Langkah Cinta Aini

Langkah Cinta Aini
Ayah Kemana Aini Takuttt Yah


__ADS_3

"Peluk yang erat aini" seru yoga....!


"Aku pulang aja ya" kata aini ,,,,


"apa aku enggak dengar" kata yoga sambil menancap gas


Motornya .... Aku mau pulang aja seru


Aini .... Aku enggak dengar ai


*Tiba - tiba aini memukul pundak yoga*


"Kenapa aini" tanya yoga sambil memelankan gas motornya kepinggir jalan.


" Ada apa aini" tanya yoga kembali


" Aku merasa aneh yoga, karena aku enggak


Biasa pergi- pergi begini sambil memeluk


Laki - laki jujur aku sangat takut yoga" Kata Aini


"Takut kenapa aku kan gak ngapa - ngain kamu aini" Kata Yoga


Yoga melihat wajah aini yang sudah pucat


Kamu


"kok gitu aini,, walau pun kamu lihat


Aku seperti orang yang playboy namun aku belum pernah merusak anak gadis orang memang dulu aku punya banyak pacar tapi mereka belum pernah singgah ke hati aku


Kamulah wanita yang pertama yang mampu membuat aku gelisah tak makan dan tidur sedangkan aku sendiri belum


Pernah merasakan hal ini" Kata Yoga


"Yang jelas nya aini aku selalu rindu pada mu dalam setiap waktu yang ada diotak ku itu hanya kamu ai" Lanjut nya


Aini hanya diam dan bingung harus berkata apa Karena memang sejujurnya aini pun merasakan hal yang sama namun aini tak ingin yoga mengetahui isi hatinya.


"Yoga kita ini masih sekolah loh yog dan kita juga masih kelas X1 apa enggak ke


Cepatan buat kita jatuh cinta? sedangkan kita sepantasnya fokus belajar dengan nilai terbaik


Aku kasih kamu tantangan yoga , kalau memang kamu itu sungguh- sungguh mencintai ku kamu bisa raih atau selesaikan tantangan ini dengan baik"


"Apa itu aini" tanya yoga


"Kamu harus bisa jadi juara 1 umum untuk anak kelasX1 IPA baru gue mau terima


Cinta mu" Kata Aini


"Yoga kamu jangan salah paham pada ku ya aku tak ingin kamu mengecewakan papi dan mami mu lagi Percayalah kalau memang kamu bersungguh- sungguh kamu pasti dapatkan aku" Lanjut Aini


"Tapi aini bolehkah aku meminta poto mu untuk ku jadi teman curhat ku di kala kamu tak disisi ku dan aku akan terus berjuang menyelesai kan tantangan ini aku janji Aini


"Tapi kita masih bertemankan seperti biasanyakan? " tanya Yoga


jujur saja hati Aini sangat sakit mengatakan itu pada yoga namun apalah daya Aini tak ingin orang yang dia cintai menjadi orang yang gagal dalam hidup.


"Jadi kesudahanya kita kemana ini Aini


Soalnya mall udah depan tu kalau kita pulang sekarang sayang sekali kita dah sampai tujuan" Kata yoga


"Terserah kamu"


"Terima kasih aini kamu sudah mau jalan dengan ku"


Ingin rasanya yoga mencubit pipi aini yang putih mulus itu ,, namun yoga mengurungkan niatnya karena yoga tau


Aini bukan menolak cintanya melainkan menunda cintanya tunggu sampai tamat sekolah dan dapat nilai terbaik.


Yoga menggandeng tangan aini yang menggeletar karena grogi


"Ka kamu sakit Aini? " Tanya Yoga


" Enggak yoga ya udah ayo jalan" Kata Aini


Mereka pun menuju ketempat parkir yang ada


Di samping mall


"Wahh aini si anak ambis bisa juga ya

__ADS_1


Pacaran" kata wawan , rendy, dan juga teman- temannya yang lain mereka ramai sekali,,


"Kamu ternyata diam - diam suka barang


Baru ya" kata rendy menggoda Aini


"Dulu aku setengah mati mengejar tapi kamu


Tolak apasih hebatnya dia di banding aku ha? "Kata rendy yang geram pada Yoga


Aini menahan yoga agar jangan terpancing


Pada teman - teman sekolah yang nakal


"Kamu pikir kamu itu siapa ha sok hebat


Kamu ya" kata wawan pada yoga


"Kamu si anak baru mau lawan kita ya" Kata rendy


Aini semakin kencang pegang tangan Yoga


"Apa alasan kamu menolak aku dulu? tanya rendy pada Aini


"bagaimana aku mau terima kamu yang banyak kakurangannya di mataku" Kata Aini


"Apa? " tanya rendy


" Kamu mau tau apa? pertama kamu suka bolos, kedua kamu anak manja, ketiga kamu malas belajar, kempat kamu suka tawuran, dan kelima kamu bajingan


Sudah? kamu sudah puas?" kata aini pada rendy.


