
Xiao Lian dan Wang Xuemin melanjutkan perjalanan mereka.
“Kita harus kemana lagi nih?" tanya Wang Xuemin.
“Aku juga tidak tahu," jawab Xiao Lian.
Mereka bingung harus pergi kemana lagi. Saat di jalan, mereka dikejutkan dengan suara teriakan seseorang.
Xiao Lian dan Wang Xuemin bergegas untuk menghampiri sumber teriakan tersebut. Ternyata, ada sekumpulan bandit yang sedang mengobrak-abrik semua barang-barang.
Xiao Lian dan Wang Xuemin menghalangi mereka.
“Hei kalian. Jangan menghalangi kami!" perintah salah satu dari bandit itu.
“Jika kalian mau lanjut, hadapi kami dulu!" Wang Xuemin bersiap dengan cambuknya.
Sementara itu, Xiao Lian sudah memengang pedangnya.
“Serang mereka!" perintah ketua kumpulan bandit itu.
Xiao Lian mengeluarkan pedangnya dan lalu mulai maju menyerang. Sama halnya dengan Xiao Lian, Wang Xuemin juga mulai maju menyerang.
Xiao Lian harus melawan sekitar sepuluh bandit sekaligus.
“Nona cantik. Kau tidak bisa lari dari sini. Saat kami telah mengalahkanmu, maka kau akan menjadi pemuas hawa nafsu kami hahaha," ucap anggota bandit itu seraya tertawa jahat.
Namun, Xiao Lian hanya tersenyum.
“Tamatlah riwayat kalian," ujar Xiao Lian dengan senyum sinis.
Kemudian, Xiao Lian berlari secepat kilat dan menebas para bandit itu. Dia melakukan teknik serangan segitiga yang diajarkan oleh Feng Li.
__ADS_1
Lima dari mereka telah tumbang.
“Ok. Tinggal lima lagi," ucap Xiao Lian.
“Berani beraninya kau. Serang dia secara bersamaan!" perintah salah satu anggota bandit yang sudah murka.
Mereka bersiap dengan pedangnya. Saat mereka maju menyerang, Xiao Lian mengambil pedangnya dan mulai menyerang juga.
Xiao Lian menghindari serangan mereka dengan sangat lihai. Lalu, Xiao Lian menyerang mereka dengan sangat lincah.
Alhasil, kelima bandit itu berhasil dilumpuhkan dengan mudah oleh Xiao Lian. Sementara itu, Wang Xuemin harus berhadapan dengan sepuluh orang juga.
“Kalian akan menyerang perorangan atau keroyokan?" tanya Wang Xuemin sembari tersenyum.
“Cih... Jangan sombong dulu. Kau belum melihat kemampuan kami," ujar salah satu dari sepuluh bandit itu dengan raut muka marah.
“Oh begitu. Baiklah kalau begitu, mulailah!" suruh Wang Xuemin.
Sepuluh bandit itu maju menyerang secara bersamaan. Wang Xuemin tersenyum tipis dan lalu mulai menyerang para bandit itu.
Wang Xuemin mengayunkan cambuknya dan kemudian mengarahkannya kepada para bandit tersebut.
Alhasil, sepuluh bandit itu terpental ke belakang. Namun, mereka masih belum menyerah begitu saja. Sepuluh bandit itu masih bisa berdiri.
“Wah wah wah... Ternyata kalian boleh juga ya." Wang Xuemin kembali memegang erat cambuknya.
“Serang!" perintah salah satu dari sepuluh bandit itu.
Para bandit kembali menyerang. Namun kali ini, Wang Xuemin tidak menggunakan cambuknya. Melainkan menyerang dengan tangan kosong.
Wang Xuemin menyerang dengan sangat lihai meski tanpa dibekali senjata. Setelah saling bertukar serangan, akhirnya Wang Xuemin memenangkan pertarungan.
__ADS_1
Kemudian, Xiao Lian dan Wang Xuemin kembali berkumpul untuk melawan ketua dari para bandit tersebut.
“Hei menyerahlah kau! Semua anak buahmu telah berhasil dikalahkan," ujar Wang Xuemin.
“Iya. Aku akui kalian memang hebat, karena bisa mengalahkan para anak buahku. Tapi, kau belum tentu bisa mengalahkanku," ucap ketua bandit itu.
“Wang, kita harus mengeluarkan jurus itu," bisik Wang Xuemin.
“Ya kau benar. Kita harus mengeluarkan Jurus Naga Api," ucap Xiao Lian lirih.
Kemudian, Xiao Lian dan Wang Xuemin menarik nafas dalam dalam dan kemudian menghembuskannya. Lalu, mereka berdua melakukan gerakan-gerakan untuk mengeluarkan jurus.
“Jurus Naga Api!" Mereka berdua mengeluarkan Jurus Naga Api.
Alhasil, sang ketua bandit terpental ke belakang. Namun, dia masih bisa berdiri.
“Bagaimana bisa?!" tanya Wang Xuemin dan Xiao Lian kaget.
Kemudian, bandit itu menyerang Wang Xuemin dan Xiao Lian. Dia berhasil menumbangkan Wang Xuemin dan Xiao Lian dengan sangat mudah.
“Sudah kubilang. Kalian tidak akan bisa mengalahkanku," ucap ketua bandit tersebut.
Xiao Lian dan Wang Xuemin tergeletak tak berdaya di tanah.
“Aku akan menghabisi kalian," ujar ketua bandit itu.
Sang ketua bandit bersiap untuk menebas Xiao Lian dan Wang Xuemin dengan pedang. Namun, tiba-tiba seseorang datang entah darimana.
Dia menghalangi ketua bandit tersebut.
“Kekuatan tingkat 3 hanya berani melawan seseorang dengan kemampuan tingkat 1. Sungguh menyedihkan," ucap pria misterius itu.
__ADS_1