Langkah Cinta Aini

Langkah Cinta Aini
yoga baper lagi


__ADS_3

senin pagi kelompok Aini akan pergi kepersawahan milik ayah Aini yang ada di kampung tanggerang.


Sedangkan kelompok Yoga juga ingin ikut dengan Aini


Dan Wadi juga paham kalau Yoga tak ingin jauh dari Aini, walau mereka berdua terus berusaha menutupi perasaan mereka masing- masing


Sesampainya dipersawahaan milik Aini


"Kita kumpul disana ya ada pondok nanti disitu baru kita berbagi arah oke"


kata Aini ke teman - temannya.


Yoga memandangi kelompok mereka yang terasa tak lengkap karena Aini tak berada di kelompok mereka


"Yang ooo sayang "


goda rendi ke Aini


" abang harus apa yah yang" goda rendi lagi


wajah Yoga seketika itu memerah menahan marah


Sementara wawan tertawa sambil menceloteh


"Iya Aini kasih dong tugas abang cayangnya itu"


Wadi yang berada dilokasi itu juga menyaksikan


Kejahilan teman - temannya ke Aini dan Yoga


" Huus kamu mau main - main apa belajar sih."


"Sedeeeh Aini marah tu Ren, bujuk dong ayangnya" goda wawan lagi ke Aini


Sementara kelompok Wadi dan yoga sudah memulai tugasnya


Tapi mata Yoga tetap saja melirik ke Aini dan sesekali mata mereka bertemu pandang Aini hanya senyum pada Yoga.


Dan akhirnya selesai juga tugas yg mereka kerjakan "kita jangan pulang dulu ya" kata Wadi ke teman- temannya


"kita disini aja dulu sampai besok kan kebetulan sekolah kita libur 2 hari bagaimana menurut kalian" kata Wadi


" setuju" kata Rendi dan wawan juga temannya yang lain


"Bagaimana Aini" kata wadi ke Aini terserah kalian saja tapi aku tanya ke ayah dulu ya"


*Aini pun menghubungi ayahnya kring kring assalamu alaikum


"ayah bolehkah Aini menginap di kampung ini semalam lagi teman- teman Aini pada gak mau pulang hari ini"


"WAlaikumu salam boleh nak


tapi hati hati ya


Yoga mana yoga....?"


tanya ayah ke Aini dan kebetulan suara spiker hp Aini di sengaja dikuatkannya agar didengar teman- temannya seandainya tak di beri izin agar mereka mengerti


"Yoga mana" tanya ayah lg ke Aini....


Yoga nampak tak membuang kesempatan


Membalaskan sakit hatinya tadi ke rendi


"Ya ayah apa ayah, eh maaf pak jawab Yoga sambil pura pura latah"


"Hah" kata wadi rendi dan teman lainnya serentak


"Ayah???" kata mereka lagi serentak


Dan Yoga pun turun dari pondok menjauh dari


Mereka semua agar tidak kedengaran oleh Rendi dan teman- temannya


"mampus lu rend ku balaskan sakit hati ku yang kau buat tadi"


Sementara Yoga menjauh dari mereka semua Rendi bertanya pada Aini


"apa maksudnya itu tadi"


"Apa kamu sudaaah"


"sudah apa" kata Aini


"apa kamu sudah menikah dengan dia? Aini tanya Rendi


"Oh iya dong goda Ainii lagi ke Rendi"


"Apa??? tapi kamu... Kan masih sekolah" Kata wadi kaget


Aini mengedipkan matanya ke wadi seolah mengatakan itu cuma bercanda


Dan Aini pun melanjudkan bercandanya


"Wah ternyata ya menikah itu enaaak sekali ya dia itu laki - laki idaman aku banget kata Aini" lagi sambil mengedipkan matanya lagi ke Wadi


