
senin pagi kelompok Aini akan pergi kepersawahan milik ayah Aini yang ada di kampung tanggerang.
Sedangkan kelompok Yoga juga ingin ikut dengan Aini
Dan Wadi juga paham kalau Yoga tak ingin jauh dari Aini, walau mereka berdua terus berusaha menutupi perasaan mereka masing- masing
Sesampainya dipersawahaan milik Aini
"Kita kumpul disana ya ada pondok nanti disitu baru kita berbagi arah oke"
kata Aini ke teman - temannya.
Yoga memandangi kelompok mereka yang terasa tak lengkap karena Aini tak berada di kelompok mereka
"Yang ooo sayang "
goda rendi ke Aini
" abang harus apa yah yang" goda rendi lagi
wajah Yoga seketika itu memerah menahan marah
Sementara wawan tertawa sambil menceloteh
"Iya Aini kasih dong tugas abang cayangnya itu"
Wadi yang berada dilokasi itu juga menyaksikan
Kejahilan teman - temannya ke Aini dan Yoga
" Huus kamu mau main - main apa belajar sih."
"Sedeeeh Aini marah tu Ren, bujuk dong ayangnya" goda wawan lagi ke Aini
Sementara kelompok Wadi dan yoga sudah memulai tugasnya
Tapi mata Yoga tetap saja melirik ke Aini dan sesekali mata mereka bertemu pandang Aini hanya senyum pada Yoga.
Dan akhirnya selesai juga tugas yg mereka kerjakan "kita jangan pulang dulu ya" kata Wadi ke teman- temannya
"kita disini aja dulu sampai besok kan kebetulan sekolah kita libur 2 hari bagaimana menurut kalian" kata Wadi
" setuju" kata Rendi dan wawan juga temannya yang lain
"Bagaimana Aini" kata wadi ke Aini terserah kalian saja tapi aku tanya ke ayah dulu ya"
*Aini pun menghubungi ayahnya kring kring assalamu alaikum
"ayah bolehkah Aini menginap di kampung ini semalam lagi teman- teman Aini pada gak mau pulang hari ini"
"WAlaikumu salam boleh nak
tapi hati hati ya
Yoga mana yoga....?"
tanya ayah ke Aini dan kebetulan suara spiker hp Aini di sengaja dikuatkannya agar didengar teman- temannya seandainya tak di beri izin agar mereka mengerti
"Yoga mana" tanya ayah lg ke Aini....
Yoga nampak tak membuang kesempatan
Membalaskan sakit hatinya tadi ke rendi
"Ya ayah apa ayah, eh maaf pak jawab Yoga sambil pura pura latah"
"Hah" kata wadi rendi dan teman lainnya serentak
"Ayah???" kata mereka lagi serentak
Dan Yoga pun turun dari pondok menjauh dari
Mereka semua agar tidak kedengaran oleh Rendi dan teman- temannya
"mampus lu rend ku balaskan sakit hati ku yang kau buat tadi"
Sementara Yoga menjauh dari mereka semua Rendi bertanya pada Aini
"apa maksudnya itu tadi"
"Apa kamu sudaaah"
"sudah apa" kata Aini
"apa kamu sudah menikah dengan dia? Aini tanya Rendi
"Oh iya dong goda Ainii lagi ke Rendi"
"Apa??? tapi kamu... Kan masih sekolah" Kata wadi kaget
Aini mengedipkan matanya ke wadi seolah mengatakan itu cuma bercanda
Dan Aini pun melanjudkan bercandanya
"Wah ternyata ya menikah itu enaaak sekali ya dia itu laki - laki idaman aku banget kata Aini" lagi sambil mengedipkan matanya lagi ke Wadi
Dan Wadi pun senyum - senyum karena sudah mengerti maksud Aini
"Enaknya lah......punya suami ini ya, walaupun ada orang yang menggoda ku dan merayu ku aku sudah tak perduli lagi karena aku sudah ada yang punya Yoga ku seorang saja cinta ku
Bentar ya aku panggil Yayang ku"
__ADS_1
goda Aini lagi
"Yaaang sayang cepat dong jalannya " Yoga pun heran dengan Aini
"kenapa ni Anak biasanya tidak begini centilnya" Pikirnya
Aini pun mengedipkan matanya ke Yoga sambil melirik sedikit ke arah Rendi
"aku tambahin rendi, marah ya marah saja kau"
Yoga meraih tangan Aini dan menciumnya dengan lembut
"Ada apa ini semua" kata Rendi sambil berdiri
Dan Rendi pun meninju dinding pondok
"Kamu kenapa Rendi" tanya Wadi sambil menarik Rendi
"sabar bro palingan itu semua cuma ekting mereka saja secara mereka kan masih sekolah sama seperti kita" Kata wawan
"Yo i bro, kita disini semua teman Iya kan Aini" Kata wadi
"Iya makanya kamu jangan suka godain aku
Baru seperti itu kamu sudah tak tahan"
Ternyata perasaan Yoga tak bisa di kendalikan lagi.
