Legenda Pedang Iblis Biru

Legenda Pedang Iblis Biru
Chapter 30:Cahaya bersinar dalam gelap


__ADS_3

Saat aku mendengar keputusan hukuman mati tersebut aku hanya bisa pasrah lalu menunduk.aku pun tertawa karena diriku tidak bisa melakukan apa-apa.Guru,teman dan kekasihku juga tidak bisa kulindungi,suasana menjadi gelap dan aku berada di dalam suasana itu.


"Hahahahahaha aku tidak bisa melakukan apa-apa.Kenapa,kenapa mereka harus dihukum seperti itu,Seharusnya yang mati iru adalah aku bukannya mereka sialan Hahaha."


King menatapku dengan penuh rasa penyesalan bahwa dialah yang memutuskan hukuman mati tersebut.Karena sudah peraturan disana sejak dulu bahwa jika ada orang yang mengancam dia akan dihukum mati.


"Tenanglah dan berdiri!kau adalah pendekar bukan,kau seharusnya malu karena menangis sambil menunduk seperti itu."ucap King.


"Apa kau bilang?aku menangis hahahahahaha.Ya aku menangis...kau sekarang sudah di perbudak oleh peraturan tidak berguna ini ya haha."


"Hei jangan lancang seperti itu kau...."


"Apa,aku apa?"


Aku langsung memotong ucapan Miya lalu berdiri dan menghampiri ketua King.Aku melotot padanya dengan mata yang diselimuti air mata.


"Raja yang seolah-olah ingin bertindak seperti layaknya raja akhirnya harus tunduk di bawah peraturan itu sendiri,dengan kata lain budak,kau bukanlah seorang raja bukan ingat itu."ucap Shark.


"Ini semua salahmu juga kan,kau menyerang kesini dan menghancurkan tempat pelatihan.Justru kau lah yang sampah disini,aku sudah memberimu air susu dengan memberikan pekerjaan pendekar tapi kau apa...kau membalas dengan air tuba kau tahu."ucap King sambil berteriak marah.


Aku berjalan pergi dan meninggalkan tempat itu karena tidak ada alasan lagi bagiku untuk tetap disini.Aku yang sekarang sudah tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berdoa semoga mereka diselamatkan dari hukuman itu.


Miya memperhatikan Shark dan dia merasa kasihan padanya,karena dia tidak mau juga ada orang lain yang harus kehilangan keluarga atau teman-teman nya hanya karena peraturan.


Shark menghampiri Kentung dan memberikan sekantung emas padanya sebagai ganti rugi atas kerusakan yang sebenarnya bukan ia penyebabnya.Shark menuju kegelapan malam,meninggalkan desa sambil mengeluarkan air mata kesedihan.


Aku bersandar di bawah pohon yang dengan gelapnya malam dan hanya bisa menangis,menangis dan menangis.tetapi seseorang datang padaku dan dia mungkin akan mencoba menghabisiku disini atau menenangkanku.


Di sisi lain penjara bawah tanah Kaguya,Kai dan Zero ada disana mereka tampak cemas sekaligus bersyukur karena Shark akan baik-baik saja.Mereka juga bersyukur bahwa Violet telat sadar bahwa mereka sedang dipenjara dan tetap takut pada ancaman yang mereka buat semata-mata hanya demi melindungi Shark.


"Hei paman,apakah hidup kita akan benar-benar berakhir mengenaskan seperti ini?"tanya Kaguya.

__ADS_1


"Mungkin kita memang akan berakhir disini,kita akan dipermalukan terlebih dahulu nanti lalu dilenyapkan dari dunia ini selama-lamanya."jawab Kai.


"Yah kau benar pasti mereka mengubah keputusan dan justru memburu Shark akan tetapi setidaknya dia hidup lebih lama dari pada kita saat ini."ucap Zero.


"Ini aneh bagaimana mereka tahu bahwa kita juga terlibat bukannya harusnya paman Thor juga kena."ucap Kaguya dengan heran.


