
Siapa sih ni cewe kok bisa membuat kamu
Seperti ini? " kata lipi
"Dia gadis cantik yang baik dan lembut".
"Bro ini saran aku ya, tamatkan dulu sekolah .,. Se usia kita gini masih terbilang anak anak sayang masa muda terbuang dan habis sia- sia
Puaskan dulu Senang senang nya" Kata lipi
" Aku sendiri jangan kan ingin menikah
Pacar aja aku enggak punya, jujur ya banyak cewek yang naksir tapi ah malas ,, aku mau mengejar cita- cita dulu Apa lagi kamu ganteng kaya pula Ngapain buru- buru nikah sayang masa muda mu" kata lipi lagi ke Yoga
"Yoga ...Yoga Yoga...sini sayang" panggil mami
"Ya mam" "loh keningnya kenapa sayang" kata mami
"Yoga jatuh mami"
"tulah hati- hati nak"sambung papi ke Yoga
"Bagaimana pelajarannya sayang" tanya mami dan papi
"Alhamdulillah bagus mam ini aja Yoga dari
Kerja kelompok langsung kesini mam, oiya mam ada hal penting yang harus Yoga sampaikan ke mami dan papi .
"Apa itu sayang ...?" Tanya mami
"Nanti malam aja Yoga ceritanya kalau sekarang Yoga belum bisa masih belum fresh, badan Yoga pegal semua mam"
"Ya udah kamu istirahat saja gih ke kamar"
Kata mami
Menjelang sore para tamu pun pulang semua termasuk paman dan bibi Yoga
Setelah jam delapan malam
Mami dan papi Yoga pun datang ke kamar tidur anak mereka
Tok... Tok... Tok
"Assalam'alaikum Yoga buka pintunya sayang mami dan papi mau dengar apa yang mau kamu kata kan tadi"
Yoga membuka pintu kamarnya
Wajah yoga tiba - tiba kelihatan pucat
"Loh loh kenapa anak kita pi tadi siang spertinya baik- baik saja , kok sekarang pucat begini" kata mami Yoga yang bingung melihat
Keadaan anaknya
"Yoga kamu kenapa sayang tanya mami ke Yoga "
Mami Yoga mungkin sebentar lagi akan meninggal dunia mi" Ucap Yoga
"Heh... Ssst jangan sembarangan ngomong
Kamu"
"Mami Yoga ingin sekali menikah"
"Apaa.....???" mami dan papi serentak bertanya seketika itu juga praak suara pipi Yoga yang ditampar oleh papinya
__ADS_1
"Apa apaan permintaan kamu ini
Kamu ini mau jadi apa hah??masih kecil
Sudah mau menikah sekolah aja belum selesai apasih yang ada dipikiran kamu itu" kata papi
Mami menangis melihat anaknya Itu slalu buat ulah
"Apa salah jika Yoga mencintai seorang gadis? Cinta itu anugrah yang tuhan titipkan ke hambanya" kata Yoga kepada mami dan papinya
"Jangan sok pintar kamu ya Yoga!!!" Bentak papi
"Kamu harus lanjut sekolah dan kuliah, kamu harus pintar kamu adalah pewaris papi kalau tidak punya ilmu ini semua akan musnah sia sia" Ucap papi
Seketika itu juga Yoga bersujud di kaki maminya
"Mami Yoga lebih baik mati saja dari pada hidup tanpa Aini" kata yoga terputus putus
"Yoga sudaaah sudah!!! " ucap mami
"Apa kamu sudah menghamili anak orang? Mau kemana ditaruh muka papi ini Yoga
Kamu selalu saja membuat papi mami stres"
"padahal Yoga mau bilang sudah bilang cinta mati pada Aini mami tolong lamar Aini tuk jadi istri Yoga"
"Nak Kamu masih kecil belum pantas untuk
Menikah sayang" Ucap mami sambil menangis
"Kalau mami tidak mau melamar Aini tuk jadi
Istri Yoga lebih baik yoga bunuh diri saja"
"Papi bagaimana ini mami tak mau terjadi apa- apa pada anak kita pi"
Anak tak berguna"
tetapi dalam hati kecil papi tak tega pada anak sulang nya itu.
