
"Mana lagi Aini cepat sekali jatuh cinta sama orang baru itu" Kata wadi
"Kamu haarus tau Aini
Kamu itu berlian yang berharga" Sambung Wadi
Aini kamu harus hati- hati
sungguh aku tak mengerti pada diri mu
kamu tidak tau kan betapa aku juga
Peduli sama kamu ...
aku sangat peduli kepada mu Aini"
Kata wadi yang merasa was- was sendiri.
Saat lampu sudah hijau menyala motor Yoga dan Aini melaju kencang
Wadi hanya bisa memandang dari
Kejauhan
Sesampainya di depan rumah , Aini melihat pintu rumahnya tertutup rapat
"Assalamu alaikum ,, , ,! Yah,. . . ayah " panggil Aini
"Yah.. . Ayah" , yah..... Ayah namun tak ada sambutan suara dari dalam rumah
Aini mulai merasa kebingungan
Bagaimana ini ayah tak pernah seperti
Ini sebelumnya kata AIni ....aku khawatir Yoga
"Yoga bagaimana ini aku takut ayah
Kenapa - napa karena tadi setelah kita pergi ayah enggak pernah ada menghubungi aku
jadi aku anggap ayah istirahat di rumah" rengek aini pada Yoga
Braaak - braaak - braaaak tiba- tiba
Yoga mendobrak pintu rumah Pak andre dan pintu pun terbuka seketika karana didobrak Yoga
Dan mereka berdua pun masuk kedalam rumah , mencari keberadaan pak andre
Ayah dimana yah panggil Aini lagi
Namun tak ada jawapan
Yoga kamu cari kebelakang ya aku cari
Ke setiap kamar ya perintah Aini kepada yoga
Ayah dimana yah panggil AIni setiap kali dia buka pintu kamar satu persatu.
Dan Aini pun Sudah hampir putus asa ,
Aini duduk sejenak sambil berpikir
Yoga ,,, yoga ... Yoga panggil Aini dari ruang
tengah .
Apa Aini sambut Yoga sambil berlari pelan bagaimana ada tanda- tanda
Keberadaan ayah ,
kamu lihat kata aini lagi kepada Yoga.
Enggak ada Aini ,,
kita duduk saja dulu
Sebentar sambil berpikir kata yoga kepada Aini..
Aku sangat cinta pada ayah .... Kata
Aini Sambil menangis huk.... huk... huk
Ayah dimana sih yah Aini sangat khawatir.... huk... huk... huk...
Hati yoga terasa bagai di iris - iris melihat
gadis yang di pujanya menangis
Yoga juga begitu sangat terharu
melihat kasih sayang Aini yang begitu
Besar kepada orang tuanya
Sedangkan yoga sendiri tidak pernah perduli saat papi dan mami nya pergi atau pun kemana saja
Dengan hati yang sedih Yoga
Memberanikan diri untuk meminta maaf
Kepada Aini
"Aku minta maaf aini kalau aku
Enggak ngajakin kamu jalan tadi
Semua ini tak mungkin terjadi" kata Yoga
"Sudahlah kamu jangan menyalah kan diri kamu lagi ya yoga" Kata Aini
"Aku baru ingat Yoga ...!
Ada satu ruang lagi yang belum kita periksa" kata Aini
"yang mana lagi Aini ....?" tanya Yoga
"Gudang belum kita periksa ...!" Jawab Aini
"Dimana gudangnya Aini ....?" Tanya Yoga
"Gudangnya ada di ruang bawah tanah Yoga..." Kata Aini
Aini dan Yoga masuk ke gudang
Yang letaknya dibawah tanah Aini pun
Menyalakan lampu yang ada di gudang
Sungguh tak di sangka ayah ternyata ada di gudang gelap - gelapan
Sedang tertidur
" Ayah kok bisa ada disini yah...?
Aini takut yah
ayah gak ada di mana- mana tadi
semua ruangan , Aini periksa
kecuali gudang ini." Kata Aini
" Rasanya sedih sekali yah Aini tak sanggup kehilangan ayah
Didunia yang Aini miliki hanya ayah
Seorang" Kata Aini
__ADS_1
Aini tak pernah tau yang namanya
Kasih sayang ibu Aini hanya tau raut
Wajah ibu itu pun lewat poto yang ada
Dimakam ibunya
Pak andre jadi merasa bersalah pada
Putri semata wayangnya itu
"Ayah tadi teringat ibu mu Aini
Dan rasanya rindu...uuu sekali pada ibu mu
Jadi ayah ke gudang melihat- lihat poto- Poto lama keluarga kita
Rupanya ayah ketiduran nak"
"Pak maafkan Yoga ya.. Yoga tadi sudah mendobrak
Pintu rumah bapak ,yoga panik pak."