Yoga pun merapat ke Aini dan memegang tangan Aini tatapan mata Yoga ke Aini
tak mau berhenti, karena terbawa suasana drama sekilas tadi
Yoga kembali mencium tangan Aini sementara Aini hanya menarik tanganya dan tak marah kepada Yoga
"Yoga kamu ingatkan Perjanjian kita Kita harus belajar yang benar dan buktikan
Pada ku ya sayang" Bisik aini
Rendi terus saja memandangi mereka berdua
*Hari mulai sore
"Yuk kita ke villa ayah disana " Kata aini
" jauh tempatnya Aini" tanya Wadi
"ah tak begitu jauh sih paling 250 meter dari sini"
Jam sudah menunjukkan jam 8 malam Aini duduk diteras villa sambil menghitung bintang dilangit
Yoga yang sudah dari tadi mencari Aini akhirnya ketemu juga indah
"bintangnya yoga banyak sekali ya" kata Aini ke Yoga
"Ah kamu ini ada - ada saja jangan gombal dong yoga kita fokus pada sekolah kita saja ya" kata Aini
"aku ingin cepat - cepat dapat nilai terbaik Aini dan menunjukkan semua nilai-nilai ku kepada mu"
"Aini Boleh kah aku bertanya pada mu...?"
"Tanya apa Yoga"
" mau kah dirimu jadi istri ku dan melahirkan anak - anak ku Aini"
"Ssst stop yoga jangan bahas itu lagi
Kita fokus aja pada pelajaran dan sekolah karena kita udah sepakat kan untuk
tidak pacaran"
"Aini bukan aku tak mau mendengar kata- katamu itu perkataan mu semuanya benar
tapi semakin aku menjalani pertemanan
Sperti yang kamu minta aku semakin sakit
Aini apa lagi ternyata rendi juga suka sama kamu , aku cemburu Aini walau aku tau dirimu
Tak punya perasaan apa- apa padanya
Ingin rasanya tadi aku memeluk dan mencium kening mu dihadapan Rendi agar dia
Tau kalau sebenarnya kita saling jatuh cinta
Aini"
Sementara Rendi Wadi dan Wawan berdiri di belakang Aini dan Yoga
Tapi sayangnya yoga dan Aini tidak menyadari
Keberadaan mereka bertiga
"Yoga aku juga mencintai mu sayang
Tapi sabar smua itu pasti kita raih
Cinta yang kita rasakan sekarang ini kelak banyak tuntutannya bukan hanya kita berdua
Kita butuh ilmu dan kualitas diri sayang sabar ya" Kata Aini
"Aku pun terkadang rindu pada mu tapi
__ADS_1
Semuanya aku pendam disini di dada ini
Kalau kita lanjutkan , kita pacaran mungkin
Akan asikt tapi tidakkah kamu berpikir
Bagaimana jika kita khilaf dan aku hamil
pasti kita kan putus sekolah
Dan orang tua kita pasti akan malu
Dan akan terjadi tragedi- tragedi selanjutnya
Apa lagi ayah dia pasti akan kecewa, malu dan sakit hati pada ku pikirkan itu Yoga"
dan Yoga pun terdiam sejenak
"Ha ha ha" tiba- tiba Yoga tertawa
"Kamu ini kenapa sih tiba - tiba tertawa gitu"
" Aini kamu itu mirip sekali dengan nenek ku"
"Ya akulah nenek mu he he he" Aini pun jadi ikut tertawa.
