LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI

LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI
Turnamen Jenius Antar Benua II


__ADS_3

Di arena pertama, Jendral Lu sudah mendapatkan nomer yang akan maju untuk bertanding, langsung saja dia menuju ke tengah tengah arena.


"Untuk pertandingan selanjut nya di arena pertama adalah nomer urut 10 melawan nomer urut 14, silahkan memasuki arena." ucap Jendral Lu sedikit berteriak.


Wushh..


Wush..


Penonton yang melihat peserta sudah datang di arena langsung berteriak semangat mendukung mereka, karna yang akan bertanding saat ini Tuan Muda dari Sekte Awan Biru, sebuah sekte yang cukup kuay dari Kekaisaran Zhou.


"Yan Lan" Tuan Muda Sekte Awan biru menyapa lawannya yang dilihat seumuran dengannya.


"Song Ja" dia hanya membalas dengan datar seperti tidak peduli dengan Yan Lan.


"Baiklah.. apa kalian sudah siap?" Jendral Lu


"Siap"


"Heem"


"Baiklah... Mulai!!."


Ketika Jendral Lu keluar dari arena, Yan Lan langsung memegang pedang nya, lalu melesat maju, sebenarnya dia tidak yakin apa dia akan menang karna yang dia adalah Tuan Muda Sekte Lembah Racun dari Kekaisaran Wei.


Sebenarnya semua orang termasuk Kaisar bingung Sekte Lembah Racun ini dari aliran mana, karna Kekaisaran Wei membawa 2 sekte Aliran Hitam, Orang orang pun tahu kekuatan Sekte Lembah Racun yang terkenal akan kecepatan nya dan tentu saja Racun mereka yang bisa dibilang mematikan bagi orang orang biasa.


"Teknik Sekte - Menebas Awan"


Sebuah tebasan halus seperti menebas kapas maupun awan melesat ke arah Song ja.


"Teknik Sekte - Jarum Hitam"


Sebuah energi spiritual membentuk sebuah jarum berjumlah lima buah, tiga darinya menghadang tebasan awan, dan dua lagi melesat ke arah Yan Lan yang sudah mengetahui bahaya sedang menujunya.

__ADS_1


"Teknik Sekte - Benteng Awan"


Sebuah benteng berwarna putih kebiruan muncul menghadang Jarum kecil yang sedang melesat cepat ke arahnya.


Ting..


Ting..


Suara seperti besi jatuh dari ketinggian, Yan Lan terkejut mengetahui bahwa jarum itu sangat keras bahkan dapat mengeluarkan suara ketika terjatuh, dia membayangkan jika saja dia telat membuat pertahan maka dipastikan dia akan terkena oleh jarum tadi, karna kekuatan mereka sama pertarungan menjadi sengit, serangan dari serangan berhasil mereka gagalkan membuat diri mereka terkuras cukup banyak Qi.


"Teknik Sekte - Tebasan Awan Biru-


"Teknik Sekte - Pedang Racun Hijau"


Mereka terus menyerang selama beberapa menit mereka mundur menjauh satu sama lain karna mereka kelelahan ditambah Qi mereka mulai menipis.


"Hah.. hah.. Song Ja karna kita sama kelelahan bagaimana terakhir kita gunakan teknik terkuat kita masing masing, kita lihat teknik siapa yang terkuat dan berhasil bertahan maka dialah pemenang."ucapan Yan Lan membuay Song Ja tertarik.


"Baiklah, siapa takut mari kita keluarkan semua yang kita miliki disini, untuk menentukan siapa pemenang nya.


"Teknik Awan - Tebasan Awan Kematian"


"Teknik Racun - Tebasan Racun Merah"


Kedua teknik terkuat mereka langsung dikeluarkan, Sebuah tebasan dikelilingi oleh awan berwarna abu abu atau awan kematian melesat kearah tebasan racun merah, sebuah racun yang mematikan jika terkena sedikit pun dikulit maka kulit itu akan langsung membusuk mengeluarkan banyak darah.


Swossh...


Boom...


