Langkah Cinta Aini

Langkah Cinta Aini
menikah muda


__ADS_3

Diseberang puskesmas sudah terlihat jelas


lampu puskesmas menyala semua.


" Ayo Rendi bantu aku" kata Wadi


Wawan yang sedari tadi sudah ketakutan


Tanpa diminta bantuan pun wawan buru- buru ikut mengangkat Yoga.


Air mata Aini tak pernah berhenti mengalir


Kesedihan Yang dirasakan Aini begitu teramat


dalam Padahal baru kali ini Aini berani menerima Cinta seorang laki- laki walaupun cinta yang Aini rasakan harus Ditahan demi kelangsungan Sekolah dan nama baiknya.


Aini juga Ingin orang tua Yoga bangga pada


Yoga kekasih tertundanya itu darah Yoga terus saja bercucuran dari hidungnya yang mancung itu ,, Aini pun slalu berusaha membersihkan darah yoga dengan shal miliknya sendiri.


Setelah sampai di pintu puskesmas para perawat dan pak dokter pun berupaya terus


Memberi pertolongan Aini tak ingin jauh dari Yoga walau sedetik


"Dek keluar dulu ya , biar diobati temenya"


Kata Pak dokter " tolong selamatkan teman saya ya pak dokter" kata Aini


Air mata Aini terus saja mengalir dan Aini tak mau jauh - jauh dari Yoga meski pak dokter telah memintanya Setelah selesai diobati dan diperban ditempat yang luka pak dokter membiarkan Aini Memeluk Yoga kekasih nya itu


Sementara teman- teman Yoga dan Aini di ruang tunggu.


Setelah satu jam setelah selesai diobati Yoga pun sadar, orang yang pertama Yoga lihat adalah Aini.


Pelan pelan suara Yoga terdengar menyapa Aini


" Sayang sapa matanya kenapa bengkak...??" Sapa yoga


"huk... Huk. .. Huk" tangis Aini pun semangkin keras saja sampai terdengar keruang tunggu teman- teman Aini dan Yoga jadi salah paham dan menganggap Yoga telah meninggal dunia.


"Astaghfirullahalazim, kenapa lagi ya allah" keluh Wadi


Rendi dan Wawan lari karena takut dipenjarakan


Sedangkan Wadi dan Ardita berlari masuk kedalam melihat dan Memastikan keadaan Yoga


Sampai diruang rawat Wadi terkejut melihat


Yoga masih hidup dan sudah sadar


Aini memeluk Yoga walau dalam keadaan posisi setengah telungkup ke badan Yoga dan Aini pun mencium tangan Yoga


"Aku sangat mencintai mu Yoga jangan tinggalkan aku sayang" kata Aini


Dan Yoga juga membalas pelukan Aini


Walau dalam keadaan terbaring di atas kasur puskesmas Yoga mendekatkan bibirnya kekening Aini dan mencium Kening Aini dengan begitu lembutnya Aini memejamkan matanya


Terjadi lagi pemandangan yang romantis


Didepan mata Wadi dan ardita "Aini kita menikah saja ya" kata Yoga pada


Aini, Aini tak mejawab perkataan Yoga Aini hanya memeluk Yoga "aku tak tau harus berkata apa Yoga tapi yang ku tau aku tak ingin kehilangan mu Yoga saat melihat mu terluka Seperti ini hati ku sangat hancur Yoga

__ADS_1


perasaan separti ini belum pernah aku rasakan sebelumnya" Yoga kembali mencium kening Aini


" kita harus berani Aini kata Yoga


Demi cinta kita sayang" kata Yoga pada Aini


"hem ehem hem" terdengar suara pak dokter yang ingin memeriksa keadaan Yoga


Aini pun bangkit dan duduk kembali ketempat


Duduknya semula yaitu disamping Yoga


" Makan obatnya ya dek 3 x sehari jagan lupa kamu harus cepat sembuh kasian tuh teman kamu dari tadi nangis terus khawatir sama kamu" Kata pak dokter


