Legenda Pedang Iblis Biru

Legenda Pedang Iblis Biru
Chapter 27:Kematian


__ADS_3

Aku tidak bisa berdiri lagi karena aku sudah kehabisan tenaga cukup banyak sehingga yang bisa kulakukan saat ini hanya berbaring menunggu pertolongan datang.


Tiba-tiba aku mendengar ada suara seperti seseorang sedang berjalan mendekat ke arahku,aku mencoba membuka mataku dan seseorang dengan rambut panjang terurai nampak berjalan ke arahku.


"Siapa kau."ucap ku dengan nada serak.


orang itu berjalan dan berjalan terus sampai dia tiba di depanku.


Aku mencoba menanyakan lagi padanya.


"Siapa kau."


"Tidak peduli siapapun aku yang penting disini kau telah gagal melindungi seseorang yang sangat berharga,baik bagiku atau bagimu."ucap orang misterius tersebut dengan nada tegas.


Dia mengeluarkan pisau yang dia simpan di dalam sebuah wadah,aku sadar bahwa dia berniat membunuhku tetapi sebelum itu aku harus terus mencoba bertahan.


Aku mencoba menarik pedangku dan disaat dia ingin menusuku ternyata energiku tidak cukup untuk menarik pedang alhasil pisau tertancap tajam di tubuhku yang sedang lemah ini.


Clebbbb


Nafasku seketika sulit dan aku sudah punya firasat bahwa aku akan mati padahal aku masih belum mencapi tujuanku.


"Kau...sial...kesadaran...ohok...kau pasti akan kubalas...jika...ada kehidupan selanjutnya."ucap ku sambil menahan rasa sakit yang masih menancap.


Dia melirik ke arahku lalu menginjak wajahku tetapi seseorang datang lalu dia mencoba melindungiku,kesadaranku hilang dan nampaknya aku akan benar benar mati kali ini.


(Di sisi lain)


"Baiklah apa yang bagus dari orang yang membunuh Hylos itu,berita ini menyebar dengan cepat lo meskipun baru terjadi tadi,bersyukurlah kau memiliki teleport kesini dengan cepat dan meninggalkan jurus penerawang disana."


"Ya saya tahu tetapi orang itu tidak bersalah dalam hal ini ketua,Hylos lah yang memulai serangan jadi seharusnya dia tahu apa akibat dan konsekuensi yang harus diterimanya."ucap Violet.


""Hmm...benar juga kalau begitu begini saja...ehemm...semuanya ke berkumpul di hadapanku sekarang."ucap Seorang ketua pendekar itu.


Seketika mereka bergerak cepat menunduk di hadapan ketua mereka.


"Baiklah sudah kuputuskan kita akan mengetes anak itu apakah dia cocok menjadi salah satu dari kita atau tidak."ucap ketua.


"Tapi ketua seperti yang kau lihat disana dia sudah terkapar lemas dan mungkin dia sudah mati karena tertusuk."ucap Pendekar peringkat 5.

__ADS_1


Sang ketua melirik ke arah dimana itu seperti menampilkan sebuah rekaman video yang memperlihatkan pertarungan kematian tersebut.


dia lalu mencoba bertanya pada Violet.


"Violet menurutmu apakah keturunan dari seorang raja akan mati begitu saja?."


"Maaf tapi seperti yang kita ketahui orang yang memegang pedang iblis biru itu seperti memiliki banyak nyawa,pedang biru itu ibarat pedang hidup yang selalu melindungi tuannya."ucap Violet.


"Kalian dengar itu oleh karena itu aku akan langsung mengetesnya dengan cara bertarung melawan anakku yang paling besar yaitu Miya,dialah yang akan mengetes kemampuannya."ucap ketua.


(Kilas balik)


Tembok,atap,kayu,penggorengan kecil dan kamar yang sudah tidak asing lagi bagiku,ya ini adalah rumahku kenapa aku bisa berada disini bukankah seharusnya aku sudah mati tadi.


"Jangan-jangan ini kilas balik kehidupan sebelum ajal...ternyata begini ya."


Tiba-tiba ruang dan waktu berubah pada saat aku masih kecil dan orang-orang yang kulihat di luar hanyalah seperti sampah,aku menyadari betapa buruknya aku ini.