"besok kita ke Jakarta dan menemui orang tua gadis itu kalau dia setuju menerima kamu papi akan melamar gadis itu tetapi setelah itu papi dan mami tak akan pernah datang melihat kamu lagi cari kehidupan kamu sendiri"
Tepat hari senin pagi Yoga dan kedua orang tuanya serta adiknya pergi kejakarta
"Assalamu alaikum" ucap pak Dafit papi Yoga
" Wa'alaikum salam" ucap pak Andre
Pak Andre terkejud melihat kedatangan Yoga bersama kedua orang tuanya.
"Masuk - masuk pak buk sambut pak Andre
Pak Dafit dan buk Hani pun masuk kedalam
Mereka semua diajak pak andre duduk keruang tamu
Waah rumahnya segar sekali puji mami Yoga
Pak Andre hanya senyum saja
Aini pun datang membawa nampan yang berisi minuman untuk tamunya
Dan Pagi Aini kelihatan cantik sekali
Hati Yoga pun berdebar terus memandang
__ADS_1
Aini.
Selesai menghidangkan minuman Aini pun
Duduk disamping ayahnya.
Sedangkan Yoga duduk disamping maminya
Lalu pak dafit pun membuka cerita
" Kedatangan kami kesini ada niat kami ingin melamar putri bapak" ucap pak dafit
"Hahh apaaa?? kata pak Andre yang sedang terkejut mendengar ucapan pak Dafit.
" Apa apaan ini" ucap pak Andre kepada pak Dafit
"pak sebelumnya juga saya minta maaf yang sebesar besarnya saya juga sudah berusaha mencegah permintaan Yoga untuk melamar putri bapak tapi saya tak ingin nama baik saya tercoret dan saya juga sangat berharap Anak kami ini bisa melanjutkan pendidikan nya sampai selesai kuliah dan menggantikan posisi saya di perusahaan saya
Tapi mereka berdua sudah melangkah terlalu jauh jadi saya harap bapak mengerti
Apa yang saya katakan"
Seketika itu juga wajah pak Andre berubah
Marah kepada putri semata wayangnya itu
" Aini apa yang sudah kamu lakukan
Apa kurang kasih sayang ayah selama ini padamu...?!!!
Dan pak Andre pun terduduk lemas dan air mata pak Andre pun keluar Pak Andre pun pergi kekamar mengambil poto
Istrinya yang ada dalam lemari bajunya
Dan pak Andre menunjukkan poto almarhum istrinya kepada Aini.
Ini ibu kamu lihat apa tidak kasihan pada ibumu dia pasti menangis melihat tingkah laku mu"
Kata pak Andre pada Aini
Aini pun menangis sejadi jadinya
"Ayah maaf kan Aini yah Aini memang salah yah"
Pak Andre pun tertunduk lemas
Aini pun memeluk ayahnya yang sudah tertunduk lemas
tak sengaja mami yoga melihat foto ibu Aini
"Haaahh Astaghfirullah ya Allah Annisa .... Kata maminya Yoga
Pak Dafit dan pak Andre pun heran
"Kamu kenal mi? tanya pak Dafit kepada istrinya
"ini teman baik mami pi Poto wajah inilah yang terpampang diruang tamu kita bersama foto mami pi"
"oh Iya ya" kata pak Dafit
Pak Andre pun ingat dengan cerita yang pernah Yoga ceritakan ketika jiarah kekubur istrinya itu.
Mas kata bu Hani ke pak Andre Nisa ini teman baik aku mas dia teman yang sangat baik banget kami berteman dari kecil mas
Pak Andre bingung antara senang dan sedih
__ADS_1
Mengingat istri dan tingkah laku anak gadisnya
"Lalu bagai mana ini jujur saja Bu saya belum ingin putri saya menikah Selain Aini masih kecil dia putri saya satu- satunya, Annisa telah lama meninggal dunia Semanjak Aini berumur 5 tahun saya hanya punya Aini sekarang"