LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI

LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI
Buku Kosong Dan Sosok Misterius Di Dalamnya


__ADS_3

Setelah sampai di rumahnya Yang chen langsung disambut oleh kedua orang tuannya, hari hari seperti biasa, tapi Yang chen sekarang kebingungan sedang mencari cari tentang buku yang dia dapat di lelang Asosiasi Merak Merah dia sudah menghancurkan Array nya tapi ketika dia membuka halamannya itu kosong tidak ada sama sekali bahkan di halaman berikutnya, yang dimana itu membuat Yang chen kebingungan, sebuah buku kosong dan usang dipasang Array tingkat Ilahi tidak mungkin seperti ini, pasti ada sesuatu tentang buku kosong itu, dia mencari cari diperpustakan Cincin Semestanya tapi itu sia sia, disana pun tidak dapat menemukan petunjuk nya, awal nya dia bingung dan ingin membakar buku itu menggunakan Api Emas.


"Hah.. buku kosong ini membuatku bingung.. lebih baik ku bakar saja." kata Yang chen lalu mengeluarkan apinya lalu membakar buku itu tapi tiba tiba.


Boom..


Yang chen terpental jauh dan menghantam gunung yang ada di cincin dimensinya, dia masih terlihat baik baik saja tapi bajunya sedikit terbakar akibat ledakan tadi.


"Kuhh.. siall kenapa bisa meledak." ucap Yang chen lalu membersihkan dirinya, dia melesat ke arah tempat buku tadi meledak.


ketika dia sampai dia terkejut melihat buku itu baik baik saja bahkan tidak terlihat seperti terbakar karna ledakan tadi.


"Ini aneh.. kenapa buku itu baik baik saja hah entahlah mungkin aku simpan saja siapa tau dia akan berguna di masa depan nantinya." ucap Yang chen lalu membawa buku itu dan ditempatkan di perpustakan nya.


***


"belum waktunya untuk tuan mengetahui tentang buku ini, maafkan aku tuan."


Suara serak seperti hewan terdengar di buku tersebut, dia melihat Yang chen dengan tatapan sedih dia ingin sekali bertemu dengan tapi itu tidak bisa karna belum waktunya di bertemu dengannya, yang dikatakan Yang chen bawa buku tersebut akan berguna di masa depan adalah kenyataan, bahkan itu akan sangat berguna nantinya.


***


"Hachu... sepertinya aku sedang dibicarakan, mungkin aku terlalu tampan?, hehe."ucap Yang chen tersenyum aneh.


"Tapi anehnya aku seperti merasakan aura yang akrab di buku tadi tapi apa aku tidak mengingatnya."kata Yang chen membatin ketika dia menaruh buku itu dia merasakan sebuah perasaan akrab dengan buku itu seperti sudah berjuta juta tahun tidak merasakan nya.


"Sekarang tinggal menunggu Turnamen Jenius Antar Benua, setelah itu aku akan langsung menuju Alam Immortal, aku tidak sabar ingin merasakan pertarungan yang sebenarnya disana, aku merasakan firasat bahwa ketika aku kesana akan terjadi sesuatu yang menarik."ucap Yang chen lalu keluar dari cincin dimensinya.

__ADS_1


"Huh menunggu empat tahun itu sangat membosankan, lebih baik aku berlatih kembali dan menambah pengalaman." ucap Yang chen lalu masuk kedalam rumahnya, dan makan bersama keluarga nya.


***


Sedangkan di cincin dimensinya ada sesuatu terjadi di perpustakan nya lebih tepatnya dibuku kosong tadi.


"Hah aku bosan menunggu selama berjuta juta tahun lamanya, dan akhirnya kita bertemu kembali walau hanya aku yang dapat melihat mu, itu sudah cukup aku akan menanti dia menjadi seperti dulu kembali, sepertinya dia juga sudah memiliki Qi Kekosong itu walaupun 5 persen itu sudah sangat kuat, tidak seperti dulu hanya memiliki 1 persen saja itupun dia sudah sering menggunakan nya." suara serak kembali terdengar di buju kosong.