Lalu ruang dan waktu sepertu berpindah dengan cepat saat aku bertemu dengan guru Fang yang saat ini entah kemana.


Oh iya aku belum bisa menyelamatkannya ya,sekarang itu hanyalah mimpi dan bualan belaka.


"Maafkan aku ibu,maafkan aku ayah,maafkan aku kakek,maafkan aku sungguh maafkan aku."


"Apakah kau sedang bermimpi sekarang Shark."


Aku tersadar dan melihat bagaimana aku ditusuk oleh irang yang tiba-tiba datang dan bagaimana orang itu ditusuk juga oleh Kaguya dan dia mengatakan bahwa ia menyesal telah membunuhku.


Aku berpikir bahwa ini hanyalah kesalahpahaman jika saja aku di beri kesempatan kedua.


Ting


Suara bel terdengar oleh telingaku dan aku melirik kedepan dan ada seorang anak laki-laki yang mirip sepertiku dia mengatakan sesuatu yang sulit ku mengerti.


"Ingat setelah ini jangan nekat atau kau akan mati sepenuhnya."


Aku sadarkan diri setelah mendengar itu dan aku keheranan sekaligus bingung karena kaki dan tanganku dirantai kuat.


Aku berpikir apakah aku ada di neraka dan tiba -tiba seseorang mendekatiku dan bertanya.

__ADS_1


"Berapa umurmu"


"sekitar 15 tahun kalau tidak salah beberapa hari lagi 16"


"begitu ya kau lebih muda"


Aku melirik ke arah irang yang berbicara denganku sekarang dan bertanya.


"Siapa kau?."


"Tidak penting aku siapa tetapi kami akan menyiapkanmu untuk sebuah pertempuran."ucapnya.


Aku dibawa dan diberi makan serta di siapkan untul bertarung,berjalan menuju arena dan ternyata ada banyak sekali orang yang berkumpul disana.


Ternyata lawanku hanya sekelompok orang tidak berguna yang bisa ku kalahkan dengan sekali tebas.


"Baiklah semua ini mungkin akan menjadi pertandingan terseru sepanjang sejarah arena ini, dimana kita akan menyaksikan dua pertandingan sekaligus dan siapa yang akan menang."


Orang-orang yang ada disana tentu langsung berteriak bahwa akulah yang akan menang dan seseorang datang dengan baju seperti seorang raja,di sekujur tubuhnya ada emas.


"Apa-apaan ini,bukannya ini terlalu mendadak,kau seharusnya konfirmasi dulu sebelum melakukan pertandingan payah ini."


Dia tidak menjawab dan hanya diam saja dan saat aku ingin melontarkan pertanyaan disaat itulah dia menjawab.


"Aku ingin agar kau memanggil pedang legenda itu dan melawanku orang-orang ku disini maukah kau melakukannya,jika kau mau aku akan memberimu sesuatu."


"Sesuatu seperti apa?."tanyaku.


"Disini aku mengadakan saembara bahwa siapapun yang bisa mengalahlanmu akan menikahi putriku tetapi jika kau kalah maka orang yang mengalahkanmu akan menikahi putriku."


"Kenapa kau tidak menampilkan orang-orang kuat?."


"Itu karena aku percaya kau yang akan menang dengar ini,jika kau bisa mengalahkan mereka kau akan langsung berhadapan dengan putriku oke."


Dia melompat ke atas singgasana miliknya dan aku memanggil pedangku.


Aku mengacungkan tangan ke langit dan petir menyambar tanganku tetapi bukan seperti itu,aku memperkuat pedangku sebelum petarungan karena aku merasa bahwa lawanku akan merepotakan.


Seseorang seperti ajudan raja pun menyatakan bahwa saembara akan dimulai tetapi bodohnya dia bahwa dia tidak tahu bahwa aku akan merusuh disini.

__ADS_1


"Aku akan merusuh disini lagipula siapa yang sudi menikah dengan orang yang tidak dicintai,tetapi tenang saja wahai para penduduk aku tidak akan membunuh satupun dari kalian,aku hanya akan membuat seorang raja turun dari singgasananya dengan begitu aku akan mempunyai pasukan disini dan akan ku kerahkan untuk mengalahkan raja iblis."


Pertarungan seru pun dimulai diiringi suara alat musik yang mereka pukul semakin membuat suasana pertandingan pastinya akan semakin seru.


__ADS_2