"Asal kamu tau ya aku mencinta yoga dengan setulus hati ku ,, kamu tau itu" Kata Aini


Yoga rasa tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan dia cubit tangannya sendiri


Seketika wawan dengan sigapnya menonjok


Wajah yoga begitu juga dengan rendy


Akh yoga jatuh tersungkur dan bibirnya berdarah ketika yoga akan bangun membalas pukulan rendy dan wawan seketika itu juga teman - teman rendy mengkeroyok yoga


Akhh yoga pun jatuh tersungkur lagi.


"Makanya jangan macam- macam dengan kita" jawab salah seorang teman rendy


"kamu aku bawa kerumah sakit ya" kata Aini sambil menangis


"tak perlu Ai kamu tau kenapa aini mendengar kata- Kata mu tadi pada mereka membuat akuTak merasakan saakit ini, aku sangat bahagia aini"


Refleks aini menjawab perkataan yoga


"Ah itu cuma alasan ku saja agar mereka pergi tapi ternyata aku salah mereka jadi menyerang mu yoga...! Maaf kan aku ya yoga aku sudah sangat bersalah pada mu


Yoga aku tak harus mengulangi perkataan yg Sama kan pada mu ?


Yakin lah aku sangat tulus pada mu yoga


Tapi buktikan lah perjuangan mu untuk ku


Kamu harus dapat nilai terbaik" Kata Aini


Yoga memandangi wajah Aini yang


Memang begitu tulus padanya


Ada rasa bangga di hati yoga karena


Dia menemukan sesosok wanita yang mampu membuatnya tersadar dari semua kesalahan yang telah dilakukannya selama ini


walau pun yoga juga tau perjumpaan mereka berdua masih belum lama atau masih beberapa hari.


Apakah seperti ini rasanya jatuh cinta


Gumam yoga pada dirinya sendiri selalu ingin berdua dan juga takut kehilangan dirinya


Bila sidia tak berada disisi ku


"Hei" sapa Aini kepada yoga "jangan melamun , ayo kita pulang saja ya nanti kamu aku kasih obat luka yang ada di p3k"


"Sebenarnya aku lebih senang kamu berobat


Dirumah sakit tapi kamunya bandal

__ADS_1


Aku enggak bisah memaksa kamu" kata Aini pada Yoga


Sepanjang jalan kerena suasana sudah Agak malam jadi


Udara pun terasa sangat dingin , sementara


Aini dan yoga tidak memakai jaket atau pun


Sweater.


Karena terlalu dinginnya hembusan angin malam . Aini jadi tak sungkan memeluk pinggang yoga demi mengurangi rasa dingin yang Aini rasa kan .


pelukan Aini jadi semangkin erat saja


Sementara angin terus saja berhembus menghantam tubuh mereka berdua


Yoga sudah tak merasa sakit sedikit pun


lagi Karena Yoga sedang di peluk oleh wanita cantik pujaan hatinya


"Ya allah jadikanlah kami berdua kelak menjadi jodoh" bisik yoga pelan sambil berdo'a


" Kamu bilang apa Yoga" kata Aini sambil


Mengigil kedinginan


" Enggak ada" kata Yoga pada Aini.


motor Yoga terus saja berlari kencang dan tiba di lampu merah, mereka pun berhenti .


Wadi melihat Aini dan Yoga yang juga sedang ikut antrian di lampu merah.


Tetapi Aini dan yoga tidak memperhatikan ke sekeliling mereka . sehingga mereka tidak tahu bahwasanya ada teman mereka yang bernama


wadi di sekitar lampu merah itu juga


Wadi melihat Aini memeluk pinggang


Yoga begitu eratnya


"Buseet" grutu wadi ternyata mereka berdua pacaran


tapi mereka mengelak saat


Aku tanya kemarin" katanya


Seakan - akan wadi tak terima dengan apa yang dia lihat


dan tanpa wadi sadari disampingnya ada seseorang wanita paruh baya yang memperhatikan dan heran melihat tingkah lakunya .


Yang bicara sendiri dan marah sendiri seperti orang gila


"sayang ganteng- ganteng tapi sedeng" kata ibu separuh baya itu


"Kamu ini ngomong apa sih bu" tanya suaminya ibu separuh baya itu kepada istrinya yang memang tak mengerti


Karena sejak mereka antrian di lampu


Merah , suami ibu separuh baya itu hanya fokus pada antrian yang mereka alami saja


Sehingga tak melihat tingkah anak muda


Yang ada disampingnya mereka


"Tuuuuh" Kata ibu separuh baya itu sambil mengarahkan bibir ke arah anak muda yang berada disamping nya...itu


"Emang kenapa bu...?" Tanya suami ibu tersebut ,,, "ternyata anak muda


Itu sedeng pak...!" Celoteh ibu separuh


Itu,, pada suaminya


"Bapak gak tau kan dia itu tadi ngomong sendiri dan marah- marah sendiri pak . Sayangkan pak mana masih muda lagi, Ganteng tapi sedeng pak"


"Huus .. . . gak boleh gitu bu" kata suami


Ibu itu pada istrinya


Sesekali Yoga mengusap kepala Aini dan bilang "kamu Kedinginan ya Aini"


rasa tak sabar hati wadi ingin


nyamperin mereka berdua

__ADS_1


"huuh geramnya" kata wadi pelan,


Ditanyain kemaren gak ngaku.


__ADS_2