Legenda Putri Langit

Legenda Putri Langit
Ch. 1 : Awal Mula


__ADS_3

Xiao Lian terbangun, dia terkejut saat menyadari dirinya sedang berada di sebuah tempat yang sangat indah dan sunyi.


“Di mana aku?" tanya Xiao Lian dalam batin sambil menengok ke segala arah.


Xiao Lian berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi padanya. Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki seseorang.


“Ternyata kau sudah bangun ya, Nona Lian," ujar seseorang berpakaian serba putih.


“Si... Siapa kamu?" tanya Xiao Lian gemetar ketakutan.


“Nona Lian tidak perlu takut. Perkenalkan, saya adalah Mu Shilin. Saya diutus oleh Dewa Langit untuk membimbing Nona Lian agar bisa mengendalikan kekuatan dengan baik," jelas Mu Shilin.


“Kekuatan apa?" tanya Xiao Lian bingung.


“Kekuatan yang diberikan oleh Dewa Langit. Beliau mengatakan bahwa Nona Lian adalah gadis yang terpilih," jelas Mu Shilli.


“Apa maksudnya itu? Lalu, bagaimana aku bisa ada di sini?" tanya Xiao Lian yang belum bisa mencerna kejadian yang dialaminya saat ini.


“Coba ingat kembali kejadian yang Nona alami sebelumnya!" pinta Mu Shilli.


Xiao Lian mencoba untuk mengingat apa yang terjadi.


Flashback Xiao Lian On


Xiao Lian sedang duduk di kursi sambil membaca kitab-kitab tentang panduan bela diri. Kemudian, datanglah Xiao Feng, yang adalah ayah Xiao Lian.


“Nak, bisa tolong belikan bahan-bahan makanan yang ada di catatan ini?!" pinta Xiao Feng sambil menyodorkan selembar kertas catatan.


“Baik ayah," Xiao Lian langsung bergegas pergi ke tempat yang menjual bahan-bahan makanan tersebut.


“Aku pulang!" ucap Xiao Lian.


Saat sampai di rumah, Xiao Lian dikejutkan dengan jasad ayah dan ibunya yang tergeletak bersimbah darah di lantai. Xiao Lian menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“Ayah... Ibu..." Xiao Lian menangis sesegukan sambil memeluk jasad kedua orang tuanya.


Saat Xiao Lian menangis, datanglah seorang gadis misterius.


“Ternyata, kau ini gadis yang cengeng," ucap seorang gadis yang familiar bagi seluruh masyarakat.


Dia adalah Jia Li, putri dari kekaisaran Wu. Jia Li terkenal akan kekejamannya. Siapapun yang berani menentangnya, maka dia akan disiksa. Jia Li juga mahir dalam bermain pedang. Tak heran jika para warga menjulukinya sebagai 'Putri Iblis.'

__ADS_1


“Apa salahku padamu? Kenapa kau menghabisi nyawa kedua orang tuaku?" tanya Xiao Lian yang tidak tau alasan Jia Li membunuh kedua orang tuanya.


“Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Aku hanya ingin membunuh orang saja," ujar Jia Li.


“Hanya karena itu? KAU MENGHABISI NYAWA ORANG LAIN, HANYA KARENA ALASAN TAK MASUK AKAL SEPERTI ITU?!" Xiao Lian membentak Jia Li.


“Wah wah wah. Seorang rakyat biasa berani membentak Jia Li, sang putri kekaisaran Wu. Kau benar-benar berani," ucap Jia Li sembari tersenyum sinis.


Tiba-tiba, tubuh Xiao Lian gemetar ketakutan. Jia Li mengambil pedangnya dan melangkah secepat kilat ke arah Xiao Lian. Alhasil, pedang Jia Li menembus tubuh Xiao Lian.


“ARGHHH!" Xiao Lian merintih kesakitan.


“Itulah akibat menentang seorang Putri dari Kekaisaran Wu," Jia Li tersenyum puas.


Pandangan Xiao Lian mulai kabur. Senyum sinis dari Jia Li menjadi saksi kematian Xiao Lian.


Flashback Xiao Lian Off


“Jia Li. Dia telah menghabisi nyawaku dan kedua orang tuaku," ujar Xiao Lian dengan mata berkaca-kaca.


“Nona Lian, bisa kau lihat ini sebentar?!" pinta Mu Shilin.


