
Jarum jam menunjuk angka 3 sore , yoga pun tiba di rumah Aini
" Assalamu alakum seru yoga"
"Wa'alaikum salam" sahut pak andre dengan lembut ,
"cari siapa nak" sapa pak andre
"Aininya ada pak" Tanya yoga
"ada didalam" Jawab pak andre
"Perkenalkan nama saya yoga, saya teman baru
Aini dan saya pindahan dari bogor pak" Kata yoga
"Ya ya ya " Sahut pak andre sambil mengangguk
"Kalau boleh saya ingin sekali belajar bareng aini pak" Kata andre
"Aini..! Aini .,. ! Ainni" Seru pak andre pada anak gadisnya..
"Ya .. . .ayah " Sahut Aini dari dalam rumah
"Oh kamu udah datang ya" Sambung Aini
pada yoga
"wadi mana" tanya aini pada yoga,
" wadi enggak jadi katanya ai" Jawab yoga
"Kenapa .. .?" Tanya Aini
"wadi bantuin ayahnya ke sawah"
"oooh kalau gitu kita belajar berdua aja ya" jawab aini pada yoga .
"Bantuin aku ya aini untuk serius belajar kerena memang selama ini aku gak pernah perduli dengan pelajaran disekolahku
Itu smua karena aku ter lalu sepele dengan guru - guru yang ada di bogor , aku yakin mereka gak akan berani marah pada ku karena papi pemilik serkolah tempat aku
Sekolah dan ahirnya aku sama sekali tak
Mengerti pelajaran" kata yoga sambil menahan sedih yang ada dihatinya.
Aini pun kagum pada yoga kerena sudah
Berubah menjadi lebih baik
"Kita buka ya pelajaran kita tadi" kata Aini
Aini pun terus berupaya menjelaskan pada yoga tentang pr matematika yang tadi diberi bu winda ke mereka
Dan yoga terus meengerti karena memang pada dasarnya yoga memang anak yang pintar hanya saja karena terlalu manja
Akhir jadi maalas belajar deh
"Ai terima kasih ya kamulah inpirasi ku ai" kata yoga
"gak apa - apa loh yoga kata aini" pada yoga
"Sebenarnya aku sayang pada kamu " kata
Aini keceplosan pada yoga
Yoga pun semakin bingung dan bertanya
Lagi pada Aini
"benar ai kamu sayang pada ku? " tanya yoga kembali ke aini untuk meyakinkan dirinya sendiri apakah yoga gak salah dengar
karena memang sesungguhnya yoga pun sangat sayang pada Aini tetapi Aini selalu cuek dan pura- pura tak punya persaan padanya.
"sayang gimana ....?" ketus Aini lagi pada yoga
seakan bukan dirinya yang bicara tadi bilang sayang ke yoga
Tetapi kali ini wajah Aini berubah jadi warna merah kerena manahan malu pada yoga.
__ADS_1
Dan yoga pun mulai mengerti bahwasanya
Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan
Tapi Aini tipe cewek yang susah di mengerti
"Ai semenjak pertama aku melihat kamu aku gak pernah bisa tenang Karena aku selalu saja teringat kamu Ai"
kata yoga pada Aini dirinya jadi semakin nekat
"A a aku ke dapur sebentar ya yoga"
Kata aini yang berusaha mengelakkan diri dari pembicaraan pada yoga.
Sampai didapur aini duduk di lantai sambil
Memukul - mukul bibirnya pelan.
" Apa yang aku katakan pada yoga tadi" katanya
"ya ampuuuun malunya akuuuu" teriaknya
Pelan
sampai Aini tak sadar kalau ayah
Kedapur juga dan pak Andre sangat heran
Melihat tingkah putrinya yang bicara sendiri
Sambil menepuk- nepuk bibirnya sendiri.
"loh nduk itu teman mu kok di tinggal kamu ngapain duduk dibawah gitu , itu kenapa bibirnya sakit nduk"
kata pak andre yang tak mengerti dengan tingkah laku putrinya
karena ayahnya Aini agak kencang ngomongnya jadi Yoga mendengar pembicaraan antara ayah dan anak itu
"ssst jangan kencang- kencang ngomong nya nanti yoga dengar" kata Aini pada ayah
"Itu teman mu kok enggak di kasih minum nak" kata ayah pada Aini.
Sini" kata aini pada ayah,,,
padahal sebenarnya bukan minuman yang di benaknya, tapi aini malu dan berusaha menutupi perasaanya
pada yoga yang sudah tau isi hatinya.
"Itukan ada semangka dalam kulkas, itu ajalah di jus" kata ayah pada Aini.