Dan Wadi pun senyum - senyum karena sudah mengerti maksud Aini


"Enaknya lah......punya suami ini ya, walaupun ada orang yang menggoda ku dan merayu ku aku sudah tak perduli lagi karena aku sudah ada yang punya Yoga ku seorang saja cinta ku


Bentar ya aku panggil Yayang ku"

__ADS_1


goda Aini lagi


"Yaaang sayang cepat dong jalannya " Yoga pun heran dengan Aini


"kenapa ni Anak biasanya tidak begini centilnya" Pikirnya


Aini pun mengedipkan matanya ke Yoga sambil melirik sedikit ke arah Rendi


"aku tambahin rendi, marah ya marah saja kau"


Yoga meraih tangan Aini dan menciumnya dengan lembut


"Ada apa ini semua" kata Rendi sambil berdiri


Dan Rendi pun meninju dinding pondok


"Kamu kenapa Rendi" tanya Wadi sambil menarik Rendi


"sabar bro palingan itu semua cuma ekting mereka saja secara mereka kan masih sekolah sama seperti kita" Kata wawan


"Yo i bro, kita disini semua teman Iya kan Aini" Kata wadi


"Iya makanya kamu jangan suka godain aku


Baru seperti itu kamu sudah tak tahan"


Ternyata perasaan Yoga tak bisa di kendalikan lagi.


Yoga pun merapat ke Aini dan memegang tangan Aini tatapan mata Yoga ke Aini


tak mau berhenti, karena terbawa suasana drama sekilas tadi


Yoga kembali mencium tangan Aini sementara Aini hanya menarik tanganya dan tak marah kepada Yoga


"Yoga kamu ingatkan Perjanjian kita Kita harus belajar yang benar dan buktikan


Pada ku ya sayang" Bisik aini


Rendi terus saja memandangi mereka berdua


*Hari mulai sore


"Yuk kita ke villa ayah disana " Kata aini


" jauh tempatnya Aini" tanya Wadi


"ah tak begitu jauh sih paling 250 meter dari sini"


Jam sudah menunjukkan jam 8 malam Aini duduk diteras villa sambil menghitung bintang dilangit


Yoga yang sudah dari tadi mencari Aini akhirnya ketemu juga indah


"bintangnya yoga banyak sekali ya" kata Aini ke Yoga


"Ah kamu ini ada - ada saja jangan gombal dong yoga kita fokus pada sekolah kita saja ya" kata Aini


"aku ingin cepat - cepat dapat nilai terbaik Aini dan menunjukkan semua nilai-nilai ku kepada mu"


"Aini Boleh kah aku bertanya pada mu...?"


"Tanya apa Yoga"


" mau kah dirimu jadi istri ku dan melahirkan anak - anak ku Aini"


"Ssst stop yoga jangan bahas itu lagi


Kita fokus aja pada pelajaran dan sekolah karena kita udah sepakat kan untuk


tidak pacaran"


"Aini bukan aku tak mau mendengar kata- katamu itu perkataan mu semuanya benar


tapi semakin aku menjalani pertemanan


Sperti yang kamu minta aku semakin sakit


Aini apa lagi ternyata rendi juga suka sama kamu , aku cemburu Aini walau aku tau dirimu


Tak punya perasaan apa- apa padanya


Ingin rasanya tadi aku memeluk dan mencium kening mu dihadapan Rendi agar dia


Tau kalau sebenarnya kita saling jatuh cinta


Aini"


Sementara Rendi Wadi dan Wawan berdiri di belakang Aini dan Yoga


Tapi sayangnya yoga dan Aini tidak menyadari


Keberadaan mereka bertiga


"Yoga aku juga mencintai mu sayang


Tapi sabar smua itu pasti kita raih


Cinta yang kita rasakan sekarang ini kelak banyak tuntutannya bukan hanya kita berdua