Kaguya sudah menyadari betapa tidak adilnya peraturan kerajaan yang memutuskan untuk menghukum orang lain hanya demi kepentingan mereka sendiri.Tampaknya mereka sadar bahwa dengan membunuh Shark maka kesempatan merebut kembali pedang iblis itu sangat sulit karena hanya Shark yang bisa menggunakannnya.Mereka mungkin berencana mencuci otak Shark sampai dia percaya pada mereka dan melupakan kami semua.


"Shark tidak dieksekusi karena mungkin dia adalah kunci mereka mendekati tempat rahasia itu."ucap Kai.


Kaguya dan Zero terkejut mendengar perkataan Kai karena dia tiba-tiba mengatakan sesuatu yang bahkan mereka tidak pernah tahu.


"Apa yang kau maksud Kai?"tanya Zero.


"Kau tahu,jauh di dalam tanah kerajaan ini terdapat harta karun...dimana harta itu hanya bisa dibuka oleh sang pengguna pertama pedang iblis dan itu adalah pengguna pertama sendiri dan juga Shark."ucap Kai.


"Kenapa kau merahasiakan ini."tanya Kaguya.


"Karena aku khawatir kalian tidak akan fokus nantinya dan hanya memikirkan soal itu.harus kalian tahu pemerintah disini hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri."


Mereka kaget karena tiba-tiba ada orang yang berkata seperti itu.Mereka melirik ke arah suara itu dan melihat seseorang dengan topeng menuju ke arah mereka.


"Siapa kau kenapa kau bisa ada disini?"tanya Kai.


"Aku adalah penghancur sekaligus penyelamat."


"penjaganya?"


Orang bertopeng itu membuka topengnya dan ternyata dia adalah Shark yang memakai topeng dan berniat mengeluarkan mereka.


"Mereka aku buat tidak sadarkan diri dan ku ikat di gudang penjara."

__ADS_1


"Shark bagaimana kau bisa disini."


(Beberapa waktu yang lalu dan disaat yang sama)


Orang itu ternyata adalah Miya yang sedang dikawal oleh Puck yaitu asisten ketua King.Aku yakin bahwa mereka disini adalah untuk menangkapku dan mereka pasti sudah menyiapkan rencana sebelumnya untuk menangkapku.


"Apa yang kalian inginkan?"


Aku melompat ke samping dan bertatap muka dengan mereka sambil bersiap jikalau mereka tiba-tiba menyerangku baik dari segala arah.Mereka menatapku dengan tatapan kasihan dan aku pun sadar akan hal itu tetapi aku tetap waspada karena bisa jadi mereka hanya berpura-pura dan mencoba menjebaku disini.


"Kami disini untuk membantumu meringankan bebanmu walau hanya sedikit."ucap Miya.


"Apa"ucapku dengan nada yang sedikit kasar.


Mereka mengeluarkan sesuatu yang mirip seperti topeng dan benar saja itu adalah topeng.Mereka seperti mencoba memberikannya padaku tetapi aku tetap waspada dan mengambilnya perlahan.


"Topeng apa ini."tanyaku.


"Anggap saja itu adalah topeng penangkal dan itu bisa melindungimu...kami juga sudah menyiapkan jalan bagimu untuk menuju ke penjara yaitu dengan melewati jalan rahasia."ucap Puck.


"Kenapa kalian melakukan ini??kalian kan adalah..."


"Kami juga punya perasaan dan kami juga punya rasa kasihan dan beginilah pembuktian kami padamu.Sekarang kau pergilah tidak ada lagj yang bisa kau lakukan sekarang selain maju terus kedepan."ucap Miya.


Aku berpikir bahwa mereka sedang mempermaikanku waktu tadi memberi topeng tetapi dengan mereka mengatakan itu aku mulai percaya bahwa mereka ini tulus menolongku.


"Apa aku benar-benar bisa mempercayai kalian,apa harga yang bisa kalian berikan padaku?."


Mereka saling menatap dan saling meyakinkan lalu berkata sesuatu yang membuatku seolah-olah harus percaya pada mereka.


"Nyawa kami"ucap Miya dan Puck secara bersamaan.

__ADS_1


"Hmmm bagaimana ya sebenarnya aku ragu-ragu sekarang dan aku tidak tahu harus bagaimana."


Dengan begitu aku kebingungan harus berkata seperti apa karena ini sangat membingungkan.


__ADS_2