
Dua Minggu terlewati begitu saja, Fenomena tentang Marah nya Langit terlah terjadi di Alam Rendah dinamakan Langit Marah, mereka juga berterima kasih kepada yang membuat Array untuk melindung mereka, untuk pihak Kaisar Qin dan Kaisar Wei mereka sedang mencari siapa yang menyebabkan fenomena ini dan untuk pihak tiga Kaisar lainnya sedang melakukan pencarian Yang chen diseluruh Benua, Leluhur mereka mengatakan jika Yang chen masih hidup bisa saja dia terlempar atau di selamatkan oleh orang lainnya lalu membawa nya pergi.
Mereka sudah mencari selama dua minggu tapi belum membuahkan hasil, meraka hanya berharap Yang chen masih hidup.
Sedangkan untuk Pihak Kaisar Yang sedang kesedihan belum mendapatkan kabar tentang Yang chen sama sekali, terutama Ibunya sangat sedih putra angkatnya belum si temukan bahkan dia tidak mau makan seminggu tapi karna di bujuk oleh keluarga akhirnya dia mulai makan untuk menjaga kesehatan dirinya.
Sedangkan Di dimensi lain terdapat seorang pemuda tergeletak pingsan tanpa busana, beberapa saat kemudian jari jari dia mulai bergerak pertanda dia akan terbangun.
"Ukhh.. Sial.. apa aku pingsan.. sudah berapa lama aku pingsan."kata pemuda itu lalu bangun duduk melihat sekitar merasa familiar akhirnya dia tau apa yang terjadi sebelum dia pingsan, Dia adalah Yang chen yang sedang berada di dimensi cincinnya.
Flashback On
Sebelum Petir Surgawi bergerak jatuh, dia sudah menelan Pil Petir yang dimana dapat menangkis serangan petir atau Kesengsaraan Petir sekalipun. Yang chen pun mengaktifkan Teknik Tubuh Surgwi nya untuk meminimalisir serangan Petir Surgawi dengan meregenerasi, ketika Petir Surgawi mulai menyerang Yang chen ketika beberapa meter insting Yang chen tergerak untuk kabur karna ada bahaya, dengan tergesa gesa dia membuat pelindung berlapis lapis menggunakan Qi Kekosonga, tapi tetap saja dia terkena Petir Surgawi tapi karna tubuh dia sudah dilapisi Qi Kekosongan dia selamat dari Petir Surgawi.
Tapi setelah menerima Petir Surgawi Yang chen berniat mengolah Petir Surgawi untuk menjadi elemen petir nya tidak sempat karna dia sudah jatuh pingsan kehabisan Qi terkuras karna menggunakan Qi kekosongan.
Flashback Off
"Syukurlah Cincin Dimensi ini langsung memasuki ku ketika pingsan, Karna qi ku sudah pulih aku akan mengolah Petir Surgawi terlebih dahulu untuk menjadi elemen petir ku."kata Yang chen lalu mulai bermeditasi menenangkan pikirannya.
Yang chen membutuhkan 2 tahun untuk mengolah Petir Surgawi menjadi Elemen Petir nya dia mengatur waktu di Dimensi Cincin 1 tahun sama dengan Tujuh hari di dunia nyata.
"Fuhh.. Akhirnya selesai juga cukup susah mengolah Petir Surgawi berbeda dengan penggabungan Inti Api Emas."kata Yang chen.
Ketika dia ingin menuju rumah buatannya dia teringat dengan orang orang nya terutama dengan Ibunta pasti dia akan bersedih melihat dirinya tidak datang dua minggu.
__ADS_1
"Aku lupa sial."kata Yang chen lalu keluar dari cincin dimensi muncul di lubang besar itu kembali.
"Woahh hasil dari Petir Surgawi memang sangat dahsyat walaupun hanya satu persen."kata Yang chen melihat keatas dia tau dia sedang berada di dasar lubang tempat dia menerima Petir Surgawi.
"Aku akan kembali terlebih dahulu menemui ibu."kata Yang chen lalu menghilang dalam sekejap, untuk tingkat kultivasi nya dia sudah berapa di Holy Saint 9 itu adalah peningkatan besar besaran karna menerima dan mengolah Petir Surgawi.
