Langkah Cinta Aini

Langkah Cinta Aini
Musibah Menimpa Mang Danu


__ADS_3

Lipi termenung di pojok rumah sakit ,


Hatinya berkecamuk bingung harus pergi kemana .


"Di sini, Aini yang sedang berada dalam perawatan dokter, entah penyakit apa yang sedang Aini derita


Lipi bingung " ingin bertanya kepada Yoga namun ada kebimbangan dihati Lipi ' takut nantinya Malah menimbulkan salah faham


Sementara disana ada mang Danu sedang menderita.


Tiba tiba Revan memukul pundak Lipi .


"Hei " bro Ada apalagi kenapa menyendiri begini ,"apa yang membuat dirimu galau ?


Lipi menghempaskan napasnya'' tandanya beban dihatinya begitu berat".


"aku malu bercerita kepada mu Revan..!


" Kenapa harus malu! " bukankah kita ini sahabat". Lipi terdiam sejenak dan tak tau harus berkata apa.


"hayo ! " apa yang sedang kamu pikirkan haa! Celoteh Revan. "Tidak ada kok! Tangkis Lipi


" Kalau piling aku nihh " Pasti kamu lagi mikirin istri orang kan,! " Sssst jangan sembarangan ngomong kamu bro.


"..Mana mungkin aku mikirin istri orang .


"Kalau begitu apa yang membuat dirimu' jadi


Bersedih begini..!


" rasa kemanuasiaan..saja. jawab Lipi


" Yoga mana..? Tanya Lipi kepada Revan


"tadi yang aku lihat dia sedang berada dalam ruangan Aini.


" Bro bagaimana ya? Mang Danu juga perlu


Ditinjau dan di urus juga, sedangkan Yoga belum juga kesana.


"Tolong aku Revan, katakan kepada Yoga


Mang Danu juga butuh dia saat ini.


"Kenapa tidak kamu saja yang mengatakan ! Revan mencoba menolak permintaan Lipi, sesungguhnya Revan juga sungkan mengatakan apa yang Lipi minta.


Aini sudah mengetahui apa yang terjadi terhadap mang Danu,


ada perasaan sedih' di hati Aini bila teringat mang Danu ," orang tua itu baik sekali serta cekatan sehingga membuat majikannya sayang kepadanya '. namun naas menimpanya


Sehingga mang Danu kecelakaan


Dengan perasaan berat hati, Yoga pun pergi ke tempat mang Danu kecelaKaan. dan sesampainya Yoga di TKP mang Danu semakin parah dan meninggal disamping Yoga,


di ahir kepergian mang Danu beliu sempat berkata namun karena beliu sudah sekarat jadi kata- kata yang keluar dari bibir mang Danu kurang jelas


Dan Yoga sama sekali tak faham dengan apa yang mang Danu katakan.


Yoga memeluk mang Danu saat itu juga.


Ada rasa bersalah menyelimuti hati nya.


Tapi semua itu percuma, karena mang Danu tak mungkin hidup lagi


.


" Mang maafkan Yoga mang," Yoga yang sudah membuat mamang jadi begini' tangis air mata Yoga tak terbendung lagi.


Kalau saja aku tidak menyuruh mamang balik ini tak akan terjadi, " Ya Alloh ampuni hamba ya Alloh. hamba telah menzolimi mang Danu.


ampuuun ya Alloh.


Petugas mendengar perkataan dan penyesalan Yoga saat itu. " Sudahlah dek ini sudah terjadi,


Petugas itu pun membawa jenajah mang Danu kerumah duka yang bertempat tak jauh dari villa Yoga.


tangis mbok poneim pun pecah menyambut kedatangan mang Danu.


mbok poneim istri mang Danu sudah mulai pikun dan suka ngomel sendiri.


"tangis keluarga pun pecah saat jenajah mang


Danu tiba.


" Owalah pak ek piye toh pak' kok jadi begini paaak, sampai hati bapak meninggalkan si mbok.' pak.


tangis dan jeritan mbok Poniem membuat pelayat lain ikut meneteskan air mata.


tetangga mang Danu mendengar ratapan mbok Poniem yang sejadi jadinya. sehingga membuat tetangga mbok Poniem jadi bergosip.