Malam itu juga Yoga dan Aini serta wadi juga Ardita kembali ke villa dan setelah sampi di villa mereka kembali kekamar masing- masing


Kamar Yoga tepat di depan kamar Wadi


Kamar Aini dan ardita disamping kamar Yoga


Jam sudah menunjukkan jam satu malam


Yoga tak bisa tidur hanya duduk sambil


Melamun kearah jendela kamarnya di benak Yoga hanya ingin menikahi Aini. Sedangkan umur Yoga masih 17 tahun


Sementara Aini terbangun dari tidurnya karena melihat ayah memukul yoga dengan kayu hingga meninggal dari dalam mimpinya


" Apakah tandanya ini ya Allah" ucap Aini


Aini pun haus lalu keluar dari kamarnya mengambil minum ke dapur


sementara Yoga juga ingin minum


Yoga juga keluar dari kamar dan kedapur mengambil minum


Wadi melihat Yoga mendekati Aini dan berusaha mencium Aini sedangkan Aini menolak ciuman Yoga


Yoga aku mimpi buruk kata Aini pada Yoga


Kamu mimpi apa sayang kata Yoga pada Aini


" Yoga aku mimpi kamu meninggal dunia


Yang lebih parahnya dalam mimpi itu kamu


Dibunuh ayah


Astarhpirullah yoga terkejut.


sudahlah mungkin itu cuma mimpi


Saja kata Yoga


" Aini percayalah orang tua mu dan orang tua ku ,Pasti merestui hubungan kita ini


Smentara Wadi mengintip mereka berdua dari


Balik tirai dapur


"Lalu kamu kenapa kamu enggak tidur ... ? Kata Aini kepada Yoga


Sayang aku ingin kita menikah saja, aku akan pulang kebogor mengatakan ini semua kepada kedua orang tua ku,,

__ADS_1


Wadi yang menguping terkejud mendengar


Pembicaraan antara Yoga dan Aini


Apasih yang ada di pikiran mereka , kok udah


Kepingin nikah aja kan masih sekolah


Dasar buciin grutu wadi pelan


Yoga terus saja membujuk Aini agar mau


Menikah dengan dirinya


Aku ingin hidup bersama mu sayang siang malam kita bersama saling bercinta


Tapi kita kan masih kecil Yoga ,kita masih


Sekolah dan aku juga tak berani mengatakan


Ini pada ayah , kata Aini


Kalau kamu takut biar aku yang mengatakan


Kepada orang tua mu sayang


Lagi lagi yoga mencium tangan Aini


" ni anak makin berani saja kata Wadi pelan


Pakek acara mau nikah segala lagi.


Air mata Aini mengalir lagi


" kamu jangan menangis lagi sayang, kata yoga pada Aini. " cinta kita suci ini anugra dari Yang maha kuasa


" Lihat mata ku sayang apa ada keraguan disana aku tak kan pernah menyerah aku


Akan mencintai mu sampai titik darah pengabisan untuk memperjuangkan cinta kita


Kata" Yoga pada Aini.


" Kamu jangan sembarang bicara sayang Kamu tau gak tadi itu aja kamu yang di


Hajar Rendi dan Wawan aku yang hampir


Mati nyawa ini rasanya udah di ujung tenggorokan rasanya sakit sekali itu namanya kamu memang benar cinta pada ku sayang"


Perlahan Yoga mendekatkan bibirnya kearah


Aini hem ehemm kata Wadi adegan yang


akan di lakukan Yoga ke Aini pun terhenti


padahal sedikiiit lagi kena tu bibir yoga ke


Pipi Aini.


" Sudah tidurlah Aini besok pagi kita harus pulang karena besok lusa kita udah sekolah Aini" kata Wadi.


Sementara Aini yang berjalan menuju kamar


tidurnya Wadi menarik tangan Yoga

__ADS_1


"Tunggu sebentar teman tadi tak sengaja


Mendengar pebicaraan kalian Kamu seriusya ingin menikah dengan Aini Bro kamu tau kan Aini itu anak semata wayang ayahnya pendapat ku percuma juga


__ADS_2