Di Sekte Pedang Naga
Dirumah Kediaman Ketua Sekte di tempat makan terdapat tiga orang sedang menyantap kecuali satu orang yaitu ibunya yang chen sedang melihat kearah tempat makan milik anaknya Yang chen.
"Yu'er sudahlah, Yang chen pasti masih hidup, Mungkin sekaeang di sedang beristirahat sejenak, lalu makanlah agar kau tetap sehat"kata Ayahnya Yang chen melihat istrinya.
"Betul kaya ayah, Adik pasti masih hidup karna dia sangat kuat."kata Yang zi kakak Yang chen, mencoba menghibur ibunya.
"Ughk... Ahh enaknya."kata Yang chen.
Mereka awalnya mengira anaknya Yang zi yang selesai makan tapi ketika dia melihat kearah Yang chen mereka terkejut melihat Yang chen sudah ada dari tadi disana memakan makan.
"Aku pulang."kata Yang chen melihat mereka menatap dirinya terutama ibunya menangis langsung memeluknya dan Yang chen membalas pelukan ibunya.
"Hiks.. Hikss.. kena kau kemana saja selama ini Chen'er."kata ibunya menangis memeluk putranya yang akhirnya kembali.
"Maaf kan aku bu, aku butuh waktu untuk mengisi ulang qi ku kembali karna sewaktu selesai menerima Kesengsaraan Petir."kata Yang chen.
Lalu mereka menanyakan kemana Yang chen selama mengisi kembali Qi nya, Yang chen hanya menjawab di sebuah goa di hutan misterius, setelah meminta maaf kepada kedua orang tuanya, dia juga meminta maaf kepada kakek dan lainnya karna sudah membuat mereka kerepotan.
__ADS_1
Setelah kembalinya Yang chen tidak terjadi apapun mereka melakukan aktifitas seperti biasa sedangkan Yang chen dia mulai mengajarkan Kakaknya dan sering berlatih tanding pedang, Yang chen juga sering membuat pil pil untuk Kekaisaran Yang dia juga membuat untuk Kekaisaran Tang dan Kekaisaran Zhou karna sudah membuat masalah merepotkan bagi mereka, awalnya mereka menolak tapi Yang chen memaksa nya dan akhirnya mereka menerimanya.
Satu tahun terlewati begitu saja, Cerita tentang Fenomena Langit Marah sudah mulai tidak terdengar lagi tapi masih ada beberapa yang menceritakan kembali, Tiga tahun lagi Turnamen antar benua akan dilaksanakan semua para jenius sedang berlatih dengan giat untuk memenangi turnamen tersebut.
Dikediaman Belakang Patriak Sekte.
"Teknik Pedang Api - Tebasan Naga Api"
Sebuah Tebasan berelemen api melesat menuju Yang chen dengan kecepatan bagai cahaya untuk orang lain tapi bagi Yang chen itu sangat lambat di menghindar lalu melesat kearah Kakaknya yang sedang berlatih tanding pada nya.
"Teknik All Elemen - Pedang Air"
"Teknik Pedang Api - Pedang Api"
Dua pedang berbeda elemen saling bertabrakan menyebabkan ledakan kecil terjadi ketika pedang itu bertemu.
"Kakak teknik mu sudah sangat sempurna aku yakin jika ada jenius melawan mu dia atas tingkatan mu mereka akan kalah."kata Yang chen memuji kakaknya sekarang berada di tingkat Inti Suci Tinggi karna diberi Pil pil langka dari adiknya Yang chen.
"Hahaha... Ini semua berkat dirimu adik, jika bukan karna kau mungkin aku tidak akan bisa ikut turnamen antar Benua, Terimakasih adik."kata Yang zi berterimakasih kepada Yang chen.
"Sama-sama kak, baiklah kita sudahi terlebih dahulu latihan tanding, pasti ibu sedang menunggu kita."kata Yang chen lalu mereka menuju kedalam rumah memberisihkan tumbuh mereka terlebih dahulu lalu makan malam bersama.
****************
Jangan lupa like biar semangat author up nya.
__ADS_1