“Jia Li bukan hanya menyengsarakan hidup Nona Lian. Tapi, sekarang dia juga sedang menyengsarakan kehidupan seluruh umat manusia," jelas Mu Shilin.


“Bagaimana Jia Li bisa melakukan itu?" tanya Xiao Lian.


“Sejak kematian ayahnya, kekuasaan kaisar Wu jatuh ke tangan Jia Li. Namun sayangnya, Jia Li salah menggunakan kekuasaannya itu. Dia menyuruh para pendekar dari berbagai kerajaan untuk menghancurkan kehidupan manusia," jawab Mu Shilin.


Xiao lian tidak bisa berkata-kata lagi. Dia masih tidak percaya, bahwa umat manusia sedang di bawah belenggu kekejaman Jia Li.


“Inilah alasan Nona Xiao Lian diberikan kekuatan oleh Dewa Langit. Nona Lian harus bisa menyingkirkan Jia Li dan mengembalikan kedamaian dunia," ujar Mu Shillin.


“Lalu, apa saja kekuatan yang aku miliki?" tanya Xiao Lian.


“Untuk saat ini, Nona Xiao Lian hanya memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan Dewa Langit. Dengan kemampuan ini, Nona Lian bisa meminta petunjuk atau berbicara langsung kepada Dewa Langit," jelas Mu Shilin.


“Jika hanya dengan kemampuan seperti ini, mana mungkin aku bisa mengalahkan Jia Li?" tanya Xiao Lian.


“Kekuatan seseorang dibagi menjadi 5 tingkat. Untuk saat ini, Nona Lian belum mencapai tingkatan kekuatan. Karena, Nona Lian belum menguasai satu elemen pun," jawab Mu Shilin.


“Bagaimana caranya agar aku bisa meningkatkan level kekuatanku?" tanya Xiao Lian lagi.

__ADS_1


“Nona Lian harus berguru kepada 5 pendekar suci dari berbagai penjuru dunia. Mereka semua adalah pendekar-pendekar utusan Dewa. Dengan begitu, Nona Lian akan bisa menguasai kelima elemen dan bisa meningkatkan level kekuatan," jawab Mu Shilin.


Xiao Lian mengangguk paham. Kemudian, Mu Shilin tersenyum seraya berkata, "Saya akan mengirim Nona Lian ke sebuah tempat yang baru. Di sana, Nona Lian akan memulai petualangan."


Tiba-tiba sebuah cahaya menyilaukan mata muncul.


“Hei! Bangun!" perintah seseorang.


Xiao Lian membuka matanya perlahan. Dia melihat seorang pria tampan dan gagah sedang berdiri di depannya.


“Kyaaa!" Xiao Lian terkejut.


“Si... Siapa kamu? Apa yang kau lakukan padaku?!" tanya Xiao Lian.


“Kamu jangan salah sangka dulu. Aku tidak melakukan hal-hal aneh kepadamu!" bantah pria itu.


“Lalu kenapa kau membawaku ke sini? Dasar pria mesum!" Xiao Lian tidak percaya dengan ucapan pria itu.


“Aku menemukanmu tergeletak di tanah," ujar pria itu.


“Jadi Mu Shilin telah memindahkanku," batin Xiao Lian.


“Maaf telah menuduhmu sembarangan," Xiao Lian menunduk, dia merasa bersalah kepada pria itu karena telah menuduh sembarangan.


“Baiklah, aku maafkan. Oh iya, perkenalkan namaku Wang Xuemin," Wang memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangan.


“Aku Xiao Lian," Xiao Lian menjabat tangan Wang Xuemin.


“Baiklah, aku memanggilmu Lian saja ya. Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa tergeletak di tanah? Apa yang terjadi padamu?" tanya Wang Xuemin.


“Apa aku harus mengatakan kepadanya bahwa aku adalah Putri Langit?" tanya Xiao lian dalam hati.


“Ah aku juga tidak ingat," Xiao Lian menjawab sekenanya.


“Oh baiklah. Kamu sudah makan belum? Kalau belum, makanlah ini!" perintah Wang Xuemin.


“Te... Terima kasih. Maaf telah merepotkanmu," Xiao Lian merasa tidak enak kepada Wang Xuemin.


“Iya, lupakan saja. Makanlah dulu ya!" pinta Wang Xuemin.


“Iya," Xiao Lian tersenyum senang dan mulai menyantap makanan yang diberikan oleh Wang Xuemin.

__ADS_1


__ADS_2