
Tujuh jam berlalu, sisa satu jam Yang chen akan menerima Kesengsaraan Petir, Kesengsaraan Petir bisa bermanfaat bagi orang yang dapat menahan Kesengsara Petir dan mengolah nya, Yang chen sudah dapat mengolah, jika dia menarik Petir terkuat dia bisa mengolah petir tersebut menjadi Elemen Petir nya.
"Satu jam lagi aku akan menerima Kesengsaraan Petir.. akhh lama sekali sial."kata Yang chen kesal menunggu, dia sudah sangat siap.
"Hehehehe"
"Petir Sialan Keluarlah!!, Apa Kalian Takut, Cepatlah Sialan Aku Sangat Bosan!!."Teriak Yang chen kepada Langit.
Tiba tiba langit bergumuruh, petir petir kecil terlihat diberbagai langit menyambar kemana kemarin seperti sedang marah karna di tantang oleh seseorang.
Boom..
Boom..
"Eh.. Ah.. Apa sudah selesai Hah?.."kata Yang chen telah disambar oleh petir biasa dan tidak terjadi apapun pada Yang chen.
"Dasar Langit Sialan!!.. kau meremehkan ku mengirim petir semut ini, APA KAU BERCANDA SIALAN."Teriak Yang chen kesal diremehkan oleh Langit.
Mendengar teriakan Yang chen seperti menantang membuat gemuruh lebih cepat dan kuat di berbagai Benua dapat melihat fenomena ini, mereka menganggap jika fenomena ini adalah pertanda marah nya seorang Dewa, mereka mulai memohon dan bersujud kepada langit.
Setelah beberapa menit, Tiba tiba Langit yang berada di atas Yang chen terbelah memunculkan sebuah petir berwarna merah pekat seperti darah, ketika petir ini muncul para Leluhur Benua berkeringat dingin dan merinding melihat petir merah tersebut adalah Petir Ashura yang sudah hilang sejak Jutaan tahun lamanya akhirnya muncul, mereka tau Petir Ashura dari cerita para leluhur mereka terutama Leluhur Tang dia pernah menerima Petir Ashura ratusan tahun lalu dan menyebabkan dia hampir mati dia selamat kan oleh pil yang dibuat oleh Leluhur nya.
"Cih... Bukan petir itu yang ku inginkan, Keluarkan Petir yang lebih kuat lah hey.."kata Yang chen bernada sombong sambil memohon.
Boom...
Petir Ashura melesat kearah Yang chen seperti biasa Yang chen tidak merasakan apapun, setelah beberapa menit kemudian, Langit kembali terbuka kini diatas Yang chen, muncul sebuah Petir Emas dengan aura menekan keseluruhan Benua, aura itu terlihat agung dan menakutkan, untuk para penghuni Alam Rendah sangat ketakutan Bahkan para Leluhur Benua pun ketakutan merasakan aura Petir Emas tersebut.
"Woahhh.. Petir yang lumayan.. Tapi tetap saja Lemah!!."kata Yang chen awalnya terkagum tapi tidak beberapa detik sambil menledek Langit.
Langit yang mendapatkan Ledekan dari Yang chen, Memunculkan 10 Petir Emas menekan seluruh Alam Rendah, banyak orang tak berdosa tewas karna tidak kuat menahan tekanan 10 Petir Emas.
"Siall.. aku lupa jika tekanan nya aku tidak merasakan nya."kata Yang chen tersadar setelah mendengar teriakan 3 Leluhur.
"Array Dunia - Pelindung Benua."
Wushh...
__ADS_1
Wungg..
Sebuah Array berwarna biru menutup semua benua kecuali area sekitar Yang chen, Karna Array yang dibuat Yang chen, akhirnya para manusia seluruh benua bisa bernafas kembali.
"Baiklah.. Kemarilah Petir L-E-M-A-H."kata Yang chen meledek.
Boom.. Bomm..
Boom.. Bomm...
Boom.. Boom...
Boom.. Boom...
10 Petir Emas melesat dengan kecepatan sangat cepat semua orang tidak akan bisa melihat pergerakan Petir tersebut.
"Aduhh... sungguh geli, Hey Langit Keluarkan Petir Semesta, Dasar L-E-M-A-H."Teriak Yang chen menantang kembali Langit untuk mengeluarkan Petir Semesta.