" aduuh bagaimana ya si mbok ini 'selalu apa apa tergantung suaminya kasian sekali ya!


"iya jadi mau bagaimana lagi, kalau kamu mampu bawa aja si embok kerumah mu hitung hitung cari pahala.


Yoga mendengar gosipan tetangga mang Danu itu. bertambah hancur hati Yoga mengingat nasib mbok Poniem.


tetangga mbok Poniem itu sebenarnya mereka tidak heran dengan ratapan


mbok Poniem'. hari hari juga mbok Poniem begitu' jika Mang Danu terlambat pulang.


cuma kali ini , mang Danu pergi tidak untuk kembali lagi , itu yang membuat mereka jadi


ikut bersedih.


Yoga hanya terdiam dan tertunduk lesu. rasa kasihan pun ada di hati Yoga melihat mbok Poniem, Beliu sudah sangat tua dan selalu takut bila ditinggal suaminya,


sedangkan mbok Poniem tidak punya anak.


Revan menyusul Yoga kerumah duka


sementara Lipi dan Dandi tinggal di rumah sakit.


Kondisi Aini semakin buruk setelah Yoga pergi mengurus mang Danu


badan Aini panas kakinya dingin sekali dan Aini juga menggigil kedinginan.

__ADS_1


Lipi mengambil selimut dan menyelimuti Aini


namun rasa dingin itu tidak mau hilang


perlahan Lipi menggenggam tangan Aini' tangan Lipi begitu hangat, namun hangatnya tangan Lipi tak mampu mengusir dingin yang Aini rasakan.


Lipi pun mencoba memeluk Aini, namun Dandi


menarik Lipi dan melarangnya.


Lipi hanya boleh memegang tangannya saja.


itu pun karena darurat


"assalamu'alaikum..! 'waalaikum salam ! bu Hani dan pak Dafit sudah sampai diruangan Aini " sayang bagaimana keadaan mu mami


cemas sekali , Lipi pun menjauh dan bu Hani


mengecup kening menantunya itu.


"bagaimana kandungan kamu nak..! tanya bu Hani . alhamdulillah tidak apa apa mi, "syukur lah " papi tadi takut' cucu papi kenapa - napa.


"tapi badan kamu panas sekali sayang! "mana


suami kamu kok ' dia tidak samping gadis cantik mami sih..! " mami belum tahu ya tentang mang Danu, kasihan sekali mang Danu mi ,omongan Aini pun terputus 'disaat mereka ngobrol dokter pun tiba untuk memeriksa keadaan Aini


"dok kok badan mantu saya panas begini ya?


itu tidak apa apa bu sebentar ya saya kasih obat dulu..


" kamu disini juga ya nak? tanya bu Hani ke Lipi


"iiiya tante..! Lipi disini bersama teman teman juga tan'.


" setelah 30 menit Aini dikasih obat oleh Dokter


panas badan Aini pun turun.


Bu Hani ' mertua Aini pun segera pamitan karena ingin kerumah duka bersama pak Dafit suaminya


" Sayang mami dan papi sekarang kerumah mang Danu dulu ya nak!


" loh mami kan baru sampai Aini masih kangen mi!


"Sayang! kasihan Yoga disana' dia pasti bingung mang Danu juga kasihan , nanti selesai dari rumah mang Danu mami kesini lagi ya nak !


mertua dan menantu akrab sekali layaknya ibu kandung dan anak kandung.


"umm mah 'Bu Hani sekali lagi mengecup kening menantunya dan sambil melangkah pergi bersama pak Dafit suaminya.


Lipi dan Dandi sampai iri melihatnya,


" bro bisahkah kelak istri dan ibu kita seakrab mereka ! bisik Dandi kepada Lipi.


" Entahlah bro' jawap Lipi.