"Gak apa- apa nak.. Itu wajah kamu kok
Lebam gitu" , tanya pak andre ke Yoga
"Tadi ada teman- teman Aini yang nakal yah
mereka gak suka lihat Yoga jalan dengan
Aini" Kata Aini
Loh kok bisa begitu mereka ya ....." kata pak andre,
Kamu sabar ya nak ,, itu namanya ujian hidup nak , kita harus pandai- pandai
Terlebih lagi kamu kan masih baru di kota
ini
Bapak sarankan kalau begitu kamu dan
Aini Jangan sering jalan - jalan ya
Baiklah pak jawab yoga pelan
Sambil merasa ragu sendiri pada jawapannya
Mungkinkah aku mampu jauh darinya
hati Yoga terasa sesak mengingat
Kejadiaan hari ini.
iya Yoga apa yang dikatakan ayah itu
Ada benarnya juga, kata aini
Ya aku mengerti aini . jawab yoga
Yoga melihat jam yang melingkar di lengannya , ternyata sudah jam 11 malam
" Pak Yoga permisi pulang ya, ini malam ternyata pak,
Iya hati- hati ya , jawap pak andre
Aini pun mengartar yoga kedepan rumah
Dan meninggalkan ayah didalam rumah sendirian
Sampai didepan rumah
"Ai kamu marah ya sama aku " kata yoga
Kejadian hari ini kita jadikan pelajaran saja
Kata Aini.
Yoga pun berjalan kearah motornya
Dan berhenti seketika sambil berbalik ke arah Aini
Bolehkah aku minta seseutu dari mu Aini
"apa itu jawab Aini , aku minta senyum mu
Mengering ku pulang Aini
Aini pun tertawa melihat tingkah Yoga
hem manisnya ucap yoga ke Aini
Yoga pun pergi sambil manaiki motornya
Yang super mahal itu
" tampan sekali ucap" Aini pelan
Hari ini sudah hari senin
Semua murid tempat Aini bersekolah
sudah berbaris di halaman sekolah
Pak guru dan bu guru juga sudah
Berdiri berbaris , menunggu anak muridnya
Semua murid sudah berbaris rapi
Namun Yoga saja yang tidak terlihat.
Selesai upacara murid yang ada barisan pun sudah masuk ke kls masing-masing
Namun yoga tidak juga kelihatan
Guru yang masuk jam pelajaran pertama pun
Mengabsen dan memangil nama mereka satu persatu
Ada yang tau Yoga kemana...? tanya
buguru kepada Aini dan teman- temannya
tidak bu jawab mereka serentak
Aini bertanya dalam hati kemana Yoga ya ucap Aini pelan pada dirinya sendiri
"Aini kamu gak tau Yoga kemana ....?"tanya Ardita teman sebangku Aini
"tidak, kok kamu tanya aku dit?"
"kemarin di hari minggu tak sengaja aku lihat
Kamu dan Yoga berboncengan naik motor"
Aini hanya diam dan bingung harus jawab
Apa lagi pada Ardita
Wadi sudah tak sabar menunggu jam istirahat..
