini saat itu
"Gini loh ai", kata wadi sambil senyum- senyum
Sendiri,
" ada apa wadi" jawab aini namun pandangan aini tertuju ke seberang jalan yang ternyata
ada wajah baru yang selama ini belum pernah aini dan wadi lihat.
" Hei " tiba- tiba wadi memukul pundak aini, "apppa aapa wad" sontak aini menjadi latah karena terkaget
" apa sih wad" lanjut aini lagi pada wadi, "heei² ternyata Kamu menghayal ya" kata wadi pada aini.
"Mentang - mentang ada yang baru, teman di samping di abai kan" kata wadi.
"Apasih maksud perkataan mu wadi, jangan gitu Dong kita ini kan teman loh wad, Enggak mungkinlah segampang itu aku lupain kamu" jawab aini pada wadi.
Ke esokan harinya jam menunjujkan pukul 6:30
Aini pun bergegas berangkat kesekolah,
Setibanya dipintu gerbang sekolah ada cowok kece banget , ternyata dia adalah orang yang kemarin di seberang jalan,
"Anak - anak cepat masuk" kata pak jul guru olahraga di kelas 11A yang sebentar lagi pelajaran nya akan didimulai, aini pun bergegas masuk ke dalam kelas , begitu juga dengan anak - anak
yang lain.
Semua murid kelad 11 A sudah duduk di bangku masing - masing, pak guru pun menyuruh seorang murid maju kedepan yang tak lain
adalah seseorang yang ada di seberang jalan kemarin
"perkenalkan dirimu" kata pak guru kepada murid baru itu.
"perkenalkan nama saya yoga saya pindahan dari bogor. saya harap teman - teman mau
berteman dengan saya",
aini pun tersenyum kepada anak baru itu tanpa
__ADS_1
sengaja pandangan yoga dan aini bertemu.
* jam istirahat pun tiba*
" hai" sapa aini pada si anak baru itu yang tak lain adalah yoga,
"bolehkah aku jadi teman mu" kata yoga, "boleh, kenapa enggak " jawab aini
"tapi syaratnya kamu jangan seperti mereka"
lanjut aini pada yoga sambil menunjuk temannya
yang lain yang memang agak nakal, mereka adalah Dodi, Rendi, dan Wawan.
sketika itu Dodi, Wawan, dan Rendi menghampiri
Aini dan Rendi.
"He anak baru jangan macam - macam disekolah ini ya" kata wawan dan mereka bertiga tertawa sembari mengejek yoga.
"udah kamu lihat sendiri bagaimana" kata Aini,
"aku gak mau kamu seperti mereka" lanjut Aini,p
"ia nona cantik" kata yoga , sambil dicubitnya pipi Aini , Aini pun terkejut dan jatungnya pun berdebar kencang saat itu
"gila" pikirnya dalam hati ,,, "ada apa dengan ku kok hati ku begini berdebar - debar terus ya" kata aini dalam hati,
"tapi nekat juga dia cubit pipi ku" , hati aini terus saja menggerutu , seandainya itu tadi anak- anak lain pasti udah gue gampar" bisiknya dalam hati
Aini pun tersadar dengan sendirinya dari lamunan.
yoga tersenyum pada aini yang begitu sangat perhatian padanya , Tiba - tiba wadi menghampiri mereka berdua
"Hei kalian gak dengar ya aku panggil - panggil, kalian saling suka kan ,,,,!"kata wadi,,,, pada aini dan yoga , lalu aini pun menjawab,,,,,,
"Kamu gila ya wad" kata aini pada wadi , "gila kenapa ....?" Jawab wadi pada aini,
"kalian gak sadarkan dari tadi aku
memanggi - manggil tapi gak ada yang dengar "
"Apa iya" , jawab mereka serentak tiba - tiba ,
Wadi semakin yakin kalau mereka pacaran.
Tangan nakal aini pun mendarat di kuping wadi ,,,, "dasar kamu ya , kamu teman aku bukan sih" Kata aini pada wadi,,,,
" lihat mata ku apa kamu yakin aku suka sama ni anak" kata aini pada wadi
Makanya yoga nekat mencubit pipi aini.
"Astaga kok bisa ya
Gua grogi sendiri" Pikirnya dalam hati
"Kalau memang kalian gak ada hubungan
Apa - apa baguslah , berarti aini bisah jadi
Pacar gue ha ha ha yu hui" teriak wadi senang.
