LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI

LEGENDA PEDANG NAGA SURGAWI
Turnamen Jenius Antar Benua I


__ADS_3

"Kami Paham." kata serempak para peserta.


Lalu Jendral Lu mengatur arena dan memanggil jendral lain yang akan menjadi pengadil di arena kedua, sedangkan dirinya akan menjadi pengadil di arena pertama.


Lalu beberapa menit kemudian terdengar suara dentuman keras yang menandakan bahwa Turnamen dimulai.


"Baiklah semuanya, Turnamen Jenius Antar Benua dimulai."kata Kaisar Tang.


Seketika Arena bergumuruh akibat suara teriakan para penonton dan peserta yang tidak sabar melihat pertarungan antar jenius mereka sudah menebak nebak siapa yang akan menang dan mendukung jagoan mereka.


"Ekhem baiklah, babak pertama dimulai dengan peserta nomer urut 6 melawan nomer urut 18." ucap Jendral Lu sambil memegang token nomer peserta yang dia acak lalu mengambil 2 token.


Banyak orang bersorak ramai mendengar nomer urut 6 dipanggil karna dia adalah Tuan Muda Gong dia cukup dikenal dengan kehebatan elemen anginnya, dan untuk lawan nya adalah Tuan Muda Zong, dia juga banyak di soraki oleh penonton dari benua barat, dan juga banyak yang meremehkannya.


Wush.. Wush...


"Salam Tuan Muda Gong, senang menjadi lawan pertama ku di turnamen."kata Zong menyapa dengan ramah.


"Salam juga Tuan Muda Zong, aku juga senang aku akan bertanding pertama melawan mu."kata Gong membalas.


Lalu mereka bersiap menunggu Jendral Lu memulai.


"Baiklah apa kalian siap." ucap Jendral Lu


Lalu mereka mengangguk bersama mengeluarkan senjata pedang mereka masing masing, "Mulai"


Ketika jendral lu mengatakan "Mulai" mereka langsung meleset bersamaan nengadu skill pedang mereka yang bisa di bilang imbang karna kekuatan mereka sama, awalnya Gong si percays diri dapat menang dengan mudah karna perbedaan kekuatan mereka, tapi dia terkejut melihat Zong ron dengan mudah mengimbangi nya.


para penonton dan Klan Gong mereka terkejut melihat Tuan muda Gong seimbang dengan lawannya.


Tring...


Mereka berdua mundur menjaga jarak terlebih dahulu.


"Tuan Muda Zong, hebat sekali skill pedang mu dapat mengimbangi ku."kata Gong si.


"Hahaha terimakasih Tuan Muda Gong."kata Zong ron tertawa.


"Baiklah saatnya serius."


Seketika mereka langsung menjadi serius dan bersiap siap unruk bertarung kembali.


"Teknik Klan Gong - Tebasan Pisau Angin"


Wush.. Wush..

__ADS_1


Sebuah pisau angin berjumlah lima melesat kearah Zong ron, dia langsung membuat pertahanan untuk menahan tebasan, dan dia berhasil menahannya walaupun pertahanan dirinya retak saat terkena Pisau Angin.


"Tadi itu hampir saja, bisa sampai retak dia tidak main main ternyats." kata Zong ron dalam hati, laku dia bersiap siap.


"Teknik Klan Zong - Pedang Merah"


Dia melesat kearah Gong si dengan cepat dengan pedangnya bercahay warna merah langsung menebas kearah lawannya.


Sring.. Sring.. Sringgg...


Suara pedang besi berada dapat didangar oleh para penonton. mereka semua terkagum kagum melihat pertandingan mereka berdua.


Sring... Slash..


Sebuah tebasan mengenai dada Gong si membuat dia terkejut melihat dadanya berdarah dan sakit, dia tidak tahu kapan dia terkena tebasan Zong tadi.


"Hehe.. itu adalah teknik klan ku, dapat menyerang tanpa dilihat."jawab Zong ron melihat wajah Gong si kebingungan.


Memang benar yang dikatakan Zong, menyerang Gong dengan tebasan tapi meleset, yang dia tidak tahu adalah teknik Klan Zong dapat membuat pedang tersebut tidak terkena padahal terkena, karna bayangan warna merah dari pedang tersebut makanya teknik ini dinamakan Pedang Merah.