"dia memang memiliki takdir yang besar, tapi ketika dia ingin melakukan itu dia berkata "Aku melakukan ini demi Alam Semesta agar tidak hancur, walaupun ini menyakitkan aku tidak peduli" hahaha dia itu memang orang yang baik tapi kejam membunuh Triliunan makhluk setiap dia menapaki jalannya, aku rindu bertarung dengannya kembali." suara serak kembali terdengar.


"Hahaha dia memang seperti itu." suara lain terdengar seperti seorang kakek tua.


"Kenapa kau kemari, bukan kah kau sedang sibuk pak tua." ucap suara serak.


"heh aku hanya melihat dia, karna sepertinya kau sudah ditemukan walaupun belum bisa keluar, aku hanya ingin melihatnya." kata Pak tua tadi.


"baiklah daripada menunggu tidak ada kerjaan lebih baik kita bermain itu kembali seperti waktu lalu bagaimana."kata paktua tadi lalu muncul sebuah meja dan terdapat catur di atas nya.


"Heh kau memang menyukai wujud itu." ucap pak tua.


"tentu saja, karna wujud ini disukai olehnya jadi aku akan terus memakai wujud ini ketika berubah." kata sosok suara serak tadi.


lalu mereka bermain catur dan yah seperti dahulu pak tua yang memenangkan permainannya.


"Akhh sialan kenapa selalu begini, hey kau pasti curang pak tua." kata sosok suara serak tadi menuduh pak tua.


"hahaha... untuk apa aku curang, kau saja yang terlalu bodoh."kata pak tua tertawa.

__ADS_1


"Hmpp... liat saja ketika aku keluar aku akan belajar dengannya dan mengalahkan mu pak tua chen" kata sosok suara serak kepada pak tua yang sering di sebut Pak tua chen.


"Hahaha... diapun hanya menang beberapa denganku dan kau ingin mengalahkan ku dengan belajar dengannya kau bercanda Long." kata pak tua Chen kepada sosok tersebut bernama Long.


"Aku tidak peduli, sudahlah kau pasti sibuk kenapa tidak kembali saja."kata Long seperti mengusir Paktua chen.


"Hahaha berani juga kau mengusir ku, baiklah aku akan pamit, jaga dia seperti dulu dia menjaga mu."kata Pak tua chen lalu menghilang entah kemana.


"tentu saja aku akan menjaganya karna dia sudah menyelamatkan hidupku waktu dulu." kata Long lalu merubah wujudnya kembali tidur.


***


"Hah hah seperti nya ku bermimpi aneh, aku mendengar suara orang tapi terdengar sangat akrab, seperti sudah lama aku tidak bertemu dengannya." kata Yang chen terbangun dari tidurnya dia bermimpi di suatu ruangan gelap gulita dan hanya bisa mendengar suara orang lain berbicara.


"Ehh.. kenapa aku menangis.. kenapa bisa begini." ucap Yang chen lalu mengusap air matanya entah kenapa dia menangis.


"Huh sungguh aneh.. kenapa bisa aku menangis tiba tiba." katanya membatin.


"sudahlah lebih baik, aku tidut kembali."


lalu dia kembali tertidur seperti biasa dia langsung terlelap begitu saja.


"Hahaha dia memang seperti biasa langsung tertidur dalam sekejap, itu salah satu yang unik darinya." kata Long yang melihat dari Cincin Semesta milik Yang chen.


"Sudahlah aku pun akan tertidur kembali, dan kau Pak tua kenapa masih saja mengintip." kata Long


"hehe aku ingin melihat kebiasaan nya itu dia memang unik seperti waktu dulu ketika perang dia malah tertidur dalam sekejap dan ketika dia bangun dia langsung membunuh semua musuhnya pun dalam sekejap hahaha." suara Pak tua Chen terdengar lalu hilang kembali.

__ADS_1


* * *


Jangan lupa like biar semangat author up nya.


__ADS_2