"aku heran sama kamu Lipi , sudah di tinggal nikah gak di perduliin, " tapi mengapa kamu tetap saja mau perduli, ada apa sih dengan mu,


"bro ini hanya bentuk toleransi terhadap teman


Lipi mencoba menegaskan ini sekali lagi kepada temannya agar tidak mengungkit ungkit hal yang sama, walau saat ini bibir dan hati Lipi tak seia sekata lagi. .


Aini mendengar sayup sayup obrolan Lipi dan Dandi saat itu namun masih ada keraguan ,


apa gak salah dengar aku pikirnya dalam hati


Aini mencoba menjahili Lipi dan sambil melihat reaksi wajah Lipi


kebetulan Lipi dan Dandi ingin mengecek keadaan Aini


" mas aku tak tahan jauh dari mu mas, Aini pun menarik tangan Lipi dan memeluknya seolah olah Lipi itu adalah Yoga,


benar saja Lipi jadi bergetar dan lemas saat itu. .


" ah aduuuuh maaf ya , ternyata kamu Lipi!


celoteh Aini.


namun Lipi tak berkata apa apa


yang hanya air mata yang jatuh tiba- tiba.


Aini pun jadi bingung sendiri niatnya mau mengerjai Lipi , namun Lipi baper benaran


" aku tahu Aini kamu pura-pura mengigau aku tahu, "tapi kau tak tau kan perasaan ini bertahun tahun aku pendam perasaan padamu,


kamu tak tahu sakit dada ku bila melihat mu bersama Yoga, " tapi aku tidak bisah berbuat banyak.


"kau sudah menjadi miliknya, mungkin saat ini


kamu anggap aku gila iya aku sudah gila


biar kamu melihat hati yang hancur ini.


Yoga pun tiba dirumah sakit dan mendengar perkataan Lipi,


Yoga diam dan menguping mendengarkan perkataan Lipi,


" Kamu sudah lupa Aini waktu kita masih duduk di bangku SMP aku sudah jatuh cinta kepada mu' aku berusaha terus menerus mendekati mu namun kau sama sekali tidak perduli


" aku tak putus arang Aini ' aku berjanji pada


diri ini sendiri


aku harus bisah jadi orang yang sukses , makanya aku tidak lagi mengejar mu seperti yang dulu, fokus giat belajar dan terus dapat juara agar tetap dapat biaya siswa sampai lulus kuliah ,baru setelah itu aku datang kerumah mu dan melamar mu tuk jadi istri ku.


sampai sampai orang tua ku ' aku tinggalkan demi untuk menggapai cinta ku


tapi apa yang ku dapat Aini


aku melihat mu bersanding dengan Yoga di pelaminan . Seandainya bunuh diri bukan dosa pasti aku sudah mati sekarang.


"aku memilih mu , karena aku memang sudah Yakin kamu tidak akan mudah jatuh cinta dengan sembarang laki laki.


tapi itu sekarang sudah percuma,

__ADS_1


Aini jadi ikut menangis' mendengar cerita Lipi.


"tapi yang aku lihat dulu kamu pacaran dengan adik kelas kita, ucap Aini


" itu tidak benar aku hanya pura pura agar kamu cemburu.


"Kamu lihat ini' apa yang ada di dada ku,


Lipi membuka sedikit kancing bajunya dan menunjukkan ada tato bertuliskan nama Aini.


ini aku gores dengan tangan ku sendiri


" huuuuk" huk " huk " tangis Aini semakin pecah


kenapa tidak berterus terang saja kepada ku dulu.


pedahal aku juga sayang kamu , tapi aku pendam karena kita juga sama sama masih kecil sekali dan aku juga takut kepada ayah.


"tapi mengapa Aini !?"sekarang kamu juga masih kecil, " kamu sudah menikah dan kamu juga tidak takut kepada ayah mu.


"maafkan aku Lipi, aku tidak bermaksud menyakiti mu.


Dan cinta ku sekarang utuh hanya untuk suami ku seorang saja.


"Allah ' tahu kalau aku bukanlah wanita yang tepat untuk mu


carilah wanita yang lain saja.


berkata memang mudah, karena kamu bukanlah


aku.


Dandi jadi terharu melihat Lipi.