Mendengar tantangan Yang chen, Tiba tiba langit mulai bergemuruh lagi, Langit yang sebelum berwarna emas sekarang berwarna Hitam Ungu Biru tercampur seperti luar Semesta. Langit terbelah menampakan Petir Semesta dengan tekanan 100 kali lebih kuat dari petir emas berjumlah 10 seperti sedang menatap tajam arah Yang chen.
Boom.. Bomm..
Boom.. Bomm...
Boom.. Boom...
Boom.. Boom...
Ledakan tersebut terdengar keseluruhan Benua, membuat seluruh telinga orang kesakitan bahkan ada yang mengeluar kan darah dari dalam telinga mereka karna mendengar suara ledakan tersebut.
Sedangkan Yang chen hanya terdiam bukan karna merasakan kesakitan melainkan melihat dirinya tanpa busana, rambut compang camping, kulit menjadi kosong sementara karna tubuh Yang chen langsung meregenerasi sendiri dengan cepat.
"SIALAN KAU LANGIT."teriak Yang chen melihat pakaian dari buatan ibunya terbakar hangus.
"Pukulan Naga"
Yang chen menyerang Langit berharap Langit marah dan mengeluarkan Petir Semesta kembali tapi..
__ADS_1
Langit terbelah menampakan sebuah Petir berwarna Hijau Biru dengan tekanan 1000 kali lebih kuat dari Petir Semesta membuat sedikit retakan dari formasi Array Yang chen.
Awal Yang chen merasa merinding melihat aura itu tapi dia langsung sadar bahwa Array milik nya sedikit retak dan hampir hancur, lalu dia membuat melapisi Array dengan 100 lapisan agar ketika petir ituh jatuh dapat menahan ledakannya.
"Sialan.. aku berlebihan seharusnya muncul satu Petir Surgawi kenapa ini ada lima jika tidak aku melapisi array miliki sudah dipastikan Alam Rendah akan hancur."kata Yang chen menatap tajam Petir Surgawi.
Sebenarnya Kesengsaraan Petir hanya terjadi sekali dengan satu petir, Untuk Yang chen itu berbeda entah Yang chen membuat Langit marah atau lainnya, untuk orang yang berhasil menarik dan selamat dari Petir Emas dan Petir Semesta sudah dipastikan mereka adalah jenius dan mungkin mereka adalah para dewa saja yang dapat bertahan, untuk Yang chen berbeda mungkin Yang chen Istimewa karna memiliki Tubuh Khusus.
Boom.. Bomm..
Boom.. Bomm...
Boom.. Boom...
Boom.. Boom...
Ledakan terjadi menguncang daratan Alam Rendah beberapa menit.
Di Bagian Dalam Hutan Misterius
Tempat Yang chen menerima Kesengsaraan Petir Surgawi, Petir terkuat di alam semesta bahkan dapat menghancurkan alam semesta itu sendiri, tapi Petir Surgawi yang diterima Yang chen hanya satu persen saja karna jika seratus persen akan di pastikan seluruh Alam Semesta akan hangus dalam sekali ledakan.
Tempat Yang chen menerima Petir Surgawi sekarang menjadi seperti lubang yang sangat dalam tidak dapat dilihat dasarnya.
Semua orang orang Yang chen mulai bergegas mencari dirinya, ketika mereka sampai mereka terbelalak melihat tempatnya sudah menjadi lubang besar,
untuk keluarga Yang chen mereka berteriak terutama ibunya sambil menangis memanggil nama anaknya.
Mereka menunggu selama dua hari tapi tidak ada tanda tanda dari dalam lubang besar mereka mencoba turun untuk mencari tapi di larang oleh para Leluhur mereka karna mereka tau bahwa kedalam lubang besar ini sangat dalam, mereka juga tidak menemukan tanda tanda kehidupan di dalam nya, akhirnya mereka mulai pulang ke Kekaisaran Yang untuk menenangkan Ibunya Yang chen terlebih dahulu.
Sedangkan untuk Yang chen sendiri dia sudah tidak ada di sana sejak selesai menerima Kesengsaraan Petir Surgawi,
Entah dia selamat atau tewas tidak ada yang tauu...
****************
Jangan lupa like biar semangat author up nya.
__ADS_1