Ledakan lumayan besar terjadi membuat arena tertutup oleh awan awan berwarna abu dan sedikit merah terkena racun itu, kedua peserta Song ja dan Yan Lan langsung terjatuh sambil menahan satu kaki dan pedang nya, mereka sama sama mengeluarkan darah dari mulut mereka karna terkena ledakan teknik teknik mereka, semua orang berteriak terkejut karna kedua peserta masih bertahan, menandakan bahwa mereka tidak ingin kalah.


Tiba tiba Yan Lan yang memiliki sedikit Qi tersisa langsung menyerang kembali. begitu pun dengan Song Ja tapi dia telat dan langusng terkena tebasan dari Yan Lan membuat dirinya terjatuh tergelatak mengalami luka di bagian dada nya.

__ADS_1


Jendral Lu lalu masuk ke arena membawa para tabib untuk segera menyembuhkan peserta, Jendral Lu pun mengumumkan Yan Lan masuk ke babak selanjutnya.


Sedangkan di arena kedua pertarungan terjadi singkat dimenangkan oleh Pangeran Qin dengan mudah dia melawan Tuan Muda Klan Hong, Hong Feng yang dia berada di bawah satu tingkat Tuan Muda Qin, walaupun Hong Feng kalah dia tidak menyerah sampai sampai Tuan Muda Qin menggunakan Teknik yang bisa dibilang kuat, dab Hong Feng terkena teknik itu langsung menyerah dia pas tidak akan menang melawan Tuan Muda Qin.


Kembali ke Arena pertama, seksrang pertandingan dilaksanakan kembali setelah Jendral Lu mengambil token urut peserta yang akan maju dan bertanding.


"Baiklah.. pertandingan berikutnya, nomer urut 8 melawan nomer urut 13 silahkan maju kedepan." ucap Jendral Lu.


Wush...


Wush...


Muncul dua pemuda seumuran, dapat dilihat dari mereka sudah jelas sifat mereka berbeda yang satu tenang dan yang satj arogan dan dengan sombongnya dia.


"Heh.. Sekte Kuda Terbang apa sangat lah, membawa seorang Tuan Muda seorang sampah yang hanya berada di Tingkat Inti Suci Menengah.. Hahaha." tawa pemuda sombong itu terdengar keras membuay Yang Chen meliriknya.


"hmm bukannya dia si Wei Cun.. ternyata dia sudah sadar dan berita tentang hobinya mungkin sudah di tutup rapat oleh ayahnya."ucap Yang Chen membatin tapi tiba tiba dia tersenyum licik.


Dia langsung menghilang dari tempatnya dan muncul dikeramaian para penonton tanpa di ketahui.


"Bukan kah itu Tuan Muda Wei Cun yang memiliki hobi aneh, dia melakukan itu dengan sesama jenis katanya dia juga suka dengan sesama jenis" teriak Yang Chen keras membuat semua orang terdiam, dan Wei Cun terdiam membeku.


Sial.. siapa yang mengetahui tentang itu, apa berita tentsng itu sudah tersebar.. bukanya ayah sudah menutupnya agat tidak disebar, sialan dari mana orang itu tau, seperti itulah isi batin Wei Cun.


Lalu penonton sebalah Yang Chen berteriak "ya itu benar dia Wei Cun yang memiliki hobi aneh, aku melihatnya dan mendengar dari orang orang" teriaknya dia diberi emas oleh Yang Chen untuk mengatakan itu, dia menerima karna mereka tidak akan tahu siapa yang berteriak.


Lalu para penonton mulai tertawa ada yang menatap Wei cun jijik terutama para peserta lainnya, dia melihat Wei cun dengan tatapan menjijikan.


Sedangkan ayahnya Wei Cun, muka dia sudah tidak enak di pandang lalu dia menyuruh bawahannya untuk menyarj siapa yang berani berteriak dan membeberkan masalah anaknya.


"Sial.. beraninya mereka mempermalukan ku.. pasti para Kaisar menganggap ku Kaisar buruk karna menjaga anaknya saja tidak bisa terlebih lagi anaknya memiliki hobi aneh."kata nya membatin.


...* * * *...

__ADS_1


Maaf ga up karna saya sedang tidak mood/malas untuk mengetik novel ini wkwk.


Jangan lupa like biar semangat author up nya.


__ADS_2