" assalamu'alaikum " " waalaikumsalam "


Yoga sudah mendengar semua cerita Lipi namun Yoga masuk keruangan itu seolah olah tak mendengar cerita Lipi terhadap istrinya.


ada rasa cemburu di hati Yoga namun harus disembunyikannya,


"Lipi dan Dandi masih berada di satu ruangan bersama Aini dan Yoga


Dan Yoga semangkin menjadi jadi menunjukkan


kemesraannya di depan Lipi


" sayang mas sudah rindu sekali baru beberapa jam kita berpisah, Yoga pun mencium


bibir Aini didepan Lipi dan Dandi dan ciuman Yoga berlangsung terus dan tak perduli kalau mereka berada di rumah sakit dan dihadapan teman temannya juga


Aini mencoba melepaskan pelukan dan ciuman suaminya itu namun tak bisah, ciuman itu semakin menggila pak dokter , dan bahkan perawat yang lain jadi melihat kejadian itu.


tiba tiba sebuah tamparan mendarat di pipi Yoga.


Aini terpaksa menampar suaminya yang sudah


kelewatan.


Yoga pun terdiam sejenak, " maaf Pak saya ingin memeriksa istri bapak sekali lagi ! kata pak Dokter.


Dandi curiga kalau Yoga mendengar percakapan antara Lipi dan Aini tadi." Mas kamu kenapa begini? tanya Aini kepada Yoga


"wajah Yoga pucat seketika tangan dan kakinya


bergetar, " Mas' kamu jangan membuat aku takut


mas, ya Alloh ada apa lagi ini...! Yoga pingsan saat itu juga dan dari hidung dan mulut keluar darah ,


Dokter...! tolong suami ku Dok...! "maaaas....! jangan tinggalkan aku mas...!"mas bangun mas!


Lipi menangkap Aini yang masih lemah, Aini sabar Dokter tak akan membiarkan Suami mu kenapa napa.


Lipi minta maaf kepada Aini, " maafkan aku Aini


aku tahu ini semua salahku . mungkin Yoga mendengar pembicaraan kita tadi. itu makanya dia buat yang aneh tadi!


setelah dua jam dirawat ' Yoga pun siuman


perawat segera membawa Aini ke dekat suaminya


karena memang sudah jadi permintaan Aini ingin dirawat dekat suaminya.


" Sayang ,ada apa kamu kok begini ? tanya Aini sambil mendekati suaminya dan mencium kening suaminya. .


"sudahlah tidak apa-apa, " Mas cuma lelah dan juga rindu sama kamu..!


"Mas aku paling tahu kamu Mas! Aini mencoba mengorek kenapa Yoga menggila dan membabi buta tadi.


" Sayang kamu sudah tak ingin lagi berterus terang pada istri mu ini "! .


" Mas minta maaf ya, Mas sudah keterlaluan tadi. Aini mencium tangan suaminya.


Lipi dan Dandi melihat adegan mesra itu sekali lagi.


" Revan dan kedua orang tua Yoga pun sudah kembali dari rumah duka


" betah juga kalian dirumah sakit lama- lama ya ! kata Revan pelan kepada Lipi dan juga Dandi.


" truss kamu sendiri juga betah ditempat almarhum mang Danu, " apa kamu ingin menikahi janda mang Danu! balas Dandi


" aku kasian kepada mbok Poniem bro dia sudah gak punya siapa- siapa lagi di Dunia ini.


" kalau gitu rawat saja, tambah Dandi lagi


" aku bukan gak mau, itu masalahnya ibuku setuju tidak ya, kalau aku bawa mbok Poniem pulang kerumah kami


aku tidak pernah merasakan punya nenek,


Bu Hani sudah sepakat dengan pak Dafit agar


si mbok tinggal bersama mereka di bogor.


Setelah meraka melihat Yoga dan terbaring bersamaan di rumah sakit.


Lipi dan teman temannya pun pamit pulang ke villa mereka.

__ADS_1


" gilak bro..! ada tamu yang ada cewek tadi cuaantik banget loh. hidungnya runcing kakinya panjang


__ADS_2