LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI

LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI
Sungai Aneh Dan Bertemu Kakek Zhou


__ADS_3

...Pagi Hari pun tiba....


Pihak Kaisar Yang sedang sarapan dengan prajurit mereka yang sedang beristirahat menenangkan mental mereka.


Yang chen terlebih dahulu selesai sarapan meminta izin kepada kakeknya berjalan jalan di kota merpati dan kakeknya menganggukan kepala.


"Hmm aura ini beast tingkat kuno dari arah timur baiklah kita lihat beast seperti apa."kata Yang chen dalam hati dia merasa aneh karna cuman dapat merasakan sesaat tiba tiba aura ini hilang seperti ditelan bagai bumi.


Lalu Yang chen melesat ke arah timur memasuki hutan dan menemukan sebuah sungai yang lumayan luas jika dilihat sungai ini sangat damai tapi bagi Yang chen sungai ini menyeramkan karna dia merasakan aura beast tingkat kuno yang hampir menjadi tingkat Dewa.


"Ini sungguh aneh, Sungai ini memang terlihat damai tapi jika ada orang mencoba berenang mereka akan tertelan oleh air ini seperti lubang hitam."kata Yang chen dahi mengkerut.


"Apa aku coba saja.. Baiklah."Kata Yang chen bereksperimen lalu melayang berada di atas sungai.


"Pukulan Naga."


Boomm..


Byuurrr...


Sebuah Energi Emas menyerupai kepalan tangan melesat kearah sungai menyebabkan air sungai berhamburan tapi kembali ke semula tidak terjadi apapun bahkan Energi Emas Yang chen hilang seperti tertelan.


"Apa apaan sungai ini sungguh aneh."Kata Yang chen semakin berkerut dahinya.


"Sudahlah aku kembali saja jika masalah itu seleseai aku akan kembali mencari apa yang ada didalam."kata Yang chen lalu menghilang begitu saja


Sebenarnya dia bisa kedalam menggunakan Qi Kekosongan tapi dia tidak ingin membuang buang qi nya untuk yang tidak dia tahu apa yang akan dia dapat setelah sampai di tempat Penginapan.


Sungai yang tenang damai mulai bergerak seperti pusaran yang dapat menelan apapun, di bagian terdalam sungai terlihat sepasang mata menatap kearah langit dari dalam air yang gelap tapi dia dapat jelas melihat apa yang terjadi.


......................


"Sungguh kekuatan yang mengerikan tapi berani mengusik ku sama saja mencari kematian, untung saja aku menahan pukulan dia jika tidak aku akan terluka kembali."suara dari dalam air terdengar mengelegar dia seperti bangun dari tidur panjang nya.


......................


"Kakek kapan kita akan menemui Kakek Zhou?"kata Yang chen muncul disebelah kakeknya.


"Hmm mungkin satu jam lagi kita akan kesana menunggu para prajurit menenangkan terlebih dahulu, ohya bagaimana jalan jalan mu apa menyenangkan."kata Kakeknya


"Tidak."kata Yang chen cepat.

__ADS_1


"Kenapa"kata Kakeknya penasaran.


"Aku menemukan sungai yang aneh di bagian timur, ketika aku mengarahkan teknik ku ke dalam sungai seperti tertelan apa kakek tau sungai apa itu."kata Yang chen penasaran dengan nama Sungai itu.


"Hmmm kakek lupa tapi seperti nya Kakek zhou tau mengenai sungai aneh yang kau bicarakan."kata Kakeknya.


"Hah baiklah."kata yang chen menghela napas lalu memakan makanan ringan.


Sedang kan neneknya hanya mendengarkan dan tertawa melihat cucunya kecewa dengan apa yang dia dapat.


"Baiklah apa kalian sudah tenang."kata Kaisar Yang kepada prajurit dan jendral nya.


"Sudah Yang Mulia."kata mereka serempak memberi hormat.


"Baiklah kita berangkat menuju Istana Zhou."kata Kaisar Yang menaiki kereta kudanya dan lainnya.


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh dan membutuhkan waktu sekitar dua jam setengah untuk sampai akhirnya mereka tiba di depan gerbang Ibukota Zhou dan langsung di antarkan oleh para Jendral Kaisar Zhou menuju Istana Zhou.


"Kekaisaran Yang Telah Datang."kata prajurit berteriak.


"Selamat Datang Saudaraku dan Cucuku."Kata seoranf pria tua seperti kakak Yang menyapa mereka lalu melihat Yang chen.


"Hahahah kau sopan seperti ibumu pasti kau belajar darinya."kata Kakek Zhou tertawa bahagia dia juga tau bahwa Yang chen bukan cucu kandung melainkan cucu angkatnya.


"Hehehe."kata Yang chen hanya tertawa.


"Oh ya aku lupa memperkenalkan Istriku atau nenekmu Zhou Qin."kata Kakek Zhou memperkenalkan istrinya.