"Sial teknik itu sangat kuat, aku harus menggunakan teknik itu agar menang melawan nya."kata Gong si dalam hati, lalu bersiap menyerang.


Zong yang melihat Gong sedang bersiap menyerang dia juga langsunf bersiap siap.


"Teknik Klan Gong - Putaran Badai Angin"


Wush..


"Teknik Klan Zong - Bulan Sabit Merah"


Wush... Wush... Wush..


Sebuah tebasan menyerupai sabit dengan ukuran besar melesat merah kearah Gong si untuk menyerangnya.


Lalu teknik mereka bertabrakan menyebabkan ledakan dan debu di arena membuat penonton tertutupi pengelihatan mereka, penasaran siapakah yang akan menang.


Beberapa detik kemudian debu hilang melihatkan Tuan muda Gong terjatuh lemah kehabisan Qi dan terluka lumayan parah karna tebasan dari Zong, dia terduduk dengan satu kaki menahannya agar dia tidak jatuh.


Kemudian sorak sorak dari perbagai penonton terdengar, Jendral Lu langsung menuju kearah Gong memeriksa lalu dia memanggil para tabib untuk mengobati nya.


"Baiklah pemenang dari arena pertama adalah Zong Ron."kata Jendral Lu teriak, Lalu Zong ron pun dibawa oleh tabib untuk di obati karna terkena serangan Gong si juga dia terluka ringan.


Sedangkan di arena kedua


"Baiklah kita panggil Nomer urut 2 melawan nomer urut 12, silahkan bersiap."kata Jendral di arena kedua.

__ADS_1


Wush.. Wush...


Mereka berdua langsung melompat masuk kedalam arena lalu langsung menberi hormat.


"Han Shen" dia dari Sekte Phoenix Api


"Jun Sin"


Banyak orang bersorak ramai melihat Han Shen tuan muda dari sekte terkuat di benua, Sekte Phoenix Api bertanding.


"Sial... sepertinya hari ini aku akan klah."kata Jun sin, dia tau kekuatan dari Han shen sudah dipastikan dia kalah, tapi dia masih ingin mencoba bertanding.


"Mulai." Suara Jendral


Mereka berdua langsung melesat bertarung menggunakan senjata mereka, walaupun Han shen hanya bermain main dia tau bahwa lawanya sangat lah lemah jadi dia ingin santai melawannya.


Sring.. Sring.. Tang..


"Sial.. dia malah bermain main."kata Jun mengertakan giginya.


"Teknik Klan Jun - Duri Tanah"


Sebuah duri duri tanah muncul di arena menyebar keadah Han Shen, sedangkan diri nya hanya menebas nebas duri duri tanah tersebut menggunakan pedang nya yang dilapisi oleh sebuah api.


"Teknik Sekte Phoenix Api - Panas Api"


Seketika suhu di arena menjadi panas, membuat Jun si waspada, ketika dia sedang melihat apa yang terjadi.


Dia tidak melihat sebuah serangan kearahnya, lalu dia melihat Han Shen diam di tempat tanpa bergerak.


Dia langsung saja menyerang Han Shen, tapi ketika menyerang dirinya langsung terpental karna serangannya dipantulkan dan di tambah dengan sebuah serangan api.


"Ukhuk.. teknik yang mengerikan, Aku Menyerah."teriak Jun Si menyerah, Jendral langsung memberhentikan pertarunga dan mengecek keadaan Jun langsung memanggil tabib untuk dibawa dan disembuhkan.


Disisi Yang chen, di tidak peduli dengan pertarungan nya, dia melihat sekitar merasakan sebuah niat jahat, dia sudah tahu dan membiarkannya, seperti itu akan menarik baginya.


Disisi lain.


"Bagaimana persiapan nya?." kata sosok menyeramkan dengan aura yang kuat keluard dari tubuhnya menekan siapapun yang merasakannya.


"Persiapan sudah siap semua tuan, kita tinggal menunggu waktu kita beraksi."kata sosok lainya sama tapi dia adalah manusia yang memiliki aura yang sama seperti yang dia bilang tuannya.


"Hahaha... Bagus.. aku tidak sabar menunggunya." kata sosok tuan.


* * *

__ADS_1


Jangan lupa like biar semangat author up nya.


__ADS_2