Oh jadi gitu ya ceritanya kata Wadi
aini dan Yoga terkejut
Aini lari kekamarnya kerena malu pada Wadi
Karena sebelumnya Aini begitu kekehnya mengatakan pada Wadi kalau dirinya tidak punya perasaan apa - apa pada Yoga.
" Awas kamu ya Yoga kalau main- main pada Aini Aku gakkan segan- segan menghajar mu" kata Wadi ke Yoga
"Tenang Wadi aku gak akan jahatin Aini
Dia wanita pujaan ku Kelak aku akan melamarnya tuk kujadikan permaisuriku"
"Wow drama sekali ya" kata Rendi sambil tepuk tangan
"lu anak baru disini tapi sudah banyak sekali gaya mu ya"
Dus dus dus Rendi menonjok Yoga dan wawan juga tidak mau ketinggalan dan langsung memukul Yoga dengan tongkat yang tersandar diteras.
Ardita teman Aini terbangun dari tidurnya dan segera memanggil Aini
"Aini keluar cepat ada keributan di teras anak - anak pada berantem tuh kayaknya" Kata Ardita
Aini keluar dan berlari mengejar Yoga
Dan Yoga sudah terkapar bersimbah darah
"Yogaaaa Yoga
Sambil menangis huk... Huk .. Huk Yoga maafkan aku sayang ini semua bukan kehendak ku"
Yoga hampir setengah pingsan
" Aini jangan tinggal aku sayang"
Wadi jadi terharu melihat kisah cinta
Mereka dan Wadi merasa bersalah karena memulai memarahi Yoga tadi
Dan tak berapa lama Yoga langsung tak sadarkan diri
Rendi dan wawan panik karena memukul dengan kencang
wawan panik setengah mati karena memukul pakai kayu tongkat yang ada di lokasi kejadian
Yoga sudah tak bergerak lagi sementara itu Wadi dan Aini mengangkat Yoga membawanya ke mobil mencari pertolongan kedaerah sekitar, kebetulan puskesmas agak jauh dari villa pak andre
Aini terus saja menangis dan terus memeluk Yoga yang sudah tidak berdaya
"Ardita marah pada Rendi dan Wawan
Dasar kalian tak pernah mau berubah terus
Saja seperti itu , kamu tau dia itu siapa? kalian gak tau kan!!"
"Yoga itu anak orang paling terkaya di bogor
Cuma saja dia tidak seperti kalian yang suka ugal - ugalan dan berkelahi Kalau saja papi dan maminya tau persoalan Ini tamatlah riwayat kalian berdua"
Mendengar perkataan Ardita
Rendi dan Wawan semakin ciut saja
"Mampuslah kita Ren" ucap wawan
"Ayo kita kejar Wadi ini semua
Memang salah dia sendiri" kata Rendi
" sudah jangan dibahas dulu" kata Wawan
"Ardita kamu ikut ya"
"aku ikut" kata Ardita
__ADS_1
"Wawan kita Fokus saja cari bantuan" Mobil yang di tumpangi wadi sudah kelihatan
Didepan klakson mobil Rendi terus saja berbunyi dan di seberang sudah kelihatan puskesmas