"Ah... Salam nenek."kata Yang chen memberi hormat.


"Haha nak kau memang dengan putriku."kata neneknya.


"Baiklah sudah Saudara Zhou aku kesini akan memberitahu mu informasi penting jadi."kata Kakek Yang memberi kode kepada Kaisad Zhou untuk menyuruh para pelayan dan prajurit meninggalkan ruangan terlebih dahulu.


"Baiklah."kata Kakek Zhou mengangkat tangan lalu mereka langsung pergi begitu saja.


"Jadi informasi apa Saudaraku."kata Kakek Zhou penasaran.


"Ini tentang masalah Organisasi Malam tapi ini lebih dalam."kata Kakek Yang.


"Lebih dalam maksudmu apa saudara Yang?."kata kakek Zhou kebingungan karna masalah Organisasi Malam di Benua Barat sudah selesai.

__ADS_1


Lalu Kakek Yang menjelaskan semua masalah yang membuat Kakek Zhou terkejut mendengarnya karna yang menghancurkan Organisasi Malam adalah cucu angkatnya, awalnya dia tidak percaya tapi ketika Yang chen menjelaskan bahwa memang dia yang menghancurkan nya dan Yang chen mengatakan ketika membunuh Ketua Organisasi Malam, dia mengatakan jika Yang chen akan diburu oleh Klan Darah.


"Klan Darah aku tidak ingat ada klan itu di Alam Rendah, Apa kita tanya Saudara Tang saja bagaimana Saudara Yang?."kata Kakek Zhou.


"Yaa... Aku setuju saja, karna Benua Tengah lah yang sudah ada sejak jutaan tahun lamanya jadi sepertinya mereka mengetahui asal usul Klan Darah.


"Baiklah kita akan bahas masalah Klan Darah ini di Kekaisaran Tang."kata Kakek Zhou.


Setelah berbincang mereka akhirnya beristirahat sedangkan Yang chen sedang berkeliling Ibukota Yang siapa tau dia dapat keberuntungan seperti mendapatkan Batu Kekosongan.


"Kota yang cukup bagus dan indah di waktu malam, Apa aku kepasar saja mencari cari siapa tau ada barang yang menarik disana."kata Yang chen yang sedang di atas Istana Zhou melihat pemandangan indah.


"Baiklah kita lihat saja."kata Yang chen lalu menghilang begitu saja dan muncul si keramaian pasar, disana terlihat cukup ramai banyak pedagang yang berjualan barang antik.


"Ada yang melihat ku dengan aura membunuh tapi siapa?."kata Yang chen dalam hati, dia waspada karna ketika dia muncul dia langsung merasakan aura membunuh untuknya yang lumayan pekat.


Yang chen mulai mencari cari siapa yang mengarah kan aura membunuh kepada nya, ketika sedang sibuk mencari di tidak sengaja melihat toko kecil yang berada di pojok pasar, terlihat kalau toko itu sangat sepi tidak pengunjung sama sekali tapi itu yang membuat Yang chen tertarik memasukinya.


Cling.. Cling..


"Halo apa ada orang."kata Yang chen baru masuk melihat isi toko sepi tidak ada pemiliknya tapi tiba tiba.


Boom..


Sebuah pukulan setara dengan tingkat Agung Tinggi memukul Yang chen, untung saja dia dengan cepat menghindar lalu menodongkan senjata ke leher si pemukul.


"Siapa kau?!!.. aku merasakan aura membunuh yang lumayan pekat dari mu."kata Yang chen dingin dia sedikit mengeluarkan aura nya untuk menekan si pemukul.


"Xixixi... ternyata ada manusia yang selamat dari pukulan ku dan aura mu mirip seperti dia hahahah."kata sosok tersebut lalu menghilang entah kemana, Yang chen menyebarkan aura nya untuk mencari sosok tersebut tapi percuma.


"Kau tidak bisa mencari ku jika kau ingin mencari ku, aku tunggu di Alam Immortal xixixi."suara sosok tersebut terdengar kembali.


"Sialan sepertinya dia lebih kuat dari ku, aku merasakan aura qi yang sama dengan si Pak tua darah itu apa jangan jangan Klan Darah memang dari Alam Immortal, aku harus memberi tahu Kakek."kata Yang chen menghilang dari toko tersebut.


"Ternyata dia kembali tidak ku sangka dia akan kembali secepat ini, akan kutunggu kau sampai ke Alam Immortal agar kita dapat bertarung kembali xixixi."kata sosok yang menyerang Yang chen.


sebenarnya dia bisa saja membunuh Yang chen dengan pukulan tadi tapi ketika dia ingin memukul dia merasakan kematian jika dia memukul Yang chen dengan kekuatan penuh akhirnya dia menurun kan kekuatan pukulanya berada di Tingkat Agung Tinggi tapi dia masih belum bisa membunuh Yang chen.


...****************...


Jangan Lupa Like Biar Author Semangat Up nya.

__ADS_1


__ADS_2