
Pilihan yang harus dibuat oleh seseorang untuk menentukan apa yang akan terjadi kedepannya lalu apa yang akan dilakukan, meskipun pilihan tersebut akan membuat kita harus berusaha lebih keras lagi untuk memperbaiki dan mendapat apa yang kita inginkan.
Semua penjaga sekarang sedang berjaga dan selalu mengawasi setiap tahanan yang ada di penjara, tetapi berbeda dengan penjara yang ditempati Shark dimana penjaga sangat jarang memeriksa karena sangat kecil kemungkinan untuk kabur dari penjara bawah tanah itu.
"Baiklah aku akan percaya pada kalian, meskipun mungkin pilihan yang kupilih sekarang ini akan berakibat buruk kedepannya."
Miya dan Puck melihat mata yang memperlihatkan tekad dan keyakinan yang kuat dan mereka percaya bahwa itu adalah modal yang cukup untuk menghadapi cobaan yang akan datang.
"Baiklah sekarang cepat bebaskan aku dari sini dan kita kabur." ucap Shark.
"Agar membuat dirimu tidak terlihat juga kau harus terus berpegangan dengan kami karena kalau kau melepasnya maka kau akan ketahuan." ucap Miya.
Syarat jika ingin menggunakan jurus tidak terlihat itu ternyata harus ada dua orang yang menggunakannya secara bersamaan, meskipun begitu sepertinya tidak terlalu sulit untuk dilakukan.
"Aku berpegangan...kalian."
"Jangan salah paham yang kumaksud adalah kau hanya memegang pundak kami saja tidak lebih dari itu bodoh." ucap Miya dengan ekspresi malu dan pipi memerah.
__ADS_1
Kunci pun diputar dan aku bebas dari tahanan ini, saat-saat melarikan diri pun dimulai.Saat musuh sudah di depan mata maka kita harus bersiap untuk melawan tidak peduli apapun resikonya dan itulah yang diajarkan guru kepadaku.
Kami hilang dari pandangan menjadi tidak terlihat oleh siapapun, satu persatu penjaga dilewati dengan mudah tanpa ketahuan.
Saat mencapai pertengahan jalan Miya tidak sengaja menyenggol vas bunga yang ada di atas meja yang membuat para penjaga kaget sekaligus mereka mungkin menyadari keberadaan kami.
"Aduhh, aku tidak sengaja menjatuhkannya."
Penjaga memeriksa apa yang terjadi dan bagaimana vas bunga itu terjatuh padahal tidak ada siapapun sana.Aku berpikir bahwa kami akan ketahuan tetapi takdir masih berpihak pada kami.
Setelah sekian lama akhirnya kami mencapai pintu keluar, meskipun harus melewati banyak penjaga yang sedang berjaga akan tetapi kami bisa melewati mereka dengan cukup mudah.
"..."
"..."
"..."
__ADS_1
Seseorang berdiri disana, ia menggunakan pakaian seperti seorang samurai dengan pedang yang ada di tangannya.
Shin seorang ksatria elite milik kerajaan, ia dikenal dengan kehebatannya dan ada rumor yang mengatakan kalau dia pernah menghadapi 1000 pasukan sendirian.
"Elemen es: Tinju es."
Aku menyerangnya dengan pukulan es dan dia dengan mudah menghindarinya sehingga tinju tadi menghancurkan pintu keluar dari penjara. Semua penjaga yang menyadarinya langsung berlarian menuju pintu keluar.
"Elemen api: Penghalang api."
Puck membuat penghalang yang membuat atap bangunan hancur lalu Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang.Shin tidak mau kalah dia juga melakukan serangan .
Adu pukul terjadi membuat tanah bergetar karena tinju yang bertumbukan lagi dan lagi.Aku mencoba menyerang dari semua sisi tapi Shin mampu untuk menahan semua seranganku.
"Jurus pemanggil: Pedang iblis biru."
Inilah yang kukhawatirkan, meski mencoba melarikan diri tetapi pasti ada saja orang kuat yang menyadarinya karena ksatria disini juga terkenal akan kehebatannya. Aku juga tidak menyangka kalau ada stu ksatria yang berjaga disini padahal saat aku akan dimasukan ke sel, aku tidak melihat satu pun ksatria utama kerajaan.
__ADS_1
Pedang kami saling beradu dan pertarungan yang mempertaruhkan nyawa kami pun dimulai.