Begitu lonceng istirahat berbunyi
Wadi pun mendatangi Aini dan bertanya kepada Aini tentang apa yang Wadi lihat di lampu merah kamaren
__ADS_1
Hai... sapa Wadi
Hai...juga jawab Aini "ada apa Wadi" tanya Aini
"Asik juga ya pelukan sama anak baru itu" kata wadi
"ah mana ada Wadi kamu salah itu"
"Salah gimana? aku lihat sendiri kemaren kamu dan Yoga dilampu merah mesranya seperti sepasang Kekasih yang lagi di mabuk cinta"
*Wajah Aini memerah karena malu
"Wadi kamu salah sangka
Aku dan Yoga tidak pernah pacaran"
"Kamu tak perlu menutupinya lagi Aini
kalau pun ia aku enggak bisa marah
Itu hak kamu Aini"
"Kamu tau Aini kamu itu sangat berharga
Aku takut kamu jatuh ke orang yang salah"
"Heei kamu cemburu ya" celoteh Aini lagi
Sambil menggoda wadi, bukan Aini
"Kamu tau kan aku juga peduli sama kamu
Aku tak mau kamu itu kenapa - napa" ucap wadi
"Tenang wadi aku dan Yoga sama sekali tidak Pacaran percayalah"
"tapi kanapa kamu memeluk Yoga begitu erat"
"Jadi kalau aku peluk yoga kami berdua pacaran gitu...! gampang banget ya kamu tak tau Wadi saat itu aku sangat kedinginan tau"
"Wadi aku punya cita- cita aku ingin jadi seorang dokter aku ingin melihat ayah bangga dan bahagia jadi aku dan Yoga itu
hanya sebatas teman biasa saja"
"Syukurlah kalau begitu" ucap wadi
Pulang sekolah Wadi dan Aini pergi
ketempat tinggal yoga Sesampainya disana
Aini dan wadi melihat Yoga duduk
Termenung di teras kostan nya
"Assalamu alaikum" ucap Aini dan wadi
"wa'alaikum salam" jawab Yoga
Hei bro kok gak sekolah kamu tadi tanya Wadi
ke Yoga
"Aku kesiangan teman" jawab Yoga ketus
"loh kok bisa kamu begadang ya? "
"Ya gitulah entah kenapa Wad aku enggak bisa tidur, mata ini terus saja membayangkan seseorang yang sepesial"
"Ingin rasanya aku melamarnya tuk jadi istri ku"
".. Ssst " Aini memotong pembicaraan
"kamu itu masih Anak sekolah jangan dulu membahas cinta- cinta gak boleh gituan"
Seakan sengaja Wadi tidak membahas tentang Yoga dan Aini karena wadi ingin
Melihat expresi wajah Yoga dan Aini
"Yoga besok kita ada kerja kelompok
Dan kelompoknya sudah di bagi oleh bu Safia guru biologi.
Kamu, aku dan tiga teman kita yang lain satu kelompak
sementara Aini, rendi dan tiga teman lainnya jadi satu kelompok, total kita semua ada 7 kelompok tugasnya mencari cara perkembang biakan hewan dan tumbuhan nama tumbuhan dah hewan yang kita temukan tidak boleh sama dengan yang lain"
Sementara Yoga dan Wadi berbicara Aini
hanya diam tak sepatah kata pun terucap dari bibirnya
Dan entah dari mana Rendi tau Wadi dan Aini
Ketempat Yoga
Tiba -tiba Rendi nongol
"Hai Aini cinta ku kok kamu disini sih sayang
goda " rendi pada Yoga
"gimana nanti kita ngerjain tugas kelompoknya sayang dirumah aja ya cinta ku " goda Rendi lagi pada Yoga
Rasa tak sabar rasanya Yoga ingin menonjok mulut Rendi tangan yoga mengepal tangannya sendiri menahan marah
Pada Rendi
Wadi melihat expresi wajah Yoga yang begitu memerah menahan amarah
Sedangkan Aini hanya diam saja dan seperti tak perduli dan Wadi heran pada Aini yang cuek seperti tak ada masalah.
Aini sini
Yoga menarik tangan Aini
kamu kok diam saja sih sayang
Kata Yoga pada Aini
dan Wadi semakin bingung lagi,, Kerena Yoga kelihatan begitu peduli dan cinta pada Aini
Aini pun mengedipkan matanya kepada Yoga
Seolah - olah Aini memberi syarat
"Aduuuh aku ngantuk banget ah Yoga boleh numpang istirahat"
kata rendi ke Yoga tetapi Yoga hanya diam dan tidak menjawab Pertanyaan Rendi
Tetapi Rendi tetap masuk ke kost Yoga walaupun belum diberi izin oleh yoga
Dan Begitu Rendi masuk
tiba- tiba Aini ingin pulang
"Wadi ayo kita pulang"
"Sayang jangan pulang dulu, sayang aku masih rindu sama kamu"
Yoga keceplosan
"Hah apa?? sayang?? sayang???
"kamu jangan gitu dong nanti wadi jadi salah paham pada kita Mana kemarin Wadi melihat kita di lampu Merah stop jangan gitu ya Yoga
Kita ini kan masih anak sekolah kita fokus
Saja pada pelajaran agar kita dapat nilai terbaik oke"
__ADS_1
kata Aini Yoga pun faham apa maksud kata- kata Aini