" Ya ayah" jawab Aini. Lalu dengan sigap Aini buatkan jus buat yoga.
Ayah pun kembali kedepan dengan membawa sedikit cemilan di tangannya ,,,
"sudah selesai belajarnya" sapa pak andre pada yoga ,,,
"sudah pak" sahut yoga....
"Itu aini datang" kata ayah .....
Yoga malihat aini membawa mampan yang berisi jus semangka berwarna merah yang warnanya mirip dengan wajah aini.
"Kok repot- repot Aini aku kan jadi gak enak" kata yoga
"Alah ngapain kamu bicara gitu, kita kan
Bestfriend" kata Aini pada yoga
seolah - olah bukan bibir mungilnya itu yang bicara tadi.
" Apa maksud Yang kamu kata kan tadi" kata Yoga pada Aini
"emangnya aku bilang apa tadi Yoga" sambut Aini
"emmm kamu bilang kamu sebenarnya sangat sayang pada ku"
"Ah gak mungkinlah aku ngomong gitu mungkin kamunya itu salah dengar Yoga" kata Aini mengelak
"kamu suka ya....! sama aku" tambah Aini tuk mengelak padahal jelas - jelas Aini sendiri yang bilang suka pada Yoga.
__ADS_1
"Gimana sih ni cewek gak mungkinlah akunya yang budek padahal jelas - jelas dia yang bilang Sayang sama aku,, kok malah gak di akui sih pedahal banyak cewek
Yang dekat sama aku , slama ini gak pernah seperti ini, berarti dia menutupi perasaannya agar tidak diketahui oleh ku".
Pikir yoga menggeruru.
"fix ini cewek idaman gue
Bagai mana pun aku harus mendapatkan ni cewek, kata yoga dalam hati
"Ai hari minggu kita jalan- jalan yuk" pancing yoga ke aini ,,,
"enggak ah aku gak bisa" jawab aini
"kenapa ai....?" tanya yoga
"Aku setiap hari minggu selalu bersih- bersih rumah setelah Ziarah kemakam ibuku
Karena cuma hari minggulah aku bisa bersama keluarga ku" kata Aini
"boleh aku ikut ke makan lbu mu Ai? Tanya yoga
"Kenapa kamu ingin ikut ziarah ke makam
Ibu ku yoga" tanya Aini
" enggak, aku hanya ingin ikut aja" jawab yoga
"boleh tapi biasanya aku dan ayah Ziarahnya jam empat sore yoga" kata Aini
*Ke esokan harinya*
Yoga datang tepat pukul empat sore,, rupanya aini dan pak andre Sudah mnunggu di depan rumah.
Sesampai nya di makam Yoga terkejut melihat poto yang ada di makam ibunya
Aini..
" Loh" sentak yoga terkejut
"kenapa nak" tanya pak andre
yoga pun menceritakan bahwa Di rumahnya ada poto yang mirip banget dengan poto yang ada di makam ini
"kira- kira kamu tahu siapa yang ada dipoto itu? " tanya pak andre lagi kepada yoga
"Saya tahu mami pernah bercerita kalau yang ada di poto itu teman baik mami dari
Kecil tapi sayang mami kehilangan temannya itu semenjak eyang pindak ke bogor. Mami sangat sayang pada temannya itu namanya bibi annisa"
Ya inilah bibi Annisa kata pak andre pada yoga
"Sampaikan salam bapak nanti ke papi dan mami mu ya nak" kata pak andre pada yoga
"inshaallah pak" sahut yoga.
Sepulang dari makam, Yoga membarani kan diri permisi ke pak andre untuk mengajak Aini keluar
"pak boleh yoga ajak aini jalan - jalan ke mall ? tanya Yoga sambil sedikit tertunduk
"Tanya Aini aja" sahut pak andre pada yoga aini ragu - ragu kerena memang belum pernah pergi berdua jalan - jalan bareng cowo
"pergilah kalau kamu mau tapi harus bisa jaga diri dan pulangnya jangan malam- malam ya" kata pak andre..
Dengan persaan senang dan hati yang berbunga- bunga Yoga mengajak Aini naik ke motor sportnya yang super mahal itu
"pegangan dong" kata yoga ke pada Aini
bukannya mendengarkan saran yoga Aini
Malah memegang tempat duduk motor yoga
"Ai jangan malu- malu gitu dong,, nanti bahaya loh" kata yoga lagi pada aini
Namun Aini dia tetap saja meletakkan
Tangannya di bangku belakang.
Jalan motor yang mereka naiki semakin kencang saja.
__ADS_1
Yoga pun menarik tangan aini dan meletakkan dipinggangnya "gitu dong peluk" kata Yoga