Sekali lagi tangan aini mendarat di kuping wadi ,,, "emang siapa yang mau jadi pacar
Elu " kata aini ke wadi
"ya kamulah" kata wadi,
"jangan gila kamu" kata aini
"heh lu itu mulai dari zaman kita masih klsX sampai sekarang udah jadi teman gue Karena uda gua anggap saudara tau ,,, bukan pacar. ,,,bod*h,,,,,,!"
kata aini pada wadi sambil bercanda
"slamanya akan seperti itu" kata aini
Yoga pun sudah tak seriang tadi lagi, karna yoga merasa kalau dirinya bertepuk sebelah tangan.
Ayo cepat jalannya kata aini kepada mereka berdua
" heei bro ,, ,,,!" kata wadi sambil setengah berbisik kepada yoga
"bagai mana kalau kita berlomba mencari simpatik ni cewek"
"ah gak mau ah" kata yoga sambil setengah berbisiik.
*Setibanya dirumah*
Aini masih teringat dengan peristiwa yang terjadi tadi
Aini senyum- senyum sendiri sambil
Memegang pipinya yang tadi di cubit yoga.
__ADS_1
Sampai - sampai pak andre heran
Melihat tingkah laku anak gadisnya yang begitu riangnya
"Kamu ini kenapa sih nduk " sapa pak andre
Pada aini yang tak lain adalah putri semata
Wayangnya,,,,
tapi bukannya menjawab pertanyaan ayahnya , aini malah memeluk ayahnya sambil berkata
"Aini saaaaayang ayah" ayah pun senang melihat gadis kecilnya senang,, karena memang di mata ayahnya aini tetaplah gadis kecil yang cantik dan manja.
Lain halnya dengan yoga
"kok bisa ya gue salah padahal selama ini cewek- cewek pada lengket pada gue"
Katanya pada cermin yang ada dikamarnya
diingat - ingat kisah dirinya disekolah lamanya
Yaitu dialah sang penakluk cewe di sekolahnya namun karena ketidak seriusannya dalam belajar maka orang tua yoga pun memindahkan yoga kesekolah lain.
Dengan harapan yoga akan berubah
Jadi lebih baik lagi dari sebelumnya
*ke esokan harinya*
Sekolah pun berlangsung seperti biasa anak-anak juga belajar dengan serius
“siapa yang bisa mengerjakan soal ini” kata bu winda kepada mereka
"saya ....!" jawab wadi
"silahkan nak...!" kata bu winda,
sebentar saja wadi sudah selesai Mengerjakan soal yang diberi bu winda tadi
"Anak - anak siapa lagi yang bisa ....?" "saya" Jawab Aini,
"silahkan nak" ,,,, kata bu winda,
sebentar saja aini juga selesa mengerjakan soal dari bu guru ,
" siapa lagi" tanya bu guru semua anak - anak klsx pada diam
"Kamu maju kedepan" kata bu guru
Kepada yoga
" Mampus gua selama ini gua kan malas belajar pikirnya" grutunya dalam hati
"Ayo cepat" kerjakan seru bu winda,
yoga bingung harus bagaimana "ah kerjakan saja benar salahnya perkara nanti" Gumamnya dalam hati,
"Astaghfirullah" ucap buk winda kaget melihat jawaban yang di buat yoga
"kamu apa gak belajar dirumah ya...!" ketus bu winda Kepada yoga tapi yoga hanya diam malu
Bercampur bingung berkamuk di hati yoga
Karena dengan gampangnya aini dan wadi tadi mengerjekan soal yang di kasi buguru.
" Sudah duduk kamu ...! " Kata bu winda
Padaa yoga
"Anak - anak ini ada pr ya, kamu kerjakan di
rumah besok dikumpul ya" kata bu winda
"iya bu"...... Jawab aini dan teman - teman nya,
jam sudah menunjukkan 13:30 , lonceng pulang berbunyi
**Kriiiing - kriiiiing - kriiiiing**
anak - anak yang di sekolah SMAN BAHAGIA BERBAKTI, berhamburan keluar sekolah dan pulang kerumah masing- masing,
Yoga yang tadi nerasa malu sama bu guru merasa malas dengan hati yang ragu- ragu yoga menghampiri aini dan berkata
"Ai bolehkan belajar sama kamu .... Katanya sambil agak tertunduk.
"Boleh yoga" jawab aini ,"
" nanti kamu datang aja kerumah aku ya yoga" lanjut Aini
"Wei - wei aku ikut" kata wadi ke Aini
"Boleh siapa pun boleh ikut , ayah pasti senang kalau lihat kita belajar bareng... " Sambung Aini
__ADS_1
Jarum jam menunjuk angka 15 :00, yoga tiba di rumah Aini
" Assalamu'alakum" seru yoga