Kita butuh ilmu dan kualitas diri sayang sabar ya" Kata Aini


"Aku pun terkadang rindu pada mu tapi

__ADS_1


Semuanya aku pendam disini di dada ini


Kalau kita lanjutkan , kita pacaran mungkin


Akan asikt tapi tidakkah kamu berpikir


Bagaimana jika kita khilaf dan aku hamil


pasti kita kan putus sekolah


Dan orang tua kita pasti akan malu


Dan akan terjadi tragedi- tragedi selanjutnya


Apa lagi ayah dia pasti akan kecewa, malu dan sakit hati pada ku pikirkan itu Yoga"


dan Yoga pun terdiam sejenak


"Ha ha ha" tiba- tiba Yoga tertawa


"Kamu ini kenapa sih tiba - tiba tertawa gitu"


" Aini kamu itu mirip sekali dengan nenek ku"


"Ya akulah nenek mu he he he" Aini pun jadi ikut tertawa.


Oh jadi gitu ya ceritanya kata Wadi


aini dan Yoga terkejut


Aini lari kekamarnya kerena malu pada Wadi


Karena sebelumnya Aini begitu kekehnya mengatakan pada Wadi kalau dirinya tidak punya perasaan apa - apa pada Yoga.


" Awas kamu ya Yoga kalau main- main pada Aini Aku gakkan segan- segan menghajar mu" kata Wadi ke Yoga


"Tenang Wadi aku gak akan jahatin Aini


Dia wanita pujaan ku Kelak aku akan melamarnya tuk kujadikan permaisuriku"


"Wow drama sekali ya" kata Rendi sambil tepuk tangan


"lu anak baru disini tapi sudah banyak sekali gaya mu ya"


Dus dus dus Rendi menonjok Yoga dan wawan juga tidak mau ketinggalan dan langsung memukul Yoga dengan tongkat yang tersandar diteras.


Ardita teman Aini terbangun dari tidurnya dan segera memanggil Aini


"Aini keluar cepat ada keributan di teras anak - anak pada berantem tuh kayaknya" Kata Ardita


Aini keluar dan berlari mengejar Yoga


Dan Yoga sudah terkapar bersimbah darah


"Yogaaaa Yoga


Sambil menangis huk... Huk .. Huk Yoga maafkan aku sayang ini semua bukan kehendak ku"


Yoga hampir setengah pingsan


" Aini jangan tinggal aku sayang"


Wadi jadi terharu melihat kisah cinta


Mereka dan Wadi merasa bersalah karena memulai memarahi Yoga tadi


Dan tak berapa lama Yoga langsung tak sadarkan diri


Rendi dan wawan panik karena memukul dengan kencang


wawan panik setengah mati karena memukul pakai kayu tongkat yang ada di lokasi kejadian


Yoga sudah tak bergerak lagi sementara itu Wadi dan Aini mengangkat Yoga membawanya ke mobil mencari pertolongan kedaerah sekitar, kebetulan puskesmas agak jauh dari villa pak andre


Aini terus saja menangis dan terus memeluk Yoga yang sudah tidak berdaya


"Ardita marah pada Rendi dan Wawan


Dasar kalian tak pernah mau berubah terus


Saja seperti itu , kamu tau dia itu siapa? kalian gak tau kan!!"


"Yoga itu anak orang paling terkaya di bogor


Cuma saja dia tidak seperti kalian yang suka ugal - ugalan dan berkelahi Kalau saja papi dan maminya tau persoalan Ini tamatlah riwayat kalian berdua"


Mendengar perkataan Ardita


Rendi dan Wawan semakin ciut saja


"Mampuslah kita Ren" ucap wawan


"Ayo kita kejar Wadi ini semua


Memang salah dia sendiri" kata Rendi


" sudah jangan dibahas dulu" kata Wawan


"Ardita kamu ikut ya"


"aku ikut" kata Ardita

__ADS_1


"Wawan kita Fokus saja cari bantuan" Mobil yang di tumpangi wadi sudah kelihatan


Didepan klakson mobil Rendi terus saja berbunyi dan di seberang sudah kelihatan